Buka Akses Listrik Desa-desa di Indonesia Kementerian ESDM Kirim 100 Generasi Muda lewat Program Patriot Energi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah akan memberikan layanan program pendampingan dalam membuka akses listrik bagi desa-desa di Indonesia yang belum teraliri listrik melalui optimalisasi penggunaan Energi Baru Terbarukan. Nantinya, Kementerian ESDM akan mengirim 100 generasi muda lewat program Patriot Energi.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyampaikan langkah ini sebagai dukungan atas upaya percepatan peningkatan rasio elektrifikasi desa melalui penyediaan akses desa di 4T (Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan wilayah Transmigrasi).

"Kami memberikan kesempatan kepada generasi muda yang berjiwa sosial, aktif, cerdas, bersemangat dan memiliki motivasi untuk berpartisipasi dan terlibat langsung dalam pengembangannya," kata Dadan saat acara Launching Program Patriot Energi pada Jumat (18/6).

Kehadiran patriot energi, imbuh Dadan, diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kesejahteraan ekonomi masyarakat berbasis energi primer setempat.

"Program serupa juga sudah pernah dilaksanakan oleh Ditjen EBTKE bekerja sama dengan Yayasan Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) pada tahun 2015 dan 2016," jelasnya.

Saat itu, sekitar 200 orang mendapatkan pendidikan dan pelatihan oleh Kementerian ESDM untuk meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat di bidang pemanfaatan EBT.

"Pertimbangan kami untuk melaksanakan kembali program Patriot Energi adalah pertama masih adanya rumah tangga yang belum berlistrik dan atau sudah berlistrik namun menyala kurang dari 12 jam," ungkap Dadan.

Di samping itu, masih terdapat 433 desa yang gelap gulita dan 5.231 desa yang berlistrik swadaya bukan dari PLN dengan kualitas yang kurang memadai, serta terdapat 5.200 unit Pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang masih dioperasikan oleh PLN yang direncanakan akan dikonversi pembangkit EBT.

Pertimbangan lain adalah program lampu tenaga surya hemat energi yang dilaksanakan 2016 sampai 2018 telah habis masa pakainya. Kemudian, beberapa proyek infrastruktur EBT yang dibangun oleh APBN belum semuanya diserahterimakan kepada Pemda dan ada berapa yang rusak.

"Perlu direvitalisasi dan juga ada rencana kegiatan-kegiatan percepatan dari penyediaan listrik ke masyarakat di tahun 2021. Ini memerlukan pendampingan kepada masyarakat untuk menjelaskan cara pemakaian termasuk pengelolaannya. Penyelesaian kondisi tersebut akan sangat terbantu apabila program Patriot Energi dapat dilaksanakan kembali," ujar Dadan.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel