Buka Festival Teluk Jailolo, Sandiaga S Uno berkunjung ke Maluku Utara

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga S Uno dijadwalkan melakukan serangkaian kunjungan kerja selama dua hari di Provinsi Maluku Utara (Malut) sekaligus membuka Festival Teluk Jailolo (FTJ) di Kabupaten Halmahera Barat.

"Kehadiran Menparekraf di Malut membuka FTJ tahun 2022 ini dan melakukan visitasi Desa Wisata Lako di Sahu, karena masuk dalam 50 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI)," kata Kepala Biro Administrasi Pimpinan Pemprov Malut, Rahwan Suamba kepada ANTARA, di Ternate, Senin.

Selain kunjungan kerjanya di Malut mulai 15- 16 Juni 2022 di Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Menparekraf juga akan melihat pengembangan UMKM dan berbagai kreatifitas yang ada di Kota Ternate.

Ia mengatakan Pemprov telah berkoordinasi dengan kabupaten/kota yang akan dikunjungi Menparekraf Sandiaga S Uno.

Sementara itu, Pemkab Halmahera Barat terus mengembangkan potensi objek wisata andalannya untuk menarik wisatawan domestic maupun mancanegara untuk berkunjung ke daerahnya.

Kadis Pariwisata dan Dispora Halbar, Fenny Kiat dihubungi dihubungi menyatakan, pihaknya telah persiapkan kunjungan Menparekraf Sandiaga Uno sekaligus membuka FTJ di Jailolo tahun 2022.

Olehnya itu, dalam momentum FTJ tahun 2022 ini, Kemenparekraf meminta untuk meningkatkan program desa wisata, salah satunya di Kabupaten Halbar.

Selain itu, tim penilai dari Kemenparerekraf akan melakukan verifikasi di lapangan dan melihat secara dekat kondisi objek wisata di Sahu, sebagai salah satu objek wisata andalan yang berada di desa Kabupaten Halbar.

Sebelumnya, Pemkab Halbar menyataka FTJ masuk jajaran 100 Wonderfull di Indonesia, mengusung tema pesona budaya kekayaan rempah, ritual sigofi ngolo (bersih laut), teater kuliner 7 suku di Idamdehe, makanan khas , jelajah Halbar bagi wisatawan yang ingin berpetualang melalui ekspedisi burung bidadari, pesta tani, pranata adat, puncak persebahan teaterikal sasadu atas laut dan diramaikan kehadiran artis ibu kota seperti Gunawan dan Ada Band.

FTJ menyuguhkan kekhasan budaya tujuh suku asli di kabupaten itu di antaranya Sahu, Tobaru, Loloda dan Gamkonora itu akan menampilkan berbagai budaya yang menjadi ciri khas masing-masing seperti ritual adat dan kesenian tradisional.

Baca juga: Menparekraf apresiasi suksesnya Festival Teluk Jailolo Halmahera Barat

Baca juga: Kemenparekraf: Festival Teluk Jailolo Halmahera Barat sangat menarik

Baca juga: Festival Teluk Jailolo tingkatkan kunjungan wisatawan

Baca juga: FTJ 2019 suguhkan kekhasan budaya tujuh suku asli Halmahera Barat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel