Buka Muktamar, Jokowi Minta Muhammadiyah & Aisyiyah Sebarkan Islam yang Berkemajuan

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo alias Joko Widodo membuka Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah, di Stadion Manahan, Sabtu (19/11). Dalam kesempatan tersebut Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana.

Dalam sambutannya Jokowi menyampaikan rasa terimakasih atas bantuan Muhammadiyah dalam mengedukasi masyarakat dalam mengatasi pandemi Covid-19 selama 3 tahun terakhir. Keberhasilan penanganan pandemi tersebut telah menjadi pondasi penting dalam pemulihan ekonomi nasional.

Selain penanganan Covid-19 dalam pidatonya, Jokowi juga pamer keberhasilan pertumbuhan ekonomi, peningkatan perdagangan dan lainnya. Jokowi juga pamer upaya mendongkrak UMKM yang saat ini mulai naik kelas dengan digitalisasi. Presidensi G20 dan Ketua ASEAN serta di Forum PBB juga turut menjadi materi sambutan.

Menghadapi kompetisi global yang semakin ketat, Jokowi juga mengajak agar fokus dalam peningkatan SDM dan penguasaan IPTEK. Jokowi juga berterimakasih atas kontribusi besar Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam pendidikan. Melalui 170 lebih perguruan tinggi, 1.364 SMA, 826 SMP, 817 SD, 233 TK, PAUD dan Kelompok Bermain serta dan 440 pesantren.

"Saya mengharapkan peran sentral bapak ibu, untuk terus menyebarkan Islam yang berkemajuan, Islam yang penuh dengan nilai nilai toleransi, Islam yang menjaga persatuan, persaudaraan dan perdamaian. Sesuai ajaran Islam sebagai rahmat seluruh alam," katanya.

Pembukaan muktamar ditandai dengan penekanan tv layar sentuh oleh Presiden Jokowi didampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantin Aisyiyah.

Turut hadir dalam Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI Puan Maharani, Duta Besar Negara sahabat, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju dan lainnya.

Usai pembukaan sejumlah kegiatan masih akan dilakukan hingga hari Minggu besok. Yakni Sidang Pleno II dengan Pidato Iftitah Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dilanjutkan sidang pleno III, jawaban Pimpinan Pusat Muhammadiyah atas Tanggapan PWM dan Ortom Tentang Laporan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Paparan Tim Verifikasi Keuangan.

Setelahnya dilakukan pemilihan Anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah Masa Jabatan 2022–2027.

Pada hari terakhir dilakukan penutupan oleh Wakil Presiden Maruf Amin. Selain penutupan masih ada Sidang Pleno VI yang berisi isu-isu Strategis Keumatan, Kebangsaan, dan Kemanusiaan Universal.

Agenda berikutnya adalah sidang Pleno VII yang membahas penetapan hasil pemilihan anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah Masa Jabatan 2022–2027. Dilanjutkan rapat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Terpilih Masa Jabatan 2022–2027. [rhm]