Budi Setiawan: PSSI Krisis Kepemimpinan

Robbi Yanto
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sepuluh bulan sudah Yunus Nusi ditunjuk Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan sebagai pelaksana tugas (Plt) Sekjen PSSI.

Jabatan itu diemban Yunus sejak 20 April 2020, atau satu pekan setelah Ratu Tisha Destria menyatakan mundur.
Pengalaman, menjadi alasan kuat Iriawan menunjuk Yunus.

Ya, Pria kelahiran Gorontalo, 30 Januari 1970 itu Saat ini masih menjadi anggota Exco PSSI sejak tahun 2016 dan menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI Kalimantan Timur (Kaltim) 2013-2022.

Namun sayangnya, hingga saat ini Yunus belum ditetapkan sebagai Sekjen PSSI definitif. Founder Football Institute, Budi Setiawan mengkritisi kepemimpinan Iriawan yang seolah menggantung Yunus.

Budi mengatakan, tugas seorang plt sifatnya hanya sementara, sehingga Iriawan harus dengan cepat memberikan keputusan.

"Sekjen itu jabatan profesional, Karyawan dengan status percobaan saja durasinya hanya 3 (tiga) bulan. Jika memang pak ibul nyaman dengan kinerja pak yunus laiknya ditetapkan sebagai sekjen definitif," kata Budi kepada VIVA, Sabtu 6 Februari 2021.

Posisi dan jabatan yang masih menggantung, menurut Budi menjadi penyebab kinerja Yunus yang dirasa belum total.

Dia mencontohkan Yunus sangat jarang terlihat mendampingi operator kompetisi Liga 1 dan Liga 2, PT Liga Indonesia Baru (LIB) bertemu pihak kepolisian dalam proses pengurusan izin.

"Keberadaan sekjen definitif akan mengembalikan kewibawaan organisasi. Publik patut menduga lobi-lobi antar institusi agak kurang kuat karena status sekjen PSSI saat ini masih plt," ucapnya.

"Organisasi dan institusi lain jadi meremehkan atau memandang sebelah mata PSSI dan kepemimpinan PSSI jika sudah 10 bulan belum ada sekjen definitif," sambungnya.

Budi menegaskan, pentingnya sekjen definitif bagi PSSI saat mereka mengikuti rapat dan berdiskusi atau mengambil keputusan dengan pejabat-pejabat pemerintah.

"Dalam kasus lain juga demikian, ketika berdiskusi atau mengambil keputusan dengan pejabat sementara kok rasa-rasanya kurang elok, seperti kurang dihargai," jelasnya.