BUKAN BERITA: Melihat apa yang tidak terjadi pekan ini

Berikut roundup dari beberapa cerita dan visual terpopuler tetapi sama sekali tidak benar dalam satu pekan. Tidak ada yang benar sekalipun tersebar luas di media sosial. Associated Press memeriksanya. Berikut fakta-faktanya:

___

KLAIM: Michigan mengirimkan surat suara kepada 7,7 juta orang menjelang pemilihan pendahuluan dan pemilihan umum. Ini dilakukan secara ilegal dan tanpa izin oleh seorang sekretaris negara bagian yang jahat.

FAKTA: Michigan mengirimkan surat undangan memberikan suara kepada pemilih, bukan surat suara itu sendiri. Presiden Donald Trump, seorang Republikan, pada Rabu menyampaikan tuduhan keliru di Facebook dan Twitter bahwa sekretaris negara bagian Michigan telah mengirimkan surat suara kepada jutaan pemilih di negara bagian tersebut. Sekretaris Negara Bagian Jocelyn Benson, seorang Demokrat, Selasa mengumumkan bahwa negara bagian ini mengirimkan undangan memberikan suara kepada 7,7 juta pemilih terdaftar sebelum pemilihan pendahuluan Agustus dan pemilu November di Michigan. Benson mengatakan mengirimkan aplikasi tersebut menelan anggaran negara bagian 4,5 juta dolar yang ditutupi dari dana paket bantuan virus corona pemerintah pusat atau federal. Biasanya, para pemilih Michigan harus meminta petugas setempat untuk mendapatkan surat undangan memilih. Pernyataan Benson itu dikritik oleh beberapa politisi Republik di negara bagian itu yang menganggap panitera lokal harus menangani permintaan itu dan uang akan lebih baik dihabiskan untuk membeli peralatan pelindung di tempat pemungutan suara dan petugas pemilu serta untuk mesin yang lebih cepat memproses lonjakan surat suara yang tidak hadir. Pada 2018, pemilih Michigan menyetujui inisiatif pemungutan suara di seluruh negara bagian yang memudahkan pembatasan pemilihan, termasuk mengizinkan pemilih meminta surat kehadiran memilih tanpa alasan.

____

KLAIM: Foto menunjukkan Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping mengangkat kaus bertuliskan "Aku (Cinta) China."

FAKTA: Foto itu telah dimanipulasi. Pada 12 Mei, akun Twitter resmi tim kampanye Trump mencuit foto Biden dan Xi yang bersebelahan sama-sama mengangkat dua kaus bertuliskan "Aku (Cinta) China." Posting yang juga bertuliskan "Biden (Cinta) China," sudah lebih dari 1.900 di-retweet. Dalam foto aslinya, Biden mengangkat sebuah T-shirt yang menyatakan "Persahabatan abadi dua negara, China Amerika," dalam bahasa China, sedangkan Xi memegang satu kaos lainnya yang bertuliskan "Membina niat baik antara Amerika & China," dalam bahasa Inggris. Foto karya fotografer Frederic J. Brown untuk AFP/Getty Images itu diambil di International Studies Learning School di South Gate, California, di luar kota Los Angeles, pada 17 Februari 2012. (Foto serupa bisa ditemukan dalam Arsip AP, tetapi Xi memegang kaus dengan teks bahasa China dan Biden memegang kaus bertuliskan bahasa Inggris). Ketika kedua pria itu bertemu, California berusaha meningkatkan investasi China di negara bagian itu. Tim kampanye Trump melukiskan Biden sebagai seorang Washington yang terpenjara seumur hidup dan menganggap dia terlalu nyaman bersama China.

___

KLAIM: Huruf dalam COVID-19 adalah singkatan dari "sertifikat identifikasi vaksinasi" dan 19 singkatan dari "AI," atau kecerdasan buatan.

FAKTA: COVID-19 adalah singkatan dari “coronavirus disease 2019 (penyakit virus corona 2019),” menurut Organisasi Kesehatan Dunia, yang menamainya Februari silam. Sebuah posting Facebook dengan lebih dari 21.000 view mengklaim nama "COVID" adalah akronim untuk "sertifikat identifikasi vaksinasi" yang merujuk kepada vaksin potensial di masa depan untuk virus corona dan sertifikat digital yang menunjukkan seseorang telah divaksinasi. Posting itu juga menyebutkan '19' dalam COVID-19 adalah singkatan dari huruf pertama dan kesembilan dari alfabet, A dan I, yang mewakili kata-kata "kecerdasan buatan." Posting ini merujuk kepada pernyataan Bill Gates bahwa di masa depan, mungkin ada sertifikat digital untuk melacak siapa yang telah diuji atau divaksinasi virus corona. Gates mengatakan dalam forum Reddit 18 Maret lalu bahwa "pada akhirnya kita akan memiliki sertifikat digital tertentu" untuk tujuan ini. Tapi posting-posting media sosial telah mencatut pernyataan ini di luar konteks dan mengklaim Gates ingin menanamkan microchip pada manusia atau menggunakan alat digital di seputar virus corona guna meningkatkan pengawasan terhadap manusia. Tidak ada bukti Gates berminat menggunakan sertifikat vaksinasi digital untuk memantau publik. Yayasan Bill dan Melinda Gates mengatakan kepada AP dalam email bahwa gagasan sertifikat digital "berkaitan dengan upaya menciptakan platform digital open source dengan tujuan memperluas akses ke tes berbasis rumah yang aman" untuk virus tersebut. Klaim-klaim bohong serupa dengan posting-posting ini beredar luas pada platform media sosial sejak WHO memperkenalkan nama COVID-19 untuk penyakit yang disebabkan oleh virus corona awal tahun ini. Lusinan posting online keliru sengaja memelintirkan akronim "Chinese Originated Viral Infectious Disease (Penyakit infeksi virus yang berasal dari China)" atau "Certificate of Vaccination Identification by Artificial Intelligence" (Sertifikat Identifikasi Vaksinasi oleh Kecerdasan Buatan). Tidak ada bukti yang membenarkan klaim-klaim ini.

___

KLAIM: Di Dayton, Ohio, pemerintah kota ini memberi tahu orang-orang untuk memakai masker karena virus corona tetapi melarang penjahat mengenakannya.

FAKTA: Para komisioner Dayton menyetujui undang-undang anti-masker awal Maret, sebelum para ahli kesehatan negara bagian dan nasional merekomendasikan orang-orang mengenakan masker di depan umum, untuk mencegah kelompok-kelompok kebencian menggelar demonstrasi di kota itu. Para pengguna media sosial berbagi artikel lama untuk menyebarkan pesan dikaburkan bahwa sementara para pemimpin kota di Dayton mendorong orang mengenakan masker kain, mereka baru-baru ini melarang penjahat memakai penutup wajah. Posting-posting yang tidak akurat yang membagikan artikel tersebut mengejek para pemimpin Dayton karena mengesahkan undang-undang yang tidak masuk akal dan bertentangan selama pandemi virus corona. Posting-posting lainnya mengambil tangkapan layar dari judul artikel itu yang diubah menjadi meme. "Ini sungguh kebodohan yang dilakukan semua pemerintah," kata satu posting Facebook. Ordonansi yang disahkan oleh komisi kota Dayton pada 11 Maret itu melarang siapa pun menyembunyikan identitas mereka "selama kejahatan" atau ketika berusaha "mengintimidasi orang lain." Aturan kota itu disahkan, sebagian, untuk mencegah kelompok kebencian seperti Ku Klux Klan mengadakan aksi unjuk rasa setelah kelompok Klan meminta izin menggelar pertemuan tahun ini. Permintaan itu muncul setelah beberapa anggota KKK muncul pada Mei 2019 di gedung pengadilan kota sehingga mengharuskan kehadiran besar-besaran polisi untuk mencegah bentrokan antara para pengunjuk rasa dan anggota Klan. Walikota Dayton Nan Whaley mengatakan dia mulai mengamati artikel itu Maret tentang peraturan anti-masker Dayton dikeluarkan dari konteks karena pengguna media sosial menandai dia di posting yang menghubungkan ke berita usang. Stasiun televisi Dayton yang semula menerbitkan artikel tersebut telah memperbarui kisah mereka untuk memperjelas peraturan kota yang tidak disetujui sehubungan dengan COVID-19. "Kami melakukan ini bahkan sebelum COVID terjadi," kata Whaley dalam sebuah wawancara telepon dengan Associated Press. "Kami mengambil undang-undang ini dari kota-kota lain untuk menghadapi kelompok kebencian. Mereka tidak ingin menunjukkan wajah mereka selama unjuk rasa kebencian. Itu adalah cara bagi kami untuk mengatakan: 'OK, Anda boleh datang tetapi Anda harus menunjukkan diri Anda'". Kota-kota dan negara bagian-negara bagian lain memiliki undang-undang anti-masker untuk mencegah anggota Klan mengenakan penutup wajah saat unjuk rasa maupun pawai. Pada April, misalnya, Gubernur Georgia Brian Kemp untuk sementara menangguhkan undang-undang anti-masker yang disahkan pada 1951 yang membuatnya menjadi pelanggaran hukum bagi yang mengenakan "masker, tudung" atau penutup wajah lainnya untuk "menyembunyikan identitas di pemakai" di tempat umum.

___

KLAIM: Gubernur California Gavin Newsom melanggar aturannya sendiri untuk diam di rumah dan pergi ke Montana.

FAKTA: Gubernur ini tidak meninggalkan negara bagian tersebut sejak perintah diam di rumah dikeluarkan. Posting yang menyatakan bahwa sang gubernur melarikan diri ke Montana paling tidak 5 Mei, dengan komentar yang dibagikan di Facebook menunjukkan bahwa gubernur ini terlihat di Lembah Bitterroot tanpa masker. "Apakah Anda dan keluarga Anda menikmati berada di Bitterroot Valley Montana akhir pekan lalu?" begitu bunyi salah satu komentar. "Apa salahnya tetap berada di negara bagian yang sudah Anda lockdown." Kabar bohong ini memperoleh perhatian besar pekan ini di mana posting-posting yang menampilkan foto sang gubernur, sudah mendapatkan ribuan like. "Saya Gavin Newsom. Saya memerintahkan California untuk dia di rumah, tak ada perjalanan atau liburan musim panas ini. Saya memutuskan melewatkan liburan keluarga ke Montana akhir pekan ini. Lakukan seperti yang saya katakan, bukan seperti yang saya lakukan," kata posting-posting itu. Kantor sang gubernur mengkonfirmasi kepada AP bahwa dia tidak meninggalkan negara bagian tersebut di sepanjang perintah diam di rumah itu. "Gubernur dan keluarganya berada di California selama pandemi," kata Nathan Click, juru bicara sang gubernur, dalam emailnya. Orang tua dari istri Newsom, Jennifer Siebel Newsom, memiliki sebuah peternakan di Montana. Pasangan itu menikah di sana pada 2008. Sebuah foto yang diberikan kepada AP menunjukkan Newsom dan istrinya pada hari pernikahan mereka berpose di tepi Sungai Bitterroot di peternakan. Newsom mengadakan konferensi pers pada 6 Mei, 14 Mei dan 18 Mei di California. "Dia tidak berada di Montana sepengetahuan kami," kata Erin Loranger, sekretaris pers Gubernur Montana Steve Steveockock, dalam email. Newsom pertama kali mengeluarkan perintah diam di rumah pada 19 Maret. Gubernur ini mengumumkan pada Senin bahwa dia akan melonggarkan perintah itu. Dia mengatakan bahwa county-county perlu meminta persetujuan negara bagian agar restoran-restoran bisa menyajikan santapan dalam restoran dan dia mengisyaratkan gal itu beberapa pekan sebelum orang bisa potong rambut. "Intinya adalah: Orang-orang bisa pergi sesuai keinginannya, dan kami memberdayakan para direktur kesehatan setempat dan pejabat daerah yang memahami komunitas dan kondisi setempat mereka," kata Newsom. Ini bukan kali pertama disinformasi berseliweran di sekitar keberadaan gubernur ini selama pandemi. Posting-posting palsu juga muncul di sekitar Gubernur Ralph Northam mengungsi ke North Carolina, April lalu.

___

KLAIM: Foto menunjukkan direktur kesehatan County Los Angeles terlihat tidak sehat.

FAKTA: Foto itu telah dimanipulasi untuk membuat direktur kesehatan terkesan sakit-sakitan, wajahnya pucat dan matanya dikelilingi lingkaran hitam. Foto yang diubah yang menunjukkan Barbara Ferrer, direktur Departemen Kesehatan Masyarakat County Los Angeles, itu beredar luas di media sosial dengan komentar yang menunjukkan buruknya kesehatan dia. "Direktur kesehatan Los Angeles adalah orang yang kelihatan paling tidak sehat yang pernah saya lihat," tulis seorang pengguna Twitter memposting pada 15 Mei. Posting ini sudah lebih dari 23.000 di-retweet. Tangkapan layar dari ciutan itu juga diedarkan di Facebook. Dinesh D'Souza, seorang komentator konservatif, mencuit foto yang sudah diubah pada 16 Mei, dengan mengatakan, "Ini adalah direktur kesehatan Los Angeles. Ada pertanyaan?" Posting ini sudah lebih dari 14.000 di-retweet. Dia kemudian menjawab kepada seorang pengguna Twitter yang menunjukkan bahwa foto itu bohong, “Oke, saya terbawa dengan yang ini. Terima kasih telah mengingatkan saya." Foto ini diambil saat briefing pers yang diberikan Ferrer pada 13 Mei. Dalam cuplikan video yang diambil dari briefing pers itu Ferrer terlihat sehat saat menyampaikan update COVID-19.

___

KLAIM: Video menunjukkan "COV-19" tertulis pada peralatan untuk menara nirkabel 5G.

FAKTA: Papan sirkuit yang difilmkan dalam video ini berasal dari TV box atas yang sudah berusia satu dekade. Perwakilan Virgin Media, sebuah perusahaan telekomunikasi Inggris mengkonfirmasi kepada AP bahwa perangkat itu tidak pernah mencetak "COV-19". Pekan lalu, sebuah video beredar di Facebook di mana seorang pria memfilmkan dirinya mengenakan topi dan masker wajah. Dia mengklaim telah menginstal "tiang 5G." Dia mengangkat papan sirkuit dengan tulisan "COV-19" pada perangkat. "Kami tidak membuka kit ini karena kami diminta langsung untuk tidak melakukannya, tetapi mungkin yang terbaik bagi saya adalah menunjukkan kepada Anda," kata dia dalam video itu. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia tidak tahu ada perusahaan yang “memproduksi sirkuit semacam ini yang memiliki nama merek COV-19… Saya sudah membaca secara online semua hal tentang virus corona dan COVID-19.” Beberapa pengguna di Facebook menyebarluaskan video bohong ini. "Harus Lihat Pekerja Membuka Papan Sirkuit Dipasang di Menara 5G Apa di dalamnya Akan mengejutkan Anda !!!!" tulis sebuah posting yang menyebarkan video ini. Salah satu bagian dari video itu menunjukkan bahwa "HannStar J MV-1" ditulis dengan jelas di papan sirkuit. HannStar adalah perusahaan Taiwan yang memproduksi komponen monitor, laptop, dan televisi. Papan sirkuit yang dipegang pria dalam video itu bukan bagian dari teknologi 5G, tetapi milik TV box atas dari set lama. Virgin Media mengatakan kepada Associated Press dalam email bahwa bagian itu dari kotak TV berusia 9 tahun. "Itu papan dari TV box yang sudah sangat lama, dan yang tak pernah menampilkan bagian komponen yang ditulis/dicap/ dicetak atau sebaliknya dengan COV 19. Itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan infrastruktur jaringan mobile apapun, termasuk yang digunakan untuk 5G," kata Simon Dornan, juru bicara Virgin Media, kepada AP. Perwakilan itu mengatakan perangkat keras tersebut seperti set top box Cisco 4585 HD (non-PVR), yang dipasok ke pelanggan pada 2011 tetapi dihentikan beberapa tahun lalu. Virgin Media melacak beberapa bagian dari itu dan mengirimi Associated Press dengan foto-foto yang mengkonfirmasikan bahwa COV-19 tidak pernah tertulis di dalamnya. Perusahaan itu mengatakan tulisan yang ditampilkan dalam video tersebut telah ditambahkan ke bagian komponen RF Tuner, yang merupakan tempat kabel TV koaksial terhubung. Dalam beberapa bulan terakhir, teori konspirasi bohong yang mengaitkan virus corona dengan jejaring nirkabel 5G telah beredar luas secara online.

___

Rafael Cabrera menyumbangkan laporan ini dari Mexico City.

___

Ini adalah bagian dari upaya Associated Press mengecek misinformasi yang dibagikan secara online, termasuk bekerja sama dengan Facebook dalam mengidentifikasi dan mengurangi penyebaran kabar-kabar bohong pada platform tersebut.

___

Temukan semua Cek Fakta AP di sini: https://apnews.com/APFactCheck

___

Ikuti @APFactCheck di Twitter: https://twitter.com/APFactCheck-