Bukalapak Dapat Mandat dari Sandiaga Uno Usai Umumkan IPO

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bukalapak.com (Bukalapak) bakal segera mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Merujuk prospektus singkat, perseroan akan gelar penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada 28 Juli - 30 Juli 2021 dan pencatatan di BEI dengan kode saham BUKA dijadwalkan pada 6 Agustus 2021.

IPO Bukalapak ini menjadi tonggak sejarah bagi industri teknologi dan pasar modal di Indonesia. Sehubungan dengan itu, pengusaha yang kini menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengaku bangga atas rencana tersebut.

"Kami ikut berbangga, karena ini merupakan startup unicorn pertama di Indonesia yang melakukan IPO di Bursa Efek. Sahamnya sudah bisa dimiliki, dan menjadi bagian dari masyarakat," kata Uno, dikutip dari laman instagram @sandiuno, Sabtu (10/7/2021).

Bukalapak berkomitmen untuk mewujudkan keadilan ekonomi untuk seluruh masyarakat Indonesia. Utamanya untuk Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM). Sektor tersebut menjadi salah satu penggerak terbesar ekonomi dalam negeri.

"Teruslah tumbuh menjadi bagian dari ekosistem ekonomi digital yang mensejahterakan UMKM, membuka peluang usaha dan lapangan kerja sebanyak-banyaknya," ujar Uno.

Tahun ini, Bukalapak terus berkembang menjadi perusahaan teknologi yang tidak hanya memberikan manfaat bagi UMKM secara online, tapi juga melalui platform dan layanan offline.

Perseroan memiliki rekam jejak program online to offline (O2O) yang dikenal dengan nama Mitra Bukalapak yang telah terbukti menunjukkan hasil yang bertumbuh secara signifikan. Pertumbuhan pendapatan mitra Bukalapak dari 2018 hingga 2020 lebih dari 1.200 persen.

Jaringan Mitra Terbanyak di Indonesia

Presiden Direktur Bukalapak, Muhammad Rachmat Kaimuddin (Foto: Liputan6.com/Pipit Ika Ramadhani)
Presiden Direktur Bukalapak, Muhammad Rachmat Kaimuddin (Foto: Liputan6.com/Pipit Ika Ramadhani)

Berdasarkan riset Frost & Sullivan, Bukalapak merupakan platform e-commerce yang paling banyak memiliki jaringan mitra di Indonesia. Tahun lalu, sekitar 27 persen dari TPV Bukalapak berasal dari mitra.

Per akhir Desember 2020, jumlah mitra yang terdaftar sebanyak 6,9 juta dengan pertumbuhan penjualan per mitra setelah bergabung mencapai tiga kali lipat, berdasarkan estimasi internal perusahaan.

"Melalui rencana IPO ini, kami yakin, dapat semakin memperkuat jaringan bisnis dan memberikan kesempatan kepada siapapun untuk berkembang bersama guna mewujudkan ekosistem digital, serta memajukan UMKM di Indonesia. Hal ini sejalan dengan misi Bukalapak untuk mewujudkan perekonomian yang adil bagi semua," ujar Presiden Direktur Bukalapak, Rachmat Kaimuddin.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel