BUKAN BERITA: Melihat apa yang tidak terjadi pekan ini

Roundup artikel dan visual paling populer tetapi sama sekali tidak benar dalam satu pekan. Tidak ada yang benar, sekalipun tersebar luas di media sosial. Associated Press memeriksanya. Berikut fakta-faktanya:

____

KLAIM: NASCAR, yang baru-baru ini melarang bendera Konfederasi pada event-eventnya, kini memaksa para pebalapnya untuk sholat.

FAKTA: NASCAR tidak memaksa pebalap untuk sholat. Klaim palsu beredar dengan foto yang menunjukkan para pebalap di Indianapolis Motor Speedway mengambil bagian dalam tradisi lama yang disebut "mencium batu bata." Sebuah posting yang menampilkan foto itu sudah mendapatkan sekitar 140.000 view akhir pekan lalu. "Jadi NASCAR melarang bendera konfederasi tetapi MEMAKSA semua pebalapnya untuk sholat?" demikian bacaan keterangan foto itu. "Saya tak akan percaya kalau saya tidak melihatnya dengan mata saya sendiri. Tak bisa diterima!!". NASCAR telah menjadi sasaran pujian besar dan sekaligus penghinaan sejak mengumumkan akan melarang bendera Konfederasi dari event-event dan properti-propertinya, dengan menekankan kebutuhan dalam menyediakan lingkungan yang lebih "ramah dan inklusif" kepada para penggemarnya. Tetapi asosiasi balap mobil tak meminta atletnya berpartisipasi berdoa seperti kaum Muslim (sholat). Foto yang viral di media sosial itu sebenarnya menunjukkan pebalap berperan serta dalam tradisi NASCAR yang terkenal di Yard of Bricks, Indianapolis Motor Speedway. Tradisi ini dimulai oleh pebalap Dale Jarrett pada 1996. Setelah Jarrett memenangkan lomba Brickyard 400, dia dan awaknya berjalan ke garis finish, berlutut dan kemudian mencium bagian panjang batu bata di lintasan. Sejak itu, para pemenang Indianapolis 500, Brickyard 400 dan balapan-balapan lainnya melakukan hal yang sama. Penelusuran foto menunjukkan foto tersebut diambil pada Juli 2016 ketika Kyle Busch memenangkan lomba Combat Wounded 400 di lintasan.

___

KLAIM: Iklan layanan publik memperingatkan seorang pendukung supremasi kulit putih menembaki warga kulit hitam di lampu lalu lintas. Dia mengendarai truk putih dan terakhir terlihat di Mesa, Arizona.

FAKTA: Para pejabat polisi negara bagian dan lokal di Arizona serta organisasi-organisasi yang melacak kekerasan oleh para pendukung supremasi kulit putih mengatakan mereka tidak menerima laporan tentang seorang pria bersenjata yang membidik para pengendara mobil kulit hitam di Mesa, kota-kota di sekitarnya atau di tempat lain di negara bagian tersebut pekan lalu. Mereka juga tidak merilis iklan layanan publik. Pada malam Selasa, 16 Juni, sebuah posting yang dibuat agar terlihat seperti iklan layanan publik beredar di Instagram dan Facebook dengan klaim seorang pendukung fanatik supremasi kulit putih di Arizona. "PSA," kata posting itu, "Jika Anda berada di AZ ada orang supremasi kulit putih yang menembak warga kulit hitam di lampu lalu lintas. Dia mengendarai truk putih." Posting itu menambahkan bahwa pengemudi itu terakhir terlihat di Mesa, pinggiran kota Phoenix. Sampai Rabu sore, posting-posting sama yang dibagikan di Facebook telah disaksikan lebih dari 100.000 kali. Pejabat Departemen Kepolisian Mesa mengatakan tidak ada bukti aktivitas semacam itu di kotanya. "Kami tidak mendapatkan panggilan mengenai hal ini atau yang serupa itu," kata Detektif Jason Flam, petugas informasi publik departemen kepolisian ini dalam emailnya kepada AP. "Unit intelijen kami tahu dan mendalami PSA palsu ini." Flam mengatakan dia khawatir ada yang "berusaha menciptakan rasa takut" dengan membuat posting yang tidak berdasar itu. Dia mengatakan dia menghubungi badan-badan di sekitarnya di Gilbert, Chandler, Scottsdale dan Tempe untuk menyelidiki apakah posting-posting itu menyasar sejumlah kota. Petugas di lokasi tersebut tidak mengetahui adanya PSA serupa yang beredar di wilayah hukum mereka, kata dia. Departemen Keselamatan Masyarakat Arizona belum melihat insiden seperti yang dijelaskan dalam posting itu, kata juru bicara Raul Garcia kepada AP. "Ini mungkin contoh disinformasi yang dirancang untuk memecah belah masyarakat dan menimbulkan rasa takut," kata dia dalam email. "Saya sudah mengirimkan informasi ini kepada Pusat Informasi Kontraterorisme Arizona." Baik Marcela Taracena, juru bicara ACLU di Arizona, mapun Rebecca Sturtevant, associate director media untuk Southern Poverty Law Center, menyatak tidak menerima laporan tentang penembakan orang oleh pendukung supremasi kulit putih di Arizona.

___


KLAIM: "Nancy Green (alias Aunt Jemima) terlahir sebagai budak. Dia adalah koki yang luar biasa. Ketika dia 'dibebaskan', dia meneruskan bakatnya menjadi merek masakan yang dibeli General Mills dan menggunakan karakternya. Dia meninggal dunia pada 1923 sebagai salah satu jutawan kulit hitam pertama di Amerika."

FAKTA: Tidak ada bukti bahwa peran Green sebagai Aunt Jemima telah menjadikan dia jutawan. Setelah Quaker Oats pada Rabu mengumumkan bahwa mereka akan mempensiunkan brand Aunt Jemima, yang dikenal dengan racikan panekuknya, posting online menyebarkan kisah palsu mengenai wanita pertama yang memerankan Aunt Jemima. "Aunt Jemima, tahukah Anda sejarahnya?" sebuah posting Facebook yang memuat klaim palsu itu, mengkritik keputusan Quaker Oats mencabut karakter itu dari brand tersebut. Brand tersebut mendapatkan namanya dari lagu "Old Aunt Jemima" yang digubah oleh komedian dan seniman Afrika-Amerika Billy Kersands. Chris Rutt yang menciptakan tepung pancake itu pada 1889, terinspirasi oleh lagu tersebut setelah mendengarkannya dalam satu pertunjukan dan memutuskan memakai nama itu untuk tepung panekuknya. Pada saat itu, Aunty Jemima dianggap sebagai karakter "mammy", stereotip rasis untuk budak yang suka menyenangkan tuannya yang kulit putih. Rutt kemudian menjual perusahaannya kepada perusahaan penggilingan yang lebih besar, RT Davis Milling Co, setelah gagal menjual terigu. Perusahaan penggilingan itu membawa adonannya ke Pameran Columbia Dunia pada 1893 di Chicago dan menyewa Nancy Green, seorang mantan budak yang bekerja sebagai juru masak seorang hakim, untuk bertindak sebagai Aunt Jemima dan menjual tepung panekuk tersebut. "Ini memulai tradisi yang sangat panjang tentang wanita menjadi Aunt Jemima dalam penampilan publik," kata Maurice M. Manrin, penulis "Slave in a Box: The Stranger Career of Aunt Jemima." "Aunt Jemima menjadi iklan merek nasional yang diiklankan secara nasional." Manring menambahkan bahwa ketenaran brand Aunt Jemima bertepatan dengan ledakan iklan selama Perang Dunia I. Merek ini menciptakan latar belakang keseluruhan untuk Aunt Jemima yang memberinya keluarga fiksi dan membuat cerita-cerita karangan tentang hidupnya. Namun, tidak ada bukti Nancy Green mendapatkan keuntungan apa pun dari perusahaan yang menjual adonan panekuk itu, kata Patricia A. Turner, profesor studi Afrika-Amerika pada Universitas California, Los Angeles, dan pengarang. Green melanjutkan pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga dan meninggal dunia pada 1923 setelah tertabrak mobil. Dalam "Clinging to Mammy: The Faithful Slave in Twentieth-Century America," pengarang Micki McElya menulis bahwa sangat sedikit orang di luar teman dekat Green dan sesama umat paroki di Gereja Baptis Olivet yang tahu perannya sebagai Aunt Jemima. Merek ini mengganti Green sebagai pemeran Aunt Jemima dengan beberapa wanita berbeda, termasuk Anna Harrington. Pada 2014, keturunan Harrington menggugat Quaker Oats dan perusahaan induknya, Pepsi Co, dengan mengatakan Green dan Harrington telah dieksploitasi, dan meminta bagian keuntungan dari perusahaan itu karena telah membantu mempopulerkan merek tersebut. Keputusan Quaker Oats untuk mempensiunkan brand Aunt Jemima terjadi setelah unjuk rasa berpekan-pekan menuntut keadilan untuk George Floyd, seorang pria kulit hitam berusia 46 tahun yang dibunuh oleh polisi di Minneapolis, dan kemarahan nasional atas perlakuan terhadap warga kulit hitam Amerika di AS. Pada Rabu, Quaker Oats mengakui kepada AP bahwa asal-usul Aunt Jemima didasarkan kepada stereotip rasial.

___

KLAIM: Semua pemilih California, jika Anda terdaftar memilih sebagai independen, Anda tidak akan bisa memilih Partai Republik pada 2020 mendatang. Anda harus online dan berganti menjadi Republiken. California mengubah aturan dan berharap tidak ada yang tahu kapan waktunya.

FAKTA: Informasi yang terkandung dalam posting itu tidak berlaku untuk pemilihan umum musim gugur ini. Selama pemilihan presiden pendahuluan di California pada 3 Maret, pemilih independen, yang juga dikenal sebagai pemilih "tidak punya preferensi partai" bisa memberikan suara dalam pemilihan presiden pendahuluan Demokrat tanpa mengubah afiliasi partainya, tetapi tidak dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik. Sebuah posting yang beredar selama pemilihan pendahuluan itu kini disirkulasi ulang agar membuatnya seolah-olah pemilih independen California tidak akan bisa memilih Partai Republik dalam pemilihan umum kecuali mereka mengubah afiliasi partai mereka ke Partai Republik. "Para pemilih California tolong baca," kata sebuah posting Facebook 6 Juni, menampilkan sebuah posting teks yang menyebarkan misinformasi tentang pemilih independen. Posting itu sudah memiliki lebih dari 5.000 share. Kantor Sekretaris Negara Bagian California mengkonfirmasi kepada AP bahwa pemilih independen hanya dilarang memilih Partai Republik dalam pemilihan pendahuluan presiden. Selama pemilihan umum November nanti, mereka dapat memilih calon dari partai mana pun. Partai Demokrat, Partai Independen Amerika, dan Partai Libertarian semuanya memberi tahu kantor Sekretaris Negara bahwa mereka akan membolehkan "pemilih tanpa preferensi partai" California untuk meminta suara suara pemilihan presiden partainya dalam pemilihan presiden pendahuluan 3 Maret. Lebih dari 5,4 juta warga California terdaftar sebagai pemilih "tanpa preferensi partai" Pada Februari, Associated Press melaporkan bahwa pemilih "tanpa preferensi partai" di California yang memberikan suara melalui surat dapat mengajukan surat suara silang untuk memilih Demokrat atau mendaftar ulang sebagai anggota Partai Republik untuk memilih dalam pemilihan presiden pendahuluan Partai Republik. GOP dan para pemimpin partai nasional menetapkan aturan untuk pemilihan presiden pendahuluan dari Partai Republik yang melarang pemilih "tanpa preferensi partai" untuk berpartisipasi.

___

KLAIM: Video menunjukkan pemimpin Partai Brexit Nigel Farage menyampaikan komentar meremehkan rakyat Inggris, termasuk bahwa mereka rasis dan seharusnya malu.

FAKTA: Komentar Farage yang dibuat dalam video YouTube telah diedit untuk memutarbalikkan apa yang dia katakan. Dalam video lengkapnya, Farage sebenarnya mengkritik media karena liputan mereka. Pada Kamis, seorang pengguna Twitter memposting klip di luar konteks yang tampaknya menunjukkan Farage menyebut orang Inggris itu "mengerikan" dan "rasis." Pengecekan terhadap video itu menunjukkan bahwa Farage menggambarkan apa yang disebutnya "narasi" rakyat Inggris yang menurut dia dibentuk oleh media. Seorang pengguna Twitter mencuitkan klip menyesatkan itu pada 18 Juni: "Wow, ini tak mudah untuk diakui. Bagus @Nigel_Farage". Dalam klip yang sudah diedit itu, Farage menyatakan: "Kita adalah orang-orang rasis yang mengerikan, buruk, terbelakang dan gampang diseret-seret dan kita seharusnya sangat malu." Cuitan dengan klip di luar konteks ini sudah lebih dari 8.000 di-retweet dan mendapatkan hampir 1 juta view. Dalam versi lengkap dari video, Farage berkata: "Setiap kali saya menyalakan BBC, itu bisa menjadi Channel 4, itu bisa menjadi Sky, tidak masalah, kita benar-benar dihujani oleh sebuah narasi yang entah bagaimana kita disebut orang rasis yang mengerikan, buruk, terbelang dan gampang diseret-seret dan kita seharusnya malu sekali….. Pesan itu, narasi itu terus keluar dari media arus utama." Pada 16 Juni, Farage mengunggah video ke YouTube dan kemudian membagikannya di Twitter, dengan berkata, "Inilah sebabnya mengapa tidak ada yang percaya kepada media arus utam. Tonton unggahan YouTube terbaru saya." Sejak polisi membunuh George Floyd, pria kulit hitam berusia 46 tahun yang meninggal dunia setelah seorang petugas polisi kulit putih Minneapolis menekankan lututnya ke leher pri malang itu selama beberapa menit, unjuk rasa Black Lives Matter telah menyebar ke seluruh AS dan ke negara-negara di seluruh dunia, termasuk Inggris. Pada Juni, Farage menyampaikan pernyataan yang menyamakan demonstran Black Lives Matter dengan Taliban karena merobohkan patung-patung pedagang budak. Pada pekan yang sama, stasiun radio LBC yang berbasis di London mengumumkan bahwa mereka tak akan lagi menyiarkan acara Farage itu. "Kontrak Nigel Farage dengan LBC telah dihentikan sangat cepat dan, setelah berdiskusi dengan dia, Nigel mengundurkan diri dari LBC saat itu juga," kata perusahaan itu pada 11 Juni.

___

KLAIM: Foto-foto berdampingan menunjukkan bahwa CNN mengaburkan warna kulit pria bersenjata yang mengendarai mobil ke sebuah unjuk rasa di Seattle untuk membuat pria itu terlihat berkulit putih.

FAKTA: CNN tidak mengubah warna kulit pria bersenjata yang merangsek ke unjuk rasa George Floyd di Seattle pada 7 Juni dan menembak satu orang. Salah satu foto yang digunakan dalam gambar itu telah dimanipulasi untuk membuat kulit pria bersenjata itu lebih terang, dan ditambahi logo CNN. Posting bohong yang beredar online itu menunjukkan bahwa CNN kedapatan merekayasa gambar seorang pria bersenjata Seattle untuk membuat terang warna kulitnya. Gambar rekayasa itu memperlihatkan foto-foto berdampingan: satu, diambil oleh The Seattle Times, yang menunjukkan peristiwa yang sebenarnya dan lainnya yang telah diubah untuk mencerahkan kulit pria bersenjata dan menambahkan logo CNN. Foto itu dibagikan di seluruh platform media sosial, termasuk Facebook, Instagram, Twitter, dan Reddit. "CNN membuat terang foto pria yang merangsek ke arah demonstran tadi malam di Seattle. Mereka bilang dia kulih putih ... periksa foto aslinya. Oke... apakah Anda paham mereka membuat semua orang marah akibat KEBOHONGAN ini," kata posting Instagram dengan gambar yang sudah mendapatkan lebih dari 7.000 like itu. Video yang diambil oleh Seattle Times dari unjuk rasa di Capitol Hill di Seattle menunjukkan pria bersenjata itu menerobos demonstran, membanting barikade dan kemudian keluar dari mobilnya sambil memegang pistol. Dalam cerita 8 Juni tentang insiden itu, CNN tidak memasukkan foto atau video pria bersenjata itu. CNN mengonfirmasi kepada AP bahwa logo yang ditambahkan ke foto bukan ciri khas CNN. Bridget Leininger, direktur senior komunikasi CNN, mengatakan kepada AP dalam sebuah email bahwa foto itu seperti jadi-jadian. Foto yang diubah itu mulai beredar di media sosial tak lama setelah pria bersenjata itu menerobos aksi protes 7 Juni. Pada 8 Juni, para pengguna 4Chan mengunggah gambar berdampingan dengan logo CNN yang mengatakan "supremasi kulit putih menembak demonstran." "CNN kembali membuat trik tercelanya," kata poster itu. Foto yang sudah dimanipulasi otu dibagikan secara luas di kalangan kelompok dan halaman Facebook pro-Trump dan konservatif tempat foto ini mendapatkan lebih dari 50.000 interaksi.

___

KLAIM: Foto menunjukkan warga zona yang diduduki protes Seattle memasang bendera resmi baru mereka, yang memiliki unicorn merah muda dan akronim "CHAZ" di atasnya, di tong penuh sampah.


FAKTA: Bohong. Foto ini, yang menangguk lebih dari 18.000 view di Facebook dan muncul di papan-papan pesan seperti 4chan, telah dimanipulasi untuk membuat pemirsa yakin foto itu diambil baru-baru ini di Seattle. Bendera itu sudah diedit untuk menampilkan desain unicorn merah muda dan akronim "CHAZ." Pada foto aslinya, yang pertama kali diposting pada 2017, desain bendera tidak terlihat. Foto itu menunjukkan individu berpakaian hitam memegang tiang bendera, menancapkannya ke tong sampah yang dipenuhi dengan cangkir kopi dan botol air. Sepertinya itu bentuk penghormatan aneh untuk foto terkenal karya Joe Rosenthal dari Pertempuran Iwo Jima, yang membuatnya populer untuk digunakan sebagai meme dengan frasa "Emo Jima." Tidak jelas di mana foto aslinya diambil. Di Seattle, bagian dari lingkungan Capitol Hill tempat para pengunjuk rasa berkumpul selama lebih dari sepekan pada awalnya dikenal sebagai Zona Otonomi Capitol Hill, atau CHAZ. Daerah itu kini lebih sering disebut sebagai Capitol Hill Organized Protest atau CHOP. Penyelenggara protes telah bekerja sama dengan Kota Seattle untuk mengkonfigurasi ulang daerah untuk terus berkumpul sambil mempromosikan keselamatan publik, kata kantor walikota. Tak ada bukti bahwa pengunjuk rasa di CHOP telah merancang atau mengibarkan bendera resmi apa pun.

___

KLAIM: Video menunjukkan para demonstran melemparkan proyektil ke sebuah mobil polisi di Brooklyn pada Minggu malam 14 Juni.

FAKTA: Asosiasi Sersan Kebajikan New York, sebuah serikat polisi yang mewakili para sersan Departemen Kepolisian New York, mengklaim sebuah video yang dipostingnya diambil pada Minggu. Sebenarnya, seorang pengguna Twitter pertama kali memposting video itu dua pekan sebelumnya pada 30 Mei. Video berdurasi 36 detik yang mendapatkan lebih dari 503.000 view sebelum Senin pagi itu menunjukkan sebuah tempat sampah dapat dilemparkan ke mobil polisi sehingga memecahkan kaca-kaca jendela belakang. Itu berlanjut dengan orang-orang melemparkan berbagai benda lain ke mobil itu, sampai pengemudi berbalik arah dan melaju menyusuri jalan terdekat. "NYC - Community Policing Dividend terbayar banyak! Ini Flatbush Ave Brooklyn malan ini," cuit Asosiasi Sersan Kebajikan bersama video itu Minggu. Tetapi pengguna Twitter dengan cepat menyadari ada sesuatu yang salah. "Akun serikat polisi ini bohong," cuit Noah Hurowitz, seorang reporter lokal yang meliput protes New York, Minggu malam kemudian. "Video ini tampaknya telah diambil pada 30 Mei, satu blok di bawah Flatbush dari video yang sekarang terkenal dari dua SUV NYPD yang dikendarai melalui kerumunan pengunjuk rasa di St. Marks dan Flatbush." Penelusuran cuitan lama mengungkapkan bahwa pengguna Twitter @ Nick74004212 memang mencuit video berdurasi 36 detik yang sama pada 30 Mei, pada malam kedua mobil polisi di Brooklyn itu melaju ke arah pengunjuk rasa, menabrak sejumlah orang. Robert Mladinich, pensiunan detektif NYPD dan juru bicara serikat polisi itu, mengatakan dia tidak dapat mengkonfirmasi bagaimana video itu diposting tetapi dia sedang memeriksanya. Dia mengatakan kepada Associated Press bahwa SBA akan memperbaiki catatan jika cuitan itu salah, tetapi cuitan itu masih aktif pada Jumat.

____

KLAIM: Monumen Abraham Lincoln belum lama ini dibakar di Chicago.

FAKTA: Sebuah artikel berita yang diterbitkan Juni menyebarkan kabar pelintiran bahwa patung Abraham Lincoln dibakar di Chicago selama unjuk rasa berubah menjadi kekerasan di kota itu. Insiden itu sebenarnya terjadi pada 2017, bukan belakangan ini. Pengguna Facebook dan Instagram berbagi artikel pelintaran yang menunjukkan patung mantan Presiden Abraham Lincoln dibakar pekan lalu di Chicago. Waktu tidak selalu berpihak kepada patung rusak yang pertama kali didirikan pada 31 Agustus 1926. Patung itu disemprot cat, dicuri, hidungnya dicabut dan kemudian, akhirnya terbakar pada Agustus 2017 saat bertengger di sudut jalan di lingkungan West Englewood, Chicago. Tetapi laporan bahwa patung itu dibakar selama unjuk rasa belakangan ini di Chicago adalah bohong. Patung Lincoln baik-baik saja di lokasi barunya di Perpustakaan Umum Chicago cabang West tempat patung ini dipindahkan pada 2018 setelah dipugar, kata Chicago Alderman Raymond Lopez kepada AP, Senin. "Abraham Lincoln terpelihara baik di komunitas saya," kata Lopez. "Lokasinya bagus dan sempurna." Lopez memposting di Facebook tentang patung yang terbakar pada Agustus 2017 itu, dan laporan palsu yang mengklaim bahwa Lincoln dibakar -lagi- menautkan posting lama itu. Artikel menyesatkan tentang patung Lincoln ditulis dan diterbitkan beberapa hari setelah unjuk rasa berkaitan dengan kematian George Floyd yang beberapa di antaranya berubah menjadi kekerasan dan mengakibatkan kerusakan properti di Chicago. "Sebuah Tindakan Yang Sama Sekali Memalukan: Monumen Abraham Lincoln Dibakar di Chicago," kata judul artikel itu. Artikel itu juga dibagikan di Instagram. "Abraham Lincoln, alias Sang Emansipator Agung, menandatangani Proklamasi Emansipasi pada 1 Januari 1863, membebaskan para budak ketika Amerika Serikat terjerembab ke dalam Perang Saudara. Walaupun demikian kaum kiri tak mempedulikannya," kata posting Instagram tersebut.

____


Ini adalah bagian dari upaya Associated Press mengecek misinformasi yang disebarkan online, termasuk bekerja sama dengan Facebook guna mengidentifikasi dan mengurangi peredaran cerita-cerita palsu pada platform ini.

___

Temukan semua Cek Fakta AP di sini: https://apnews.com/APFactCheck