Buka Ratusan Ribu Lapangan Kerja, Pembangunan KIT Batang Dikebut

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT PP (Persero) Tbk bersinergi dengan beberapa BUMN dan Lembaga Pemerintahan mempercepat pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang fase 1 seluas 450 hektare. Fase ini merupakan bagian dari Klaster I KIT tersebut yang rencananya bisa menciptakan ratusan ribu lapangan kerja.

Sinergi dilakukan oleh PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), PT Perkebunan Nusantara IX (PTPN IX). Dalam pengembangan KIT Batang tahap 1 ini akan dibangun beberapa fasilitas pendukung dan konektivitas kawasan, antara lain akses sementara kawasan, simpang susun tol KM 371+800, dan jalan sekunder sepanjang 11,4 km.

Kemudian, jalan utama sepanjang 5,2 km, marketing gallery, perluasan stasiun dan dryport, jaringan listrik, suplai air baku, rumah susun sederhana sewa, dan IPAL Sampah.

Baca juga: Harga Minuman Beralkohol Naik Picu Inflasi Oktober 2020

KIT Batang sendiri terletak di Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang memiliki total luas lahan untuk dikembangkan seluas 4.300 hektare. Pengembangan didasarkan pada konsep The Smart & Sustainable Industrial Estate untuk merespons revolusi industri 4.0 di Indonesia maupun global.

Direktur Utama PTPP Novel Arsyad mengungkapkan, pihaknya juga bersinergi dengan Perumda Batang, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian BUMN untuk menyelesaikan fase satu ini sehingga Klaster 1 bisa segera beroperasi.

“Sinergi yang dilakukan antara PT PP dengan beberapa BUMN dan Lembaga Pemerintahan merupakan salah satu inovasi model bisnis yang saat ini dijalankan oleh perusahaan. KIT Batang merupakan bagian dari program Pemerintah untuk mendorong penguatan sektor Industri di Indonesia," ujar Novel dikutip dari keterangan resminya, Senin, 2 November 2020.

Klaster 1 KIT Batang sendiri memiliki 3.100 hektare dan akan dilakukan pengembangan industrial estate & industrial township (Distrik Kreasi). Dalam distrik kreasi, tata guna lahan yang akan dikembangkan untuk area industri sebesar 49,17 persen di mana untuk gross non-saleable area sebesar 66,40 persen dan gross saleable area sebesar 33,60 persen.

Pengembangan Distrik Kreasi ini akan menciptakan lapangan pekerjaan untuk 205.664 pekerja. Sedangkan untuk Klaster 2 yaitu Distrik Inovasi, tata guna yang akan digunakan untuk gross nonsaleable area sebesar 57,36 persen, dan gross saleable area sebesar 42,64 persen. Dengan, menciptakan lapangan kerja untuk 49.254 pekerja.

Sementara itu Klaster 3 yaitu Distrik Rekreasi, tata guna yang akan digunakan untuk gross non-saleable area sebesar 29,12 persen. dan gross saleable area sebesar 70,88 persen. Dengan menciptakan lapangan kerja 56.392 pekerja.

"PTPP optimistis pembangunan Fase I ini dapat selesai sesuai dengan yang ditargetkan oleh Pemerintah,” ujarnya.

Sebagai informasi, KIT Batang akan dilayani oleh 5 jaringan infrastruktur utama yang memiliki konektivitas langsung dengan jalur kereta api yang menghubungkan pusat-pusat industri di sepanjang Pulau Jawa. Kemudian, terjangkau oleh 4 empat pelabuhan besar, 3 pelabuhan barang, 1 bandara internasional, akses jalan Tol Trans Jawa, dan akses jalan nasional rute 1 Pantura.

"Lokasinya yang strategis membuat KIT Batang menjadi pilihan yang optimal untuk investasi kawasan industri maupun tempat tinggal di masa depan," katanya.