Buka Trade Expo Indonesia ke-35, Jokowi Ingin Promosi Dagang Terus Digencarkan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gelaran Trade Expo Indonesia 2020 tetap dilaksanakan secara virtual di tengah pandemi covid-19. Dalam sambutannya, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan perdagangan dunia tengah mengalami kondisi yang sama. Yakni terganggunya supply dan demand akibat pandemi yang masih berlangsung ini.

“Walaupun di tengah pandemi, Trade Expo promosi pameran dagang harus dirancang dengan sebaik-baiknya jangan biasa-biasa saja. Kedepankan kreativitas untuk mendukung keunggulan produk produk kita luaskan pasar serta menjaga konsumen yang lebih banyak,” kata dia dalam Opening Ceremony 35th TRADE EXPO INDONESIA, Selasa (10/11/2020).

Jokowi menambahkan, kreativitas yang dimaksud antara lain dapat dilakukan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi digital. Bergerak ke virtual, atau bertransformasi dari offline ke online.

“Sampaikan showcase yang menarik bagi buyers internasional. Ini akan menjadi pengalaman baru untuk meningkatkan nilai tambah produk unggulan,” kata dia.

Jokowi menyampaikan, World Trade Organization (WTO) memproyeksikan volume perdagangan dunia tahun 2020 turun 9,2 persen. Namun, Jokowi menuturkan agar momentum ini tidak menjadikan pesimis.

“Dalam menghadapi kondisi yang sulit ini kita tidak boleh pesimis. Di saat perdagangan berupa mengalami perlambatan kita Justru harus bergerak lebih cepat lebih Gesit dan lebih responsif,” lanjut dia.

Menurutnya, dalam situasi seperti ini dapat dimanfaatkan untuk menangkap peluang baru. Hal ini sekaligus mempersiapkan diri agar mampu bersaing tatkala situasi mulai pulih.

“Lakukan perubahan-perubahan secara besar-besaran pada kualitas, desain, packaging, branding, pelayanan dan harga yang kompetitif. Semuanya harus betul-betul kompetitif, harus sesuai dan mampu memenuhi standar pasar ekspor di tingkat global,” kata Jokowi.

Pesan Jokowi

Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Rapat kabinet paripurna perdana tersebut  mendengarkan arahan Presiden dan membahas anggaran pendapatan dan  belanja negara tahun 2020. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Rapat kabinet paripurna perdana tersebut mendengarkan arahan Presiden dan membahas anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2020. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jokowi kembali menekankan perlunya eksekusi dalam setiap perencanaan. Termasuk dalam optimalisasi pasar potensial non tradisional maupun pasar baru dengan pendekatan yang baru pula.

“Saya mengajak kita semua mulai dari para eksportir. semua pejabat di Kementerian Perdagangan, para gubernur, sampai dengan perwakilan Indonesia di luar negeri untuk bergerak lebih cepat lebih solid dan lebih terpadu. Lakukan lebih banyak eksekusi, jangan hanya rencana,” ujar dia.

“Semuanya harus proaktif jangan pasif dan jangan hanya menunggu. Tawarkan semua potensi yang kita miliki.,” sambung Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menekankan pada peran pusat promosi perdagangan Indonesia agar lebih aktif bergerak dan tidak hanya melakukan business as usual. Melainkan dapat menjadi agen bisnis dan meningkatkan transaksi ekspor.

“Tidak hanya memasarkan, tapi juga melakukan negosiasi menjual dan memutuskan harga bisa memutuskan harga,” kata Jokowi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: