Bukalapak Kantongi Pinjaman Rp 2 Triliun dari Bank DBS

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) atau disebut Bukalapak meraih pinjaman Rp 2 triliun dari PT Bank DBS Indonesia. Fasilitas pinjaman itu akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan.

Mengutip keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/11/2021), Bukalapak dan PT Bank DBS Indonesia teken perjanjian fasilitas perbankan pada 12 November 2021.

Fasilitas perbankan tersebut dalam bentuk uncommitted revolving short term loan senilai Rp 2 triliun dan berjangka waktu 1 satu tahun hingga jatuh tempo pada 12 November 2022. Fasilitas pinjaman itu akan diperpanjang secara otomatis untuk jangka waktu tiga bulan.

Adapun perjanjian fasilitas perbankan ini dibuat tanpa pemberian jaminan atau agunan secara khusus, tanpa mengurangi hak kreditur untuk meminta diadakannya jaminan dalam hal dipandang perlu. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki bunga 4,5 persen per tahun atau tingkat suku bunga lainnya yang disetujui oleh para pihak sebelum penarikan dengan jangka waktu maksimal tiga bulan dan wajib dibayarkan pada akhir bulan yang bersangkutan.

“Perolehan perjanjian fasilitas perbankan ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk melakukan diversifikasi sumber pendanaan selain dari penggunaan ekuitas yang diperoleh perseroan melalui penawaran umum perdana saham,” tulis manajemen perseroan.

Bukalapak juga telah mendapatkan kepercayaan dari sektor perbankan dalam upaya memperkuat posisi keuangan. Adapun latar belakang perseroan memperoleh fasilitas perbankan ini untuk bridging facility untuk aktivitas pengembangan usaha perseroan.

“Penandatanganan perjanjian pinjaman tersebut menyebabkan peningkatan jumlah kewajiban perseroan, namun penandatanganan perjanjian pinjaman ini tidak berdampak material secara negatif kepada kemampuan keuangan perseroan,” tulis perseroan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Genjot Bisnis UMKM, Bukalapak Hadirkan Aplikasi BukuMitra

Ilustrasi Bukalapak (Dok: Bukalapak)
Ilustrasi Bukalapak (Dok: Bukalapak)

Sebelumnya, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) resmi meluncurkan BukuMitra atau aplikasi dari fitur SaaS (Software as a Service) yang selama ini menjadi bagian dari aplikasi Mitra Bukalapak.

Peluncuran ini memberikan kesempatan bagi seluruh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai industri dan tipe bisnis, termasuk warung, kios pulsa, kedai makanan, jasa laundry, social commerce, untuk memiliki sistem pembukuan dan pencatatan hutang yang aman, mudah, dan efisien.

Selain itu, BukuMitra juga menyediakan fitur media promosi, dengan pengguna dapat membuat poster, katalog, kartu nama, dan spanduk untuk menyebarkan informasi tentang bisnisnya ke rekan-rekan mereka melalui platform digital seperti messaging app dan media sosial.

“Aplikasi Mitra Bukalapak telah membantu 8.7 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya dari warung atau toko yang hanya menjual barang kebutuhan sehari-hari. Ini juga merupakan strategi lanjutan kami," ujar Teddy Oetomo, President PT Bukalapak.com, Tbk.

Hal ini juga menjadi alasan lahirnya fitur SaaS di Mitra Bukalapak. Fitur ini telah digunakan oleh lebih dari 300.000 pengguna untuk melakukan pembukuan dan pencatatan hutang secara aman.

Semua catatan pembukuan pengguna BukuMitra juga akan tersimpan di cloud sehingga mengurangi risiko kehilangan data jika pengguna mengalami kerusakan atau kehilangan ponsel.

"Namun demikian, seringkali bisnis yang bertumbuh ini masih dikelola dengan metode pembukuan yang tradisional dengan buku tulis atau secarik kertas. Metode ini tentunya memiliki risiko seperti kertas yang hilang, tak sengaja terbuang atau kotor karena ketumpahan sesuatu. Dengan semua catatan hutang yang terdapat di kertas tersebut, para pelaku bisnis ini berpotensi kehilangan pendapatannya,” ujarnya.

Sementara itu, Komisaris Bukalapak Bambang Brodjonegoro menyampaikan, aplikasi semacam BukuMitra dapat berkontribusi terhadap salah satu pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) yang dicanangkan oleh PBB, yaitu peningkatan penyediaan pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi serta pengurangan ketidaksetaraan.

"Terdapat 64 juta pelaku UMKM di Indonesia yang diperkirakan berkontribusi terhadap lebih dari 60 persen PDB negara dan mempekerjakan 97 persen populasi negara,” ujar dia.

Ia menambahkan, dengan aplikasi BukuMitra, akan memberikan peluang kepada para pelaku UMKM untuk bisa terus tumbuh dan sejajar dengan pelaku bisnis retail modern dari segi pembukuan. Ini tentunya akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel