Bukan Cuma Cristiano Ronaldo, 8 Sosok Ini Pernah Senggol MU Saking Bobroknya Manajemen

Bola.com, Jakarta - Komentar Cristiano Ronaldo saat berbincang dengan Piers Morgan telah mengguncang perahu di Manchester United (MU). Akan tetapi, dia bukan orang pertama yang melontarkan kritikan pedas kepada Setan Merah.

"Jika Anda bahkan bukan seorang pelatih, bagaimana Anda akan menjadi manajer Manchester United? Saya bahkan belum pernah mendengar tentang dia," kata Cristiano Ronaldo mengenai penunjukkan Ralf Rangnick sebagai pelatih sementara MU musim lalu.

"Kemajuannya nol sejak Sir Alex pergi, saya tidak melihat evolusi di klub. Tidak ada yang berubah," ujarnya lagi soal MU.

Banyak mantan pemain dan manajer memiliki pendapat mereka tentang Glazer, pemilik MU, selama bertahun-tahun sejak pengambilalihan klub pada Mei 2005.

Dari Cristiano Ronaldo hingga Jose Mourinho, berikut adalah beberapa komentar terbaik dari bintang MU tentang kepemilikan klub di bawah kendali keluarga Glazer.

Gary Neville, Rio Ferdinand, dan Ralf Rangnick

Gary Neville. Salah satu legenda Manchester United yang pensiun pada Februari 2011 setelah hanya membela MU sepanjang kariernya mulai 1992/1993 ini bergabung dengan jaringan televis Sky Sports sebagai komentator dan pundit sejak musim 2011/2012. Profesi tersebut menjadi tidak asing baginya karena sebelumnya ia juga pernah menjadi pundit bagi jaringan televis ITV Sport di dua ajang sepak bola akbar, Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2008. Sempat meninggalkan Sky Sports untuk menukangi Valencia pada Desember 2015, ia kembali ke Sky Sports usai dipecat Valencia yang hanya dibesutnya selama 4 bulan di musim 2015/2016. (AFP/Glyn Kirk)
Gary Neville. Salah satu legenda Manchester United yang pensiun pada Februari 2011 setelah hanya membela MU sepanjang kariernya mulai 1992/1993 ini bergabung dengan jaringan televis Sky Sports sebagai komentator dan pundit sejak musim 2011/2012. Profesi tersebut menjadi tidak asing baginya karena sebelumnya ia juga pernah menjadi pundit bagi jaringan televis ITV Sport di dua ajang sepak bola akbar, Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2008. Sempat meninggalkan Sky Sports untuk menukangi Valencia pada Desember 2015, ia kembali ke Sky Sports usai dipecat Valencia yang hanya dibesutnya selama 4 bulan di musim 2015/2016. (AFP/Glyn Kirk)

Gary Neville, Rio Ferdinand, dan Ralf Rangnick pernah menyindir betapa buruknya manajemen MU.

“Saya tidak bisa melihatnya. Keluarga Glazer tidak punya uang untuk bisa melakukan apa yang dibutuhkan Manchester United (MU). MU tidak bisa terus-terusan memiliki stadion seperti yang mereka miliki saat ini ketika stadion lain di Eropa dan Liga Inggris berkembang dalam skala yang mereka miliki," kata Neville soal kebijakan Glazer terkait pengembangan stadion.

“Mereka tidak berkomunikasi dengan para penggemar, mereka tidak berkomunikasi dengan orang-orang, tidak ada yang tahu di mana mereka berada, tidak ada yang bisa melihatnya! Saya pikir itu tidak sopan dan saya pikir itu tidak beres," ketus Rio Ferdinand usai MU dibantai Brentford 0-4.

Bahkan Rangnick pernah mengatakan kalau manajemen MU sering menyalahgunakan kekuasaan di luar kebutuhan tim.

“Saya berbicara dengan manajemen klub dan mengatakan setidaknya kita harus berbicara dan mencoba dan menganalisis apakah kita bisa mendapatkan pemain baik dengan status pinjaman atau sebagai kontrak permanen tetapi pada akhirnya jawabannya adalah tidak,” ujar Rangnick yang kesal karena tidak diberikan wadah untuk berdiskusi.

Paul Scholes dan Roy Keane

Paul Scholes merupakan pemain yang tergabung dalam Class of 92'. Usai memutuskan pensiun pada musim 2010/11, ia akhirnya dipanggil kembali ke Old Trafford pada Januari 2012. Hasilnya, Scholes berhasil mempersembahkan gelar Liga Inggris di musim itu. (AFP/Olly Greenwood)
Paul Scholes merupakan pemain yang tergabung dalam Class of 92'. Usai memutuskan pensiun pada musim 2010/11, ia akhirnya dipanggil kembali ke Old Trafford pada Januari 2012. Hasilnya, Scholes berhasil mempersembahkan gelar Liga Inggris di musim itu. (AFP/Olly Greenwood)

Scholes sebenarnya dikenal sebagai pribadi yang tidak banyak berbicara. Namun setelah pensiun dan kini menjadi pandit sepak bola, ia malah suka blak-blakan mengenai MU.

“Saya tidak yakin akan ada hubungan antara MU dengan pemilik ini. Selama pemilik ada di negara lain, saya rasa tidak akan ada koneksi dan kita harus berhenti mempertahankan tradisi ini. Hal terpenting bagi para penggemar adalah apa yang terjadi di lapangan," kata Scholes menyindir Glazer.

“Fans melakukan protes karena mereka mencintai klub dan itu bukan apa yang terjadi selama beberapa minggu terakhir. Kepemimpinan klub belum cukup baik, ketika mereka melihat pemiliknya hanya berpikir bagaimana menghasilkan uang," ujar Keane melanjtkan.

Patrice Evra, Jose Mourinho, dan Wayne Rooney

Jose Mourinho geram dengan satu pemain AS Roma yang dinilianya berkhianat saat main lawan Sassuolo (AFP)
Jose Mourinho geram dengan satu pemain AS Roma yang dinilianya berkhianat saat main lawan Sassuolo (AFP)

Di daftar berikutnya ada Evra, Mourinho, dan Rooney. Ketiga berpendapat kalau manajemen MU tidak pernah mendengarkan apa keluh kesah dari mantan penggawa Setan Merah.

“Klub harus berhenti bersikap arogan. Ada orang-orang tertentu di klub saat ini yang bahkan tidak menghormati Sir Alex Ferguson,” jelasnya melalui American Red Devils pada September 2020.

“Satu-satunya masalah yang akan saya katakan kepada Ed adalah memercayai orang yang seharusnya tidak dia percayai. Dia bahkan memercayai orang-orang di luar klub yang seharusnya tidak dia percayai," keluh Evra lagi.

Kemudian kata-kata Mourinho soal 'warisan sepak bola' dalam sebuah sesi wawancara usai pertandingan. Pelatih yang kini menangangani AS Roma itu menyindir bagaimana MU enggan berinvestasi pada pemain muda.

Rooney pun pernah berkata bahwa kualitas MU makin tahun terus menurun. Bahkan pada 2013 saat juara Liga Inggris, hanya mukjizat lah yang membuat Setan Merah bisa melakukannya.

“Ronaldo pergi pada 2009, Tevez pergi dan setelah itu Anda bisa melihat tim ini perlahan bergerak mundur,” jelasnya melalui Mirror pada Februari 2022 mengulas performa bekas timnya dari tahun ke tahun.

“Itulah yang bisa saya lihat dan itulah mengapa saya mengajukan pertanyaan kepada manajemen MU. Itu bukan tim yang hebat pada tahun 2013. Bagi kami memenangkan gelar Liga Inggris itu adalah keajaiban."

Sumber: Berbagai sumber

Posisi MU Saat Ini