Buka IPEX 2020, Wapres Ma'ruf Amin Ingatkan Pengembang Soal Air Bersih

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin hari ini membuka gelaran Indonesia Property Expo (IPEX) 2020 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Jakarta. Pada kesempatan tersebut, turut hadir Menteri ATR/PPN Sofyan Djalil, Wakil Menteri BUMN 2 Kartika Wirjoatmodjo, dan Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Pahala Nugraha Mansury.

Dalam kata sambutannya, Ma'ruf Amin coba mengingatkan pengembang perumahan beserta Bank BTN selaku penyelenggara acara, akan kewajiban menyediakan sistem air bersih dan sanitasi yang baik.

"Pesan penting juga saya minta pengembang perumahan, baik MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) maupun non-MBR harus sediakan sistem air bersih dan sanitasi yang baik. Karena itu berpengaruh terhadap risiko stunting," imbuhnya di JCC, Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

"Saya minta ke BTN untuk tidak mencairkan kredit sebelum sistem air bersih dan sanitasi belum berfungsi dengan baik," dia menambahkan.

Di sisi lain, ia turut mengapresiasi seluruh pihak dalam upaya mengurangi angka backlog perumahan. Termasuk BTN yang dianggapnya menjadi salah satu bank dengan kontribusi penyaluran Kredit Perumahan Rakyat (KPR) kepada masyarakat.

"Kita bersyukur KPR satu juta rumah dalam dua tahun terakhir sudah dapat capai angka di atas 1 juta unit. Tapi kita tidak boleh berpuas diri karena capaian tersebut, perlu ditingkatkan. Kenapa? Karena keluarga baru terus meningkat, dan Indonesia harus menghadapi puncak bonus demografi pada 2030," paparnya.

 

Program Satu Juta Rumah

Pengunjung memadati stan Indonesia Property Expo (IPEX) 2018 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Sabtu (3/3). PEX 2018 merupakan pameran yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-68 Bank BTN pada 9 Februari mendatang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dia pun bangga karena program 1 juta rumah yang dicanangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam 5 tahun terakhir sekitar 70 persennya telah berhasil dinikmati oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

"Ke depan kami berharap sektor MBR non-formal dapat lebih banyak lagi yang memiliki hunian dan rumah. Dengan demikian itu tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tapi bisa ke pemarataan kebahagiaan dan kesejahteraan rakyat," tutupnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: