Budi Daya Ikan Berbasis Teknologi, Beri Pakan Setiap Saat Pakai Aplikasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Yogyakarta - Budidaya ikan di Yogyakarta semakin mudah dengan sebuah aplikasi berkonsep mal digital. Namanya, eFishery. Aplikasi ini menghadirkan layanan inovasi dan teknologi bagi para pembudidaya ikan di Yogyakarta dan sekitarnya.

Sekalipun belum satu tahun memasuki pasar Yogyakarta, eFishery mampu memberikan solusi bagi para pembudidaya ikan dengan menawarkan layanan dari hulu ke hilir. Tidak hanya manajemen pakan melalui aplikasi digital, eFishery juga memberikan akses terhadap pembiayaan, dan pasar bagi para pembudidaya ikan.

Wiseso Suryo Supomo, pembudidaya ikan nila asal Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah tidak bingung lagi ketika memberikan pakan ikan setelah memasang eFisheryFeeder.

“Sebelumnya saya kewalahan kasih makan ikan tepat waktu, kadang jumlah pakan terlalu banyak,” ujarnya, Rabu (21/4/2021).

Layanan eFisheryFeeder mampu memberikan pakan secara otomatis dan meningkatkan efisiensi pemberian pakan. Ada alat yang disewakan oleh eFishery kepada pembudidaya ikan. Mereka bisa menyewa dengan biaya Rp 300.000 per bulan.

Alat ini dikendalikan secara digital lewat aplikasi di dalam ponsel. Keuntungannya, memberi makan ikan tidak lagi dilakukan secara manual. Pembudidaya ikan bisa memberi pakan ikan kapan pun dan di mana pun.

Berdasarkan data KKP, potensi perikanan budidaya di Yogyakarta mencapai 95.000 ton per tahun, dengan produksi unggulan ikan lele, nila, dan gurame. Oleh karena itu, eFishery hadir di Yogyakarta untuk mendukung pembudidaya ikan dalam mengoptimalkan potensi akuakultur.

Ragam Layanan eFishery

Co-founder dan Chief of Staff eFishery Chrisna Aditya menjelaskan, layanan yang disediakan eFishery bagi para pembudidaya ikan di Yogyakarta cukup beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik kolam pembudidaya tersebut.

“Selain eFisheryFeeder yang mampu memberikan pakan secara otomatis dan meningkatkan efisiensi pemberian pakan, eFishery juga menghubungkan pembudidaya dengan institusi keuangan,” ujarnya dalam media gathering di Yogyakarta, Rabu (21/4/2021).

Menurut Chrisna, pembudidaya ikan di Yogyakarta seringkali menghadapi kesulitan dalam memperoleh akses pembiayaan. Alasannya, kebanyakan lembaga keuangan enggan memberikan pinjaman untuk pekerja sektor non-formal seperti pembudidaya ikan.

Ia menambahkan, pembudidaya dapat menikmati layanan Kabayan (Kasih, Bayar Nanti), yaitu fitur pembiayaan bertempo. Melalui unit bisnis eFisheryFund, sampai Maret 2021 telah menyalurkan Rp 68 miliar dalam bentuk pembiayaan kepada para pembudidaya. Di Yogyakarta, total pinjaman yang disetujui mencapai lebih dari Rp 2 miliar.

Selain teknologi feeder dan layanan pembiayaan, baru-baru ini eFishery juga meluncurkan salah satu inovasi terbarunya yaitu layanan Disease Prevention System (DPS). Layanan ini menawarkan protokol pencegahan wabah penyakit pada tambak udang dan pengaturan kualitas air yang efektif dan ramah lingkungan dengan berbasis teknologi.

Saksikan video pilihan berikut ini: