Budidaya Ternak Ayam Kampung Mudah untuk Pemula

·Bacaan 8 menit
Budidaya Ternak Ayam Kampung Mudah untuk Pemula
Budidaya Ternak Ayam Kampung Mudah untuk Pemula

RumahCom - Memulai sebuah usaha sendiri adalah salah satu hal yang sangat menarik dan bisa Anda coba sejak dini. Dengan mencoba untuk membangun usaha maka Anda bisa belajar banyak mengenai usaha, merasakan untung dan rugi dalam berusaha, serta mengembangkan bagaimana usaha Anda bisa berjalan dan berkembang dengan baik. Salah satu bentuk usaha yang bisa Anda coba adalah mencoba untuk melakukan budidaya ternak ayam kampung di rumah sendiri.

Melakukan budidaya hewan ternak bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dilakukan, karena ada banyak sekali proses yang perlu dilewati dan Anda harus menjaga bagaimana hewan ternak yang Anda miliki bisa tumbuh dengan baik. Supaya Anda bisa memiliki dan menjalankan budidaya hewan ternak sendiri dengan mudah maka artikel kali ini akan membahas mengenai:

  1. Perbedaan dan Keunggulan Ayam Kampung

    1. Perbedaan Ayam Kampung dan Ayam Petelur

    2. Keunggulan Ayam Kampung dibandingkan Ayam Broiler atau Petelur

  2. Cara Beternak Ayam Kampung

    1. Mempersiapkan Kandang

    2. Memilih Indukan yang Tepat

    3. Melakukan Pengawinan Indukan

    4. Proses Penetasan Telur

    5. Memelihara Anakan Ayam

    6. Menjual Ayam Kampung

  3. Sistem Budidaya Ayam Kampung

    1. Ternak Sistem Umbaran

    2. Ternak Sistem Semi Intensif

    3. Ternak Sistem Intensif

Panduan Lengkap Sewa Rumah yang Ideal dengan Persiapan yang Tepat
Panduan Lengkap Sewa Rumah yang Ideal dengan Persiapan yang Tepat

Menyewa Rumah

Panduan Lengkap Sewa Rumah yang Ideal dengan Persiapan yang Tepat

1. Perbedaan dan Keunggulan Ayam Kampung

Meskipun membutuhkan waktu yang lama, ayam kampung yang berhasil tumbuh baik bisa dijual dengan harga mahal. (Foto: Pexels - Italo Melo)
Meskipun membutuhkan waktu yang lama, ayam kampung yang berhasil tumbuh baik bisa dijual dengan harga mahal. (Foto: Pexels - Italo Melo)

Meskipun membutuhkan waktu yang lama, ayam kampung yang berhasil tumbuh baik bisa dijual dengan harga mahal. (Foto: Pexels - Italo Melo)

Jika Anda sedang berkunjung ke pasar, mungkin Anda akan melihat banyak sekali ayam yang dijual dengan jenisnya yang berbeda-beda. Setiap jenis ayam memiliki tekstur daging yang berbeda-beda, terutama apabila diolah. Tidak semua ayam juga bisa cocok untuk dikonsumsi karena ada ayam yang sengaja diternakkan karena memiliki fungsi yang lain:

1. Perbedaan Ayam Kampung dan Ayam Petelur

Dua jenis ayam yang paling sering Anda temukan di pasar modern atau pasar swalayan adalah ayam kampung dan ayam petelur atau broiler. Kedua ayam tersebut sebenarnya sangat berbeda dan memiliki perawakan yang tidak sama.

  • Ayam kampung biasanya memiliki tubuh yang kurus karena ayam tersebut dikembangbiakkan dengan cara alami dan tidak menggunakan suntikan gizi tambahan. Daging dari ayam yang dikembangbiakkan secara alami biasanya akan memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang lebih gurih karena pakan makanan alami yang sangat bervariatif. Proses melakukan ternak dari ayam kampung juga membutuhkan waktu yang relatif lebih lama karena tidak adanya tambahan suplemen yang disuntikkan pada ayam.

  • Ayam petelur atau lebih dikenal sebagai ayam broiler biasanya memiliki tubuh yang besar dan gemuk. Ayam tersebut memang sengaja diternakkan supaya bisa menghasilkan daging dalam jumlah yang banyak. Supaya pertumbuhan dari ayam broiler bisa dilakukan dalam waktu yang cepat maka biasanya ditambahkan berbagai suplemen di dalam makanannya atau bahkan terdapat beberapa peternakan yang menyuntikkan steroid supaya ayam bisa tumbuh besar. Pada umumnya, ayam broiler bisa tumbuh dewasa dan siap untuk dipotong hanya dalam waktu 4 minggu saja.

2. Keunggulan Ayam Kampung dibandingkan Ayam Broiler atau Petelur

Ayam kampung sebenarnya merupakan salah satu breed atau jenis ayam yang sangat diminati karena memiliki banyak sekali keunggulan yang membuat ayam tersebut menjadi sangat spesial. Di bawah ini adalah beberapa keunggulan ayam kampung dibandingkan ayam broiler yang perlu Anda ketahui:

  • Ayam kampung dikenal sebagai ayam yang lebih kaya akan kandungan protein. Karena memiliki diet dan pakan yang alami, maka ayam tersebut bisa tumbuh secara alami dan memiliki asupan gizi yang sangat beragam. Secara umum, ayam kampung memiliki kandungan protein setidaknya 50 persen lebih besar dibandingkan ayam broiler.

  • Tekstur daging yang dimiliki oleh ayam kampung biasanya akan jauh lebih empuk dan mudah untuk dikonsumsi. Ayam kampung juga membutuhkan proses memasak yang lebih sebentar karena teksturnya yang halus dan dagingnya tidak keras.

  • Ayam kampung tidak akan mempengaruhi kandungan hormon di tubuh seseorang. Proses ternak yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia tidak akan berbahaya bagi tubuh dalam jangka waktu panjang apabila dikonsumsi.

  • Rasa daging yang dimiliki oleh ayam kampung akan lebih gurih sehingga sering digunakan sebagai bahan utama dalam aneka masakan dan makanan.

Dilihat dari segi kesehatan, ayam kampung memang lebih aman dikonsumsi. Apalagi kalau membudidayakan ayam kampung ini sendiri.. Mau punya rumah yang lingkungan sekitarnya masih hijau, berudara sejuk, sehat, dengan harga tidak terlalu mahal di Parung Panjang? Cek pilihan rumahnya dengan harga di bawah Rp500 jutaan di sini!

Baca Juga: Begini Cara Budidaya Ikan Gurame Agar Untung

2. Cara Beternak Ayam Kampung

Ayam kampung harus diternakkan pada tempat yang terbuka. (Foto: Pexels - Tiut Vladut)
Ayam kampung harus diternakkan pada tempat yang terbuka. (Foto: Pexels - Tiut Vladut)

Ayam kampung harus diternakkan pada tempat yang terbuka. (Foto: Pexels - Tiut Vladut)

Melakukan ternak ayam kampung tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Proses yang Anda lakukan harus dilaksanakan dengan baik supaya ayam bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Di bawah ini adalah beberapa cara mudah untuk beternak ayam kampung yang bisa menjadi referensi bagi Anda:

1. Mempersiapkan Kandang

Melakukan ternak ayam kampung berbeda dari ayam broiler yang membutuhkan pabrik besar dan proses yang rumit. Anda bisa memelihara ayam hanya dengan membuat dan menggunakan kandang di rumah Anda. Buatlah kandang dengan ukuran yang lega dan hindari membuat yang terlalu sesak.

Supaya ayam tidak berkeliaran dan kabur, usahakan kandang tertutup secara sempurna dan memiliki tinggi setidaknya 3 meter karena apabila di bawah ukuran tersebut maka ayam masih bisa terbang dan kabur. Buat juga sekat yang memisahkan antara ayam yang dewasa dengan ayam anakan yang baru akan mulai ditetaskan.

2. Memilih Indukan yang Tepat

Supaya bisa menghasilkan keturunan ayam yang baik dan kuat, pastikan supaya anda memilih indukan yang tepat. Tips yang bisa Anda gunakan untuk memilih indukan adalah carilah ayam yang mempunyai suara kokok yang keras dan lantang. Bulu dari ayam juga harus mengkilap dan ayam tidak boleh memiliki cacat sama sekali karena akan mempengaruhi ke keturunannya.

3. Melakukan Pengawinan Indukan

Ayam-ayam yang baru dipindahkan ke lingkungan baru biasanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Setelah ayam nyaman dan terbiasa barulah biasanya proses kawin akan berlangsung. Proses pengawinan ini tidak bisa dipercepat dan harus terjadi secara alamiah antara ayam jantan dan betina. Ayam betina yang mulai sering berkokok dan berisik biasanya merupakan tanda bahwa ayam tersebut sudah siap bertelur dan Anda harus segera memasukkannya ke tempat khusus.

4. Proses Penetasan Telur

Setelah ayam-ayam berhasil bertelur, Anda harus segera menyiapkan tempat untuk melakukan penetasan telur sendiri. Buatlah tempat penetasan yang terbuat dari kotak dan sudah ditambahkan lampu bohlam yang panas dengan daya sebesar 10 watt. Letakkan telur di bawah sorotan lampu lalu diamkanlah hingga 15 sampai 20 hari supaya telur bisa menetas.

5. Memelihara Anakan Ayam

Memelihara anakan telur yang baru menetas bukanlah sebuah proses yang mudah. Anda harus memberikan pakan yang terbuat dari jagung yang sudah digiling secara halus supaya anak ayam tidak tersedak ketika makan.Pakan dari jagung yang halus tersebut harus diberikan hingga anakan berusia dua bulan

6. Menjual Ayam Kampung

Jika anakan ayam sudah memasuki usia tiga bulan maka Anda sudah bisa menjual dan memasarkan ayam tersebut. Sebelum menjual ayam, pastikanlah supaya bobotnya sudah sesuai dan ayam tidak terlalu kurus. Ayam yang kurus akan sangat mempengaruhi harga jual dan membuat Anda tidak bisa mendapatkan keuntungan yang banyak.

Tip Rumah

Usahakan untuk mencampurkan pakan dengan makanan bergizi lainnya supaya ayam bisa tumbuh sehat dan memiliki bobot yang pas.

3. Sistem Budidaya Ayam Kampung

Terdapat sistem budidaya yang mengharuskan ayam supaya dilepas ke alam. (Foto: Pexels - Kirsten Buhne)
Terdapat sistem budidaya yang mengharuskan ayam supaya dilepas ke alam. (Foto: Pexels - Kirsten Buhne)

Terdapat sistem budidaya yang mengharuskan ayam supaya dilepas ke alam. (Foto: Pexels - Kirsten Buhne)

Melakukan ternak ayam tidak bisa Anda lakukan seperti memelihara hewan peliharaan pada umumnya. Meskipun demikian, ayam kampung memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan dengan ayam broiler sehingga pada saat merawatnya ayam tersebut tidak akan mudah mati begitu saja. Di bawah ini adalah beberapa sistem budidaya ayam kampung yang bisa Anda coba ikuti:

1. Ternak Sistem Umbaran

Ternak ayam kampung dengan sistem umbaran adalah salah satu sistem ternak yang sangat sederhana dan tidak membutuhkan proses yang rumit. Anda tidak perlu repot-repot untuk membuat kandang dengan ukuran yang besar dan bisa membuat kandang sederhana hanya untuk mencegah gangguan dari tangan orang yang jahil.

Dalam ternak sistem umbaran, ayam akan dilepas ke alam liar mulai dari pagi hari dan ketika menjelang sore, ayam akan digiring kembali untuk masuk ke dalam kandang. Sistem ini sangat cocok apabila Anda tinggal di daerah pedesaan yang terbuka dan memiliki lahan yang luas.

2. Ternak Sistem Semi Intensif

Ternak dengan sistem semi insentif ini sedikit berbeda dengan sistem umbaran. Pada sistem ini, Anda membutuhkan sebuah pekarangan sehingga ayam hanya akan dilepas pada sebatas pekarangan Anda saja. Kandang yang berupa pekarangan tersebut memiliki alas tanah dan ditumbuhi oleh rerumputan hijau supaya terlihat menarik.

Ternak dengan sistem ini sangat baik untuk dilakukan apabila Anda mempunyai pekarangan yang luas dan bisa dimanfaatkan untuk melakukan ternak tanpa mengganggu situasi dari rumah tinggal Anda. Ternak juga masih bisa berjalan dengan bebas dan mendapatkan makanan tambahan seperti cacing tanah.

3. Ternak Sistem Intensif

Ternak ayam kampung dengan sistem intensif ini bisa dikatakan lebih menyerupai dengan ternak ayam broiler yang dibuat secara khusus. Ayam biasanya akan memiliki kandang dengan ukuran yang lebih kecil untuk memanfaatkan lahan yang tersedia dengan lebih baik lagi. Ternak ayam dengan sistem ini juga biasanya membutuhkan modal yang besar dan akan menghasilkan perputaran ternak dengan jumlah yang lebih besar lagi.

Itulah artikel mengenai budidaya ternak ayam kampung yang bisa dicoba bagi Anda yang baru pertama kali mencobanya. Mulailah terlebih dahulu dalam jumlah yang sedikit supaya Anda tidak terlalu rugi apabila terjadi kegagalan. Selamat mencoba.

Melalui video yang menarik berikut ini, Anda bisa mengenali tips memilih hunian yang

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya