BUKAN BERITA: Melihat apa yang tak terjadi pekan ini

Roundup dari beberapa cerita dan visual yang paling populer tetapi sama sekali tidak benar dalam satu pekan. Tidak ada yang sah, meskipun dibagikan luas di media sosial. Associated Press memeriksanya. Berikut fakta-faktanya:

___

KLAIM: Nancy Pelosi sedang berusaha meloloskan undang-undang yang disebut HR6666 yang memungkinkan orang bisa masuk rumah Anda dan membawa anggota keluarga Anda untuk dikarantina.

FAKTA: RUU DPR 6666, Undang-Undang COVID-19 tentang Pengujian, Menyentuh, dan Menghubungi Semua Orang (TRACE), jelas menyatakan bahwa individu yang dinyatakan positif selama tes COVID-19 akan dikarantina di tempat tinggalnya. Menyusul pengenalan RUU 1 Mei itu, pengguna media sosial salah mengartikan komponen RUU ini secara online. Posting teks yang dibagikan ribuan kali di Facebook, Instagram dan Twitter mengatakan bahwa RUU itu memungkinkan anggota keluarga diseret dari rumah tangga untuk dipaksa menjalani karantina. "Nancy Pelosi sedang berusaha mengeluarkan undang-undang yang disebut HR6666. Jika ini lolos, orang asing bisa memasuki rumah Anda dan membawa (dengan paksa kalau perlu) anggota keluarga Anda termasuk anak-anak Anda ke daerah karantina," kata salah satu postingan yang dibagikan luas di Facebook. Kenyataannya, RUU DPR ini akan menyalurkan 100 miliar dolar AS kepada organisasi-organisasi lokal semacam pusat kesehatan masyarakat atau nirlaba, untuk membantu tes dan pelacakan kontak dengan mendanai yang menjangkau dari pintu ke pintu, pembelian pasokan-pasokan tes, dan perekrutan serta pelatihan orang untuk mengoperasikan situs-situs tes mobile. Keutamaan akan diberikan ke hot spot-hot spot dan komunitas yang kurang terlayani secara medis. RUU tersebut menyatakan bahwa hibah akan diberikan untuk “pengujian diagnostik untuk COVID-19, untuk melacak dan memantau kontak individu terinfeksi dan guna mendukung karantina kontak tersebut, melalui unit kesehatan keliling dan jika diperlukan, tes individu dan menyediakan layanan terkait kepada untuk tes dan karantina di tempat tinggalnya." Legislator AS Boby Rush, seorang Demokrat dari Illinois yang memprakarsasi RUU itu, mengatakan di situs webnya bahwa RUU itu tidak akan mewajibkan siapa pun dites virus corona dan tidak akan memaksa siapa pun untuk menjalani karantina. "Saya juga sudah melihat posting yang mengkhawatirkan ini, namun saya dapat meyakinkan Anda bahwa itu sama sekali bohong," kata dia di situs webnya. "RUU ini tidak membolehkan siapa pun untuk memasuki rumah Anda, apa pun alasannya, tanpa izin Anda, juga melarang pemerintah mengeluarkan siapa pun dari rumah Anda karena virus corona." Posting-posting online mengungkapkan kemarahan dan mengisyaratkan bahwa RUU itu memungkinkan pemerintah memasuki rumah dan melakukan apa yang mereka mau. Posting ini adalah bagian dari tema menyesatkan yang umum muncul di media sosial seputar upaya pemerintah dalam menghentikan penyebaran virus corona. Pada Jumat, RUU itu sudah berada di Komisi Energi dan Perdagangan, DPR.

___

KLAIM: Mantan Presiden Barack Obama adalah presiden pertama yang mengkritik penerusnya.

FAKTA: Beberapa mantan presiden pernah menyampaikan kritik terhadap kebijakan para penerusnya, termasuk George W. Bush, Bill Clinton, Jimmy Carter - bahkan Theodore Roosevelt. Pada Minggu, Trump me-retweet sebuah cuita yang termasuk klaim bohong: "Barack Hussain Obama adalah mantan presiden pertama yang mengkritik penerusnya, yang merupakan tradisi panjang kesantunan dan kepantasan," kata cuitan yang salah mengeja nama tengah Obama itu yang seharusnya Hussein. Dalam retweet-nya, Trump menegaskan bahwa "dia ketahuan." Saat pembicaraan telepon pribadi Jumat lalu dengan para mantan anggota pemerintahannya, Obama mengkritik penanganan pandemi virus corona yang dilakukan Trump yang disebutnya "malapetaka yang luar biasa kacau." Sebuah rekaman dari panggilan telepon itu diperoleh oleh Yahoo News. Obama juga membahas usaha Departemen Kehakiman yang mencabut kasus pidana terhadap penasihat keamanan nasional pertama Trump, Michael Flynn, dengan mengatakan dia khawatir "pemahaman mendasar mengenai penegakan hukum tengah dalam ancaman." Meskipun biasanya ada keengganan di kalangan para presiden untuk mengkritik penerusnya, Obama bukan presiden pertama yang melakukan hal itu. "Biasanya mantan presiden tidak menyerang presiden yang sedang berkuasa dan ketika mereka melakukannya, mereka terukur," kata Peter Loge, profesor media dan urusan publik pada Universitas George Washington, kepada Associated Press dalam sebuah wawancara telepon. Kathleen Hall Jamieson, profesor Universitas Pennsylvania yang fokus komunikasi politik, sepakat. "Ketika presiden mengkritik presiden lainnya, mereka cenderung melakukannya tanpa menyebut nama mereka," kata dia seraya menegaskan bahwa kritik semacam itu umumnya disampaikan tertutup. Pada April 2015, mantan Presiden George W. Bush dianggap telah mengkritik penerusnya Obama dalam pertemuan tertutup Koalisi Yahudi Republik, yang mengutipkan pernyataan Senator Lindsey Graham tentang kebijakan Obama di Irak: "Menarik diri dari Irak adalah blunder strategis." Mantan Presiden Clinton mengkritik pemerintahan penerusnya, George W. Bush, atas kebijakannya di Irak: "Intinya, tidak ada kemenangan militer di sini," kata dia kepada Good Morning America pada Juli 2007. Mantan Presiden Jimmy Carter mengkritik keras penggantinya Ronald Reagan karena telah mengirimkan senjata ke Iran dengan harapan warga Amerika yang ditahan di Lebanon bisa dibebaskan. Carter mengatakan Reagan salah urus dalam skandal Iran-Contra dan "meyakini dia sudah mengatakan yang sebenarnya" kepada rakyat Amerika tentang hal itu. Presiden Theodore Roosevelt menyebut penerusnya William H. Taft pengkhianat reformasi, dan mengkritiknya karena tidak memajukan kebijakan progresifnya. Para ahli mencatat bahwa retorika Trump seputar para mantan presiden telah jauh melampaui norma, terutama kritiknya terhadap Obama di media sosial dan dalam kampanye-kampanye politik.

___

KLAIM: Departemen Pelayanan Sosial California mengirimkan sebuah surat kepada para peserta program bantuan negara bagian yang mewajibkan tes virus corona untuk semua anggota keluarga yang menerima tunjangan. Tidak memenuhi tenggat waktu 1 Juni untuk tes itu maka akan berakibat kepada penghentian sementara tunjangan dan anak-anak dapat dikeluarkan dari rumah jika ada orang yang dinyatakan positif.

FAKTA: Surat itu dibuat-buat dan keliru dikaitkan dengan Departemen Pelayanan Sosial California. Para pengguna media sosial membagikan surat palsu ini secara online untuk mengungkapkan kemarahan bahwa tunjangan akan ditarik dari mereka yang tidak diuji COVID-19. "Ini luas bisa menakutkan," kata salah satu posting di Facebook. "Menolak dites dan mereka bisa bisa mendapatkan lebih dari tunjangan pengangguran. Mereka bisa memindahkan anak-anak Anda dan menempatkan mereka di panti asuhan!!" Surat itu mengatakan bahwa para peserta "tunjangan bantuan negara termasuk bantuan tunai, Cal Fresh or Medical, Anda diberitahu bahwa tes COVID-19 telah diwajibkan untuk semua anggota rumah tangga Anda yang menerima bantuan. Tidak mau dites sampai 1 Juni 2020 maka akan membuat tunjangan Anda ditangguhkan sementara mulai 1 Juli 2020." Kop surat Departemen Pelayanan Sosial California itu dimasukkan dalam dokumen dan tampaknya sudah ditandatangani oleh Dr. Mark Ghaly, Kepala Dinas Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan California. Keduanya digunakan tanpa persetujuan. "Kami telah memberi tahu otoritas daerah yang tepat untuk diselidiki," kata Departemen Pelayanan Sosial California dalam situs webnya. "Jika Anda menerima surat ini, harap abaikan saja. Departemen-departemen negara bagian dan departemen-departemen layanan manusia daerah TIDAK AKAN PERNAH menanyakan status kesehatan Anda sehubungan dengan permohonan tunjangan." Surat itu menyatakan bahwa County Merced di California akan menawarkan tes gratis di lokasi-lokasi yang berpartisipasi dan memasukkan sebuah situs web dan nomor telepon. County Merced membantah surat palsu itu dalam sebuah posting di Facebook, menyebutnya telah dipalsukan. "Surat itu juga menyampaikan klaum bohong bahwa jika ada orang dites positif COVID-19, maka anak-anaknya boleh dikeluarkan dari rumahnya dan ditempatkan di panti asuhan," tulis County Merced County di Facebook, Senin. "Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai pelayanan sosial atau kesejahteraan anak, silakan hubungi hotline kesejahteraan anak Badan Pelayanan Kemanusiaan County Merced di 209-385-3104."

___

KLAIM: Orang-orang di negara bagian Washington yang menolak bekerja sama dengan pelacak kontak, atau mereka yang menolak tes, dilarang meninggalkan rumah mereka untuk mencari kebutuhan pokok.

FAKTA: Banyak posting yang beredar di Facebook dengan keliru menyatakan bahwa orang yang menolak berpartisipasi dalam pelacakan kontak di Washington "tidak akan diizinkan meninggalkan rumah mereka membeli kebutuhan-kebutuhan dasar seperti bahan makanan dan/atau resep." Bukan begitu, kata Amy Reynolds, direktur komunikasi Departemen Kesehatan Negara Bagian Washington, yang mengatakan posting-posting itu "bukan ringkasan akurat pelacakan kontak atau penegakan hukum." Reynolds memastikan kepada Associated Press dalam email bahwa pelacakan kontak sifatnya sukarela. "Siapa pun dapat memilih untuk tidak berpartisipasi dalam wawancara jika mereka dihubungi oleh profesional kesehatan masyarakat," kata dia. "Kami berharap bisa memudahkan orang yang dites positif atau yang diidentifikasi sebagai kontak dekat untuk secara sukarela mengikuti rekomendasi-rekomendasi kesehatan masyarakat, yang mungkin termasuk tinggal di rumah untuk jangka waktu tertentu." Jay Inslee, gubernur Washington, pekan ini mengumumkan peluncuran rencana pelacakan kontak guna melacak penyebaran COVID-19. Negara bagian itu memiliki 1.371 pelacak kontak yang siap membantu departemen kesehatan setempat. Menurut laporan AP, Inslee mengatakan bahwa tujuannya adalah "mengotak-kotak" virus dengan terlebih dahulu membuat orang yang mengira memiliki gejala untuk melakukan karantina sendiri dan berusaha dites. Tujuannya adalah menghubungi mereka yang dites positif dalam 24 jam pengujian dan untuk menghubungi mereka yang ditemui dalam waktu 48 jam. "Ada tanda gejala apa saja, orang harus mengurung diri di rumah. Isolasi sukarela untuk orang sakit dan anggota rumah tangga mereka akan menjadi tantangan besar, tetapi itu adalah salah satu bagian paling penting dari seluruh upaya ini," kata Inslee. Pekan lalu, Inslee mengumumkan bahwa pembatasan tinggal di rumah akan diperpanjang paling tidak sampai 31 Mei. "Seperti telah disampaikan Gubernur, pengalaman kami dengan penyakit menular menunjukkan bahwa sebagian besar orang secara sukarela mematuhi ketika diminta tinggal di rumah," kata Reynolds. "Kami percaya kebanyakan orang ingin mengambil langkah-langkah melindungi kesehatan mereka sendiri dan orang-orang dan komunitas yang mereka cintai." Dia menambahkan bahwa petugas-petugas kesehatan setempat memiliki kewenangan terkait dengan penegakan individu tetapi mereka tergantung kepada orang untuk secara sukarela mengikuti rekomendasi kesehatan masyarakat. "Kewenangan untuk memaksakan isolasi atau karantina sukarela berada di tangan petugas kesehatan setempat," jelas dia. "Setiap yurisdiksi kesehatan lokal di Washington memiliki rencana dan proses yang tengah berjalan seandainya isolasi atau karantina sukarela dibutuhkan. Mereka perlu berbicara dengan otoritas mereka secara lebih terinci."

___

KLAIM: Dr. Fauci pernah masuk dewan direksi Microsoft ketika Bill Gates menjadi bosnya.

FAKTA: Dr. Anthony Fauci, ahli penyakit menular bangsa, tidak pernah bertugas pada dewan direksi Microsoft. Fauci, direktur Lembaga Alergi dan Penyakit Menular Nasional, sudah menjadi sasaran disinformasi setelah dia mengetuai tanggap darurat AS terhadap pandemi COVID-19. Posting-posting terbaru sedang berusaha menghubungkan Fauci dengan pendiri Microsoft dan miliarder filantropis Bill Gates, yang sejak lama menjadi sasaran untuk karyanya seputar vaksin. "Saya yakin Anda tidak tahu Dr. Fauci duduk di Dewan Direktur MicroSoft - dan bahwa Bill Gates - adalah Bosnya ... Nah ketahuan," demikian bunyi tulisan dalam posting-posting online itu. Posting-posting dengan klaim bohong diedarkan secara luas di media sosial di mana berbagai posting di Facebook dibagikan sampai ribuan kali. Microsoft mengonfirmasi kepada Associated Press bahwa Fauci tidak pernah masuk direksi Microsoft. Namun, Fauci telah berkolaborasi dengan Yayasan Bill & Melinda Gates, yang pada 2010 mengumumkan bahwa Fauci akan bertugas pada Dewan Kepemimpinan untuk Dekade Kolaborasi Vaksin. Upaya itu merupakan bagian dari Rencana Aksi Vaksin Global yayasan miliki Bill Gates itu yang akan diawasi oleh dewan pimpinannya. Pada situs web Yayasan Gates, terlihat Fauci juga berpartisipasi di papan tulis pada 2003 dengan para pejabat medis dan ilmuwan lain guna membantu Yayasan Gates tugas mereka dalam bidang AIDS, malaria, dan penyakit lainnya.

___

KLAIM: Video mengatakan bahwa bawang bisa menyembuhkan bronkitis, demam, dan membunuh virus di udara.

FAKTA: Bawang memang menawarkan manfaat gizi dan kesehatan, namun tidak ada berkhasiat bisa menyembuhkan bronkitis, demam, atau membunuh virus di udara jika ditempatkan di sekitar ruangan. Mitos menggunakan bawang untuk menyembuhkan berbagai penyakit sudah ada selama bertahun-tahun. Ketika para peneliti medis di seluruh dunia kesulitan menemukan vaksin virus corona, para pengguna media sosial mencari cara online untuk merawat diri mereka sendiri di rumah. Satu video di Facebook dengan lebih dari 50.000 view dibagikan dengan komentar berikut, "bawang lebih baik daripada VAKSIN mana pun." "Tahukah Anda jika Anda demam atau bronkitis, jika Anda cincang bawang dan masukan ke semacam kain saringan keju atau kain tipis, taruh di dada Anda, menghilangkan bronkitis?" kata seorang wanita yang ditampilkan dalam video itu. "Jika Anda demam, tiri bawang merah tipis-tipis, letakkan di bawah kaki Anda dan kenakan kaus kaki. Pagi, demam Anda hilang." Wanita itu juga menyarankan memotong bagian atas bawang dan kemudian meletakkannya di setiap sudut ruangan. "Itu akan mengusir semua jenis virus, bakteri apa pun dari udara," kata dia. Mitos tentang bawang dan virus sama sekali tidak terdokumentasi oleh sains, kata Ruth S. MacDonald, yang mengetuai Departemen Ilmu Pangan dan Nutrisi Manusia pada Iowa State University. Menurut National Onion Association, mitos bawang berasal dari tahun 1500-an ketika dikatakan bahwa meletakkan bawang merah di sekitar ruangan akan melindungi terhadap wabah pes. Saat itu diyakini penyakit menyebar melalui "udara berbahaya." Mitos terus bertahan sampai pandemi influenza 1918-1919. "Singkatnya, tidak ada bukti ilmiah bahwa bawang mentah yang dipotong menyerap kuman atau menghilangkan udara racun/racun," kata asosiasi itu pada itus webnya. Para ahli medis mengatakan penting untuk berkonsultasi dengan para profesional perawatan kesehatan jika Anda menunjukkan gejala demam atau bronkitis ketimbang cuma mengandalkan pengobatan rumahan.

___

KLAIM: Video menunjukkan unjuk rasa besar-besaran di Jerman terhadap "Negara dalam Negara," Bill Gates dan vaksin.

FAKTA: Video ini menunjukkan unjuk rasa pada Juli 2017 di Warsawa, Polandia, terhadap rencana yang akan menempatkan sistem peradilan di bawah kendali partai konservatif yang tengah berkuasa. Video udara yang diambil malam hari itu menunjukkan ribuan orang berdemonstrasi di dekat Istana Kepresidenan di Warsawa pada 23 Juli 2017. Video itu yang keterangannya sudah diubah sebagai unjuk rasa di Jerman itu sudah beredar luas di media sosial. "#Breaking #Breaking News #Jerman MELETUS dalam Unjuk rasa BESAR-BESARAN menentang #NWO Korup #Negara-dalam-negara & Dunia Eugenika NAZI diambil alih oleh #BillGates #Kampanye Sterilisasi & Depopulasi vaksin karena mereka tahu lebih baik daripada siapa pun berat sejarah mereka," kata posting video 11 Mei di Twitter itu. Cuitan itu menunjuk retorika anti-vaksin dan teori-teori konspirasi yang bersebaran di sekitar pandemi COVID-19. Di seluruh Jerman telah terjadi sejumlah unjuk rasa dalam beberapa pekan terakhir dengan para demonstran menuntut diakhirinya pembatasan lockdown virus corona di sana. Para pengguna Twitter memalsukan video itu seolah-olah terkait dengan unjuk rasa tersebut. Tetapi video yang sudah dipalsukan keterangannya itu dan dibagikan oleh posting-posting media sosial itu sebenarnya difilmkan di Krakowskie Przedmiecie, sebuah tempat berjalan kaki yang elegan di Warsawa, pada 23 Juli 2017. Unjuk rasa anti-pemerintah meletus di Polandia ketika partai yang berkuasa berusaha mengendalikan pengadilan. Menurut pelaporan AP, pada 16 Juli 2017, ribuan demonstran, marah atas undang-undang yang mereka sebut melanggar independensi peradilan dan supremasi hukum. Unjuk rasa berlangsung selama berhari-hari.

___

KLAIM: Video menunjukkan bukti bahwa aktor Tom Hanks dan Walikota Chicago Lori Lightfoot mendukung "Tatanan Dunia Baru," sebuah teori konspirasi yang dibangun di atas gagasan bahwa dunia yang paling kaya dan berkuasa sedang berencana menggulingkan demokrasi dan membentuk pemerintahan otoriter global tunggal.

FAKTA: Video telah disalahpahami. Klip YouTube yang menampilkan Hanks diambil dari video berdurasi lima menit saat berpidato di hadapan angkatan 2020 Universitas Wright State. Para pengguna media sosial mengklaim Hanks -yang menyebut para lulusan angkatan itu sebagai "yang terpilih"- memberi selamat kepada anggota Orde Dunia Baru atas kudeta yang berhasil melawan pandemi. Tinjauan video menunjukkan Hanks hanya mengatakan kepada siswa bahwa mereka akan memasuki pasca-perguruan tinggi dunia yang akan terlihat sangat berbeda setelah virus corona menyebar ke seluruh dunia. "Anda yang terpilih akan membentuk struktur baru dan menemukan realitas baru serta membuat dunia baru, dunia setelah semua yang telah kita lalui dan setelah waktu Anda di sini pada tahun-tahun terakhir, pekan-pekan terakhir di Wright State," kata Hanks kepada para lulusan. Pesan video Hanks diputar pada upacara virtual 2 Mei bagi para lulusan Jurusan Teater, Tari dan Gambar Gerak di kampus itu.

Video yang menampilkan Wali Kota Chicago Lori Lightfoot itu telah diedit sehingga kata-katanya menjadi di luar konteks. Dia tidak merencanakan kudeta global, dia berbicara soal mengakhiri kebiasaan lama dan tidak biasa di Chicago yang disebut "hak prerogatif anggota dewan perwakilan kota," yang memberikan kekuasaan absolut kepada para anggota dewan perwakilan kota dalam penetapan wilayah dan keputusan pembangunan di lingkungan rumah mereka. Video dengan pernyataan Lightfoot diambil saat wawancara April 2019 dengan Chicago Tribune, beberapa hari setelah dia memenangkan pemilihan walikota berkat kampanye bersejarah yang menjanjikan reformasi untuk membasmi korupsi di kota itu. Selama wawancara, Lightfoot mengatakan dia akan menghapus hak prerogatif para anggota dewan perwakilan kota, yang merupakan praktik yang disebut para pengkritik sebagai kekuatan tak terkendali yang bisa mudah diselewengkan oleh anggota dewan perwakilan kota. Untuk memberantas praktik itu, Lightfoot mengatakan dia berencana menandatangani perintah eksekutif yang mengatakan kota tidak akan lagi menghormati praktik itu. Dia mengatakan kepada Tribune bahwa setelah perintah itu ditandatangani, dia kemudian akan merekrut pejabat-pejabat baru di seluruh departemen utama di kota itu, seperti zonasi dan perumahan. "Anda memilih orang-orang untuk menjalankan badan-badan tersebut dan para deputi yang janji setia kepada tatanan dunia baru dan pemerintahan yang baik," kata Lightfoot. Para pengguna media sosial membagikan klip video satu menit pernyataan itu yang sudah diedit sehingga dia menjadi terlihat berbicara sedang berusaha menggulingkan pemerintah lewat tatanan dunia baru itu. Posting-posting media sosial lainnya membagikan tangkapan layar dari kutipannya untuk membuat klaim menyesatkan. Pada Mei 2019, setelah dilantik, Lightfoot menandatangani perintah eksekutif yang membatasi hak prerogatif anggota dewan perwakilan kota.

___

Ini adalah bagian dari upaya Associated Press dalam memeriksa disinformasi yang tersebar online, termasuk bekerja sama dengan Facebook dalam mengidentifikasi dan mengurangi peredaran berita bohong pada platform itu.

___

Temukan semua Cek Fakta AP di sini: https://apnews.com/APFactCheck

___

Ikuti @APFactCheck di Twitter: https://twitter.com/APFactCheck