Buka Wawasan Menjawab Tantangan Pengelolaan SDM di Era Pandemi Covid-19 Kementerian ESDM Gelar Sharing Knowledge

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, instansi Pemerintah dituntut untuk dapat beradaptasi dengan kondisi yang dinamis, serta agile terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Selain itu, pandemi Covid-19 ini juga menuntut adanya kebiasaan baru, merubah banyak hal, membatasi ruang gerak, namun di saat yang sama pandemi ini juga harus dijadikan momentum upaya merapikan birokrasi dengan memanfaatkan inovasi dan memaksimalkan peran media komunikasi dalam melakukan penyebaran informasi dan internalisasi program Birokrasi.

Dalam rangka mendukung hal tersebut sekaligus membuka wawasan serta pembekalan kepada Agen Perubahan di lingkungan Ditjen Migas, dilaksanakan kegiatan Sharing Knowledge bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) dengan tema “Tantangan Pengelolaan SDM di Era Pandemi Bagaimana menjaga profesionalitas, mempererat engangement, menjalin komunikasi yg efektif” (23/06).

Dalam kegiatan Sharing Knowledge kali ini Ditjen Migas bekerja sama dengan Human Resources Migas Community (HRMC). HRMC sendiri adalah komunitas Human Resources (HR) Indonesia yang berkecimpung di bidang minyak dan gas yang anggotanya berasal dari instansi Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan-perusahaan swasta lainnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi yang diwakilkan oleh Plt. Koordinator Bagian Umum, Kepegawaian dan Organisasi, Diyan Wahyudi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa di dalam instansi Pemerintah terus dilakukan perubahan, perubahan ini tentunya ada di beberapa level, di pucuk Pimpinan dilakukan perubahan yang sifatnya birokratis sudah mengarah ke sisi seperti korporasi, hal ini terlihat dari beberapa Menteri dan level Pimpinan tinggi lainnya berasal dari dunia usaha, sehingga iklim birokrasi sudah mulai bertransformasi ke arah seperti korporasi, di level menengah kasubdit/kasie juga dilakukan perubahan melalui proses pendidikan pelatihan, yang dulu sifatnya dilayani sekarang lebih ke proses melayani dan juga yang terakhir diadakan di level staf yaitu dengan memunculkan agen perubahan.

(Foto:Dok.Kementerian ESDM)
(Foto:Dok.Kementerian ESDM)

“Tentu juga ini kita terus berproses dan melihat serta mengambil pengalaman dari dunia usaha apa yang bisa kita ambil dan kita adopt, mungkin 20 tahun lalu masih terngiang di benak kita kalo PNS (ASN) sesampainya di kantor duduk, baca koran sambal ngopi, nah itu udah 20 tahun lalu, PNS (ASN) jaman old, sekarang ini PNS (ASN) kekinian ya seperti teman-teman agen perubahan ini, saya mewakili Pimpinan, Bapak Sekretaris Ditjen Migas, juga sangat berterima kasih bahwa bapak ibu HRMC yang berkenan sharing kepada kami dan kami harapkan kepada rekan-rekan semua yang hadir bisa mendapatkan pengalaman dan perubahan-perubahan apa yang diberikan bisa kita terapkan di kantor kita,” papar Diyan.

Salah satu narasumber HRMC dari Culture and Chains Management PT Pertamina Hulu Energi (PT PHE), Alan, menyampaikan bahwa perubahan sangat penting, teknologi dan inovasi juga berubah, bahkan dulu tidak akan pernah terpikir dalam benak kita bahwa kita akan mengalami masa pandemi seperti sekarang dan akan bekerja secara online dari rumah seperti saat ini.

“Jadi memang ini sekarang era-nya berubah sangat cepat dan bagaimana caranya kita menangani perubahan ini dan budaya ini sekarang menjadi suatu hal yang penting, misalnya sekarang ini bagaimana cara kita mengontrol pegawai kita yang bekerja di rumah tapi dituntut untuk tetap high performance culture” jelas Alan.

(Foto:Dok.Kementerian ESDM)
(Foto:Dok.Kementerian ESDM)

Lebih jauh, Alan menjelaskan pentingnya bagaimana caranya bahwa meskipun dari rumah pekerjaan tetap bisa ter-eksekusi dengan baik oleh pegawai dan hasilnya juga ada, hal itulah yang menjadi tantangan saat ini. Selain itu, perubahan terhadap program budaya kerja yang ada di perusahaan atau instansi harus selalu dapat diukur dan dipertahankan sebagai suatu standar kerja yang baru.

Peserta kegiatan Sharing Knowledge ini adalah Agen Perubahan Ditjen Migas dan perwakilan pelaksana Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM dari masing-masing unit kerja di lingkungan Ditjen Migas.

Kegiatan Sharing Knowledge ini diharapkan dapat memberikan pemahaman terkait Manajemen Perubahan sekaligus mempercepat pelaksanaan perubahan di lingkungan unit sampai tingkat instansi dengan tingkat keberhasilan yang dapat diukur dengan jelas.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel