Bukalapak Pastikan Seluruh Penjual yang Tergabung di Ekosistemnya Tinggal di Indonesia

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi e-Commerce (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian besar barang yang dijual di e-commerce di Indonesia adalah produk impor terutama dari China. Bahkan Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaadmadja mengatakan bahwa 90 persen lebih produk yang dijual di e-commerce Indonesia adalah impor.

Bukalapak pun menanggapinya. Head of Category Management Bukalapak Ruth Retno Dewi memastikan, sampai saat ini, seluruh penjual online yang tergabung di ekosistemnya berdomisili di Indonesia. "Hingga saat ini semua pelaku UMKM di Bukalapak berdomisili di dalam negeri," ujarnya kepada Merdeka.com, Jumat (4/6/2021).

Sebab, kata dia, Bukalapak adalah portal e-commerce yang menyediakan platform jual beli online dan menampilkan (listing) barang-barang yang diunggah sendiri oleh penjual (user generated content).

Kendati demikian, dia enggan merinci lebih detail apakah seluruh produk yang ada di Bukalapak seluruhnya produk lokal asli Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA), Jahja Setiaatmadja mengatakan, 90 persen lebih produk yang dijual di e-commerce yang terdapat di Indonesia bukan produksi dalam negeri, melainkan produk impor.

Menurut dia, UMKM di luar negeri, seperti China, lebih siap dalam memasuki ekosistem ekonomi digital yang sudah merambah pasar global. Sementara UMKM di Indonesia, kata Jahja, masih perlu banyak edukasi dan peningkatan kapasitas dalam produksi, SDM, maupun kualitas produk.

"E-commerce di Indonesia ini sudah banyak, ada Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan lain-lain. Kalau kita lihat 90 persen lebih produk dari mana? Bukan UMKM kita, ini yang menyedihkan. Itu import goods," kata Jahja Setiaatmadja pada Rabu 2 Juni 2021.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel