Budidaya Tambak Udang Vaname di Cidaun Diklaim Serap Tenaga Kerja Lokal

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggulirkan program Klaster Budidaya Tambak Udang Vaname kali ini di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Program ini diklaim berhasil mendorong kegiatan padat karya pemberdayaan tenaga lokal. Dirjen Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu, mengatakan bahwa program ini merupakan kerja sama dengan pihak Perhutani yang dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mandiri. Kebetulan lahannya sangat potensial untuk dioptimalkan guna pengembangan usaha budidaya udang vaname berkelanjutan.

“Pemanfaatan lahan ini sangat bagus sekali, khususnya untuk warga Kecamatan Cidaun yang ingin memulai dan mengembangkan budidaya udang vaname. Sehingga mampu menjadi alternatif bagi masyarakat mendapat pekerjaan selama pandemi Covid-19 ini. Otomatis ekonomi masyarakat sekitar bisa terbantu,” ujar Tebe, dalam keterangan resmi, Kamis (23/9/2021).

Ia menilai dengan potensi per hektar bisa menyerap lima kepala keluarga, luasnya lahan garapan di Cidaun memiliki potensi besar menyerap tenaga kerja lokal.

“Apalagi bisa dilihat, hitungannya dalam 1 hektare lahan bisa melibatkan minimal 5 Kepala Keluarga (KK), ini pasti sangat membantu sekali bagi warga sekitar di tengah sulitnya pekerjaan di tengah pandemi Covid-19,” imbuh Tebe.

“Tambak yang ada saat ini masuk siklus kedua dan berhasil panen parsial pertama. Dari hasil siklus pertama menunjukan tren yang positif. Karena, adanya Klaster Budidaya Tambak Udang Vaname ini telah berhasil memberdayakan tenaga lokal di daerah Cidaun, dan ini sangat bagus guna meningkatkan pendapatan warga sekitar di tengah pandemi seperti sekarang ini,” tambahnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Minta Bantuan

Undang windu menjadi andalan petambak di Delta Mahakam karena sejak lama elalu diserap pasar dunia.
Undang windu menjadi andalan petambak di Delta Mahakam karena sejak lama elalu diserap pasar dunia.

Melihat potensi tersebut, ia meminta langsung pada Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang untuk terus memberikan pengawalan dan pendampingan berupa penguatan teknologi serta peningkatan kapasitas SDM masyarakat di Cidaun.

“Meski sudah berjalan dan hasilnya bagus, tapi saya minta Balai jangan berpuas diri, pendampingan harus terus dilakukan agar produktivitas terus ditingkatkan, dan pengetahuan atau skill penerima manfaat dalam hal ini LMDH Mandiri lebih bagus lagi sehingga dapat mentransfer ilmunya kepada masyarakat lainnya,” pinta Tebe.

Ia mengingatkan produksi udang vaname di klaster Cidaun harus terus menerapkan prinsip Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Sehingga udang yang dihasilkan terus terjamin kualitas dan traceability-nya.

“Selalu menggunakan benih yang bisa ditelusuri, sudah bersertifikat atau belum, bebas penyakit atau tidak. Demikian juga pakannya sudah terdaftar atau belum. Karena Ini semua merupakan persyaratan food safety, food security sebagai produk berkualitas ekspor,” katanya.

Ia menilai dengan banyaknya yang sudah berhasil membudidayakan di Kabupaten Cianjur, bisa menarik masyarakat lainnya yang juga berminat untuk menekini budidaya tambak udang.

“Sebab tidak hanya potensi pasarnya yang besar, proses produksinya juga lebih mudah lantaran sudah ada teknologi pendukung. Upaya ini sejalan dengan upaya pencapaian target peningkatan nilai ekspor udang nasional sebesar 250% di tahun 2024,” tutur Tebe.

Pinjaman Modal

Sementara itu dalam mendukung perluasan budidaya udang vaname, KKP terus meminimalisir masalah-masalah produksi misalnya terkait permodalan. KKP memfasilitasi pinjaman modal melalui BLU LPMUKP yang memiliki bunga ringan sekitar 3 persen.

“KKP siap memberikan pendampingan teknis kepada masyarakat yang ingin terjun ke bidang ini. Selain itu, pihaknya memiliki program pinjaman modal berbunga ringan melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) yang dapat diakses oleh masyarakat. Kita punya misi bahwa tambak budidaya udang yang kita buat ini dicontoh masyarakat hingga berkembang secara berkelanjutan baik dari sisi ekosistem, lingkungan maupun berkelanjutan secara sosial ekonomi. Jadi apa yang ingin kita kejar, mudah-mudahan sesuai dengan apa yang kita harapkan,” papar Tebe.

Lebih lanjut, Tebe berharap kedepannya banyak kecamatan lain sekitar Cidaun untuk bisa mengikuti langkah budidaya udang di Cidaun. Sehingga mampu meningkatkan produktivitas pelaku usaha perikanan di Kabupaten Cianjur.

Dengan begitu bisa menjadi bagian dari percepatan pemulihan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19 untuk bisa segera terwujud.

”Saya sangat apresiasi LMDH Mandiri di Cidaun ini bisa berhasil secara mandiri dan berkelanjutan dalam budidaya tambak udang serta dapat meluas ke LMDH Mandiri lainnya yang berada di Kabupaten Cianjur ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, selalu meminta agar mampu menggenjot produktivitas udang nasional. Agar peningkatan produksi udang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel