BukaLapak: Pertumbuhan Penjualan BukaMall 2020 Capai 17 Persen

Dusep Malik, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Vice President Marketplace Bukalapak, Kurnia Rosyada, melaporkan bahwa di sepanjang tahun lalu pihaknya melihat adanya pertumbuhan yang cukup drastis dari sisi brand-brand yang tergabung di Bukamall.

Selain itu, pihaknya juga mencatat bahwa transaksi maupun penjualan di Bukamall pada Desember 2020 lalu hampir meningkat sebesar 3,1 dari 5,5 kali, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Kemudian overall dari penjualan di Bukamall kami mencatatkan pertumbuhan sebesar 17 persen per bulannya di sepanjang tahun 2020 lalu," kata Kurnia dalam telekonferensi, Kamis 4 Februari 2021.

Kurnia menjelaskan, adanya peningkatan pertumbuhan penjualan di Bukamall yang rata-rata sebesar 17 per bulannya itu, mengindikasikan tingginya tingkat kebutuhan untuk pembelian yang dilakukan secara online.

Dia mengaku, beberapa hal yang turut berkontribusi pada peningkatan ini salah satunya adalah karena pihak Bukalapak menambahkan lebih banyak lagi brand-brand untuk bergabung di dalam Bukamall tersebut.

Kemudian, lanjut Kurnia, Bukalapak juga melakukan marketing dan meningkatkan relationship yang lebih 'engage' kepada para brand tersebut.

"Seperti misalnya memiliki kampanye bareng bersama mereka, dan lain sebagainya," ujar Kurnia.

Kurnia menjelaskan, brand-brand yang sudah bergabung dan bekerja sama dengan Bukamall itu sendiri misalnya seperti Xiaomi, Unilever, Nivea, P&G, Samsung, Bayer, dan sebagainya.

Dia mengatakan, sinergi dalam hal marketing antara BukaLapak dengan brand-brand yang tergabung di BukaMall itu, dinilai juga sudah berjalan dengan sangat baik di tahun 2020 lalu.

"Selain itu, ada juga visibility yang kita tingkatkan, yang kita berikan kepada Bukamall official Store untuk menjangkau user-user kita," ujarnya.