Budi Gunadi Sadikin, Sosok Manajer yang Jadi Menkes Baru Saat Pandemi COVID-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Budi Gunadi Sadikin ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) RI yang baru. Dalam reshuffle kabinet ini, Budi menggantikan posisi yang sebelumnya ditempati oleh Terawan Agus Putranto.

"Dan, sekarang kita berikan tanggung jawab untuk memimpin Kementerian Kesehatan," kata Jokowi dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta pada 22 Desember 2020.

Sebelum menjabat sebagai Menkes, Budi Gunadi Sadikin membantu Erick Thohir di Kementerian BUMN. Budi menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN.

Sejak pemerintah fokus dalam penangnaan COVID-19, pria lulusan ITB ini diberi amanah menduduki jabatan Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dirinya juga sempat menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri serta Asahan Alumunium.

Tanpa latar belakang kesehatan, mampukah Budi Gunadi Sadikin menakhodai Kementerian Kesehatan di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang?

Epidemiolog Tri Yunis Miko berpendapat, sebagai seorang manajerial Budi Gunadi Sadikin tidak diragukan. Namun, mengenai pemahaman dunia kesehatan Tri belum yakin. Dalam memimpin Kementerian Kesehatan diperlukan pengetahuan di bidang kesehatan yang menyeluruh.

"Dia seorang manajer yang baik, dia mampu melakukan manajemen yang baik di Kementerian Kesehatan. Tapi penguasaan di bidang kesehatan enggak ada. Maka dia tergantung dengan staf ahlinya," kata Tri soal sosok Budi Gunadi, dihubungi Selasa, 22 Desember 2020.

Staf Ahli Harus Tepat

Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin mengakui ada beberapa program Perlindungan Sosial yang masih terus diupayakan realisasinya saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (2/9/2020). (Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19)
Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin mengakui ada beberapa program Perlindungan Sosial yang masih terus diupayakan realisasinya saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (2/9/2020). (Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19)

Bila Budi Gunadi Sadiki ingin membangun kesehatan Indonesia yang lebih baik, pemilihan staf ahli yang membantunya dalam pembuatan kebijakan harus benar.

"Staf ahlinya harus benar, kalau staf ahli enggak menguasai, enggak ahli di bidang kesehatan bisa hancur," katanya.

Saran Tri, Budi Gunadi harus pintar dalam memilih staf ahli dan anak buah yang memang menguasai dunia kesehatan.

Jika memungkinkan, untuk membantunya dalam memimpin Kementerian Kesehatan, Budi Gunadi bisa dibantu oleh banyak staf ahli.

Simak Juga Video Menarik Berikut