Buka Puasa Pakai Minuman Kekinian, Segar Tapi Ada Bahaya Mengintai

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Rasanya akan sangat menyegarkan bisa berbuka puasa dengan minuman manis dan dingin. Apalagi, ditambah dengan topping yang nampak menggiurkan seperti pudding hingga boba. Tapi, bahaya enggak, sih?

Dituturkan Nutritionist Herbalife Nutrition Indonesia Aria Novitasari, minuman kekinian tersebut memang sangat mudah ditemukan dan harganya terjangkau. Tak heran, minuman ini menjadi alternatif untuk berbuka puasa lantaran rasanya yang manis dan menyegarkan dahaga.

Namun, mengonsumsi minuman kekinian bukan berarti tak membawa dampak buruk pada tubuh. Aria menjelaskan, kalori dalam segelas minuman kekinian bisa sangat tinggi. Di satu sisi, tubuh saat puasa kerap minim aktivitas fisik.

"Walau pesen ukuran small minuman kekinian tapi jumlah kalori bisa lebih banyak dari makanan kita saat buka puasa. Puasa kan aktivitas fisik berkurang tapi intake makanan dan minuman berlebih dampaknya ke komposisi tubuh kita," tutur Aria dalam nutrition virtual talk bersama Herbalife Nutrition, beberapa waktu lalu.

Aria melanjutkan, sesekali mengonsumsi minuman kekinian tersebut tentu diperbolehkan. Tapi, jika sudah terlalu sering, komposisi tubuh lama kelamaan menjadi berubah sehingga memicu bobot tubuh berlebih. Ditambah dengan asupan gula yang berlebihan.

"Minuman kekinian juga tinggi gula. Pasti gulanya enggak 1 sdm. Bisa 4 sdm di minuman kekinian aja," katanya.

Padahal, kata Aria, standard konsumsi gula dalam sehari hanya dianjurkan 4 sdm, baik dari makanan dan minuman. Untuk itu, Aria menyarankan untuk lebih membatasi asupan minuman kekinian tersebut. Bisa juga disiasati dengan porsi gelas yang lebih kecil atau dikonsumsinya berbagi dengan keluarga.