Buka-bukaan Nova Arianto, Tantangan Berbeda Jadi Pemain dan Asisten Pelatih Timnas Indonesia

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Bnadung - Ketangguhan Nova Arianto sebagai stoper ketika masih aktif sebagai pesepak bola membuatnya dilirik untuk masuk dalam staf kepelatihan Timnas Indonesia. Memang, selama masih menjadi pemain sepak bola, Nova pernah menjadi bagian dari kekuatan Tim Garuda pada 2008. Ia bahkan sempat membela Timnas Indonesia U-18.

Gantung sepatu, pemain yang karib disapa Vava ini pun dipercaya mendampingi Shin Tae-yong di Timnas Indonesia sebagai asisten pelatih.

Peran sebagai pemain dan asisten pelatih Timnas Indonesia diakui Nova Arianto memiliki kesulitan yang berbeda. Menurutnya, menjadi pemain tidak harus memikirkan hal selain sepak bola.

Ketika sudah menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia, banyak yang dipikirkan oleh Nova Arianto bagi pasukannya, apalagi membawa nama baik bangsa dan negara.

"Kesulitan di tim nasional ketika menjadi pemain dan pelatih sudah pasti berbeda. Ketika menjadi pemain, kita tidak memikirkan hal-hal selain sepak bola. Namun, setelah menjadi pelatih banyak yang harus dipikirkan," ujar Nova Arianto dalam Youtube Radio PRFM 107,5 News Channel.

"Kemudian bagaimana mengontrol pemain, mengontrolnya di luar lapangan, apalagi sekarang ada media sosial yang sangat luar biasa. Menurut saya, itu tantangan saya sebagai ofisial tim nasional untuk menjaga pemain agar tetap baik. Pekerjaan rumah tambahan," ujar asisten pelatih Timnas Indonesia itu.

Kontrol Media Sosial

Asisten pelatih Timnas Indonesia U-22, Nova Arianto, memberikan arahan saat latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Kamis (24/1). Latihan ini merupakan persiapan jelang Piala AFF U-22. (Bola.com/Yoppy Renato)
Asisten pelatih Timnas Indonesia U-22, Nova Arianto, memberikan arahan saat latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Kamis (24/1). Latihan ini merupakan persiapan jelang Piala AFF U-22. (Bola.com/Yoppy Renato)

Hal tersebut yang membuat Nova Arianto akhirnya mengontrol media sosial para pemainnya, terutama setiap kali melakukan pemusatan latihan, di mana tujuannya agar sikap para pemain tetap terjaga.

"Saya hanya mengingatkan saja bahwa kalian sebagai pemain Timnas Indonesia menjadi sorotan banyak pihak. Kalau sudah di Timnas Indonesia, sorotannya sudah nasional. Jadi saya berharap mereka bisa menjaga sikap mereka, termasuk di luar lapangan. Bijak dalam bermedia sosial karena mereka menjadi panutan," ujar Nova Arianto.

"Jangan sampai seorang pemain Timnas Indonesia memberikan contoh yang tidak baik bagi persepakbolaan Indonesia karena khawatir performa mereka pun menjadi turun karena sosial media," ujar pelatih kelahiran Semarang, 4 November 1978 itu.

Masalah Saat Pandemi COVID-19

Asisten pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto saat sesi latihan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Senin (13/1/2020). Gong Oh-kyun dinyatakan postif terpapar virus corona. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Asisten pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto saat sesi latihan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Senin (13/1/2020). Gong Oh-kyun dinyatakan postif terpapar virus corona. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Mengenai vakumnya sepak bola Indonesia karena pandemi COVID-19, Nova mengaku memiliki masalah tersendiri di tubuh Timnas Indonesia, terlebih untuk pelatih Shin Tae-yong.

"Kita kesulitan menjalani program-program dengan adanya COVID-19, terkadang kita terhambat dengan PPKM atau pembatasan sehingga terkadang kesulitan menjalani TC.

Selain itu, lanjut Nova, untuk melihat potensi-potensi pemain Indonesia sulit karena kompetisi berhenti dulu akibat COVID-19.

"Dengan kata lain pengaruhnya sangat besar, apalagi kondisi pemain pasti tidak dalam keadaan prima," ungkap Nova mengakhiri.

Video