Bukan Gertak Sambal, Pengguna Siap Tinggalkan WhatsApp

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVAFacebook telah memundurkan tanggal penerapan kebijakan baru untuk pengguna WhatsApp, dari semula 8 Februari menjadi 15 Mei 2021. Alasannya, mulai banyak pengguna yang khawatir WhatsApp akan membagi data ke perusahaan induknya.

"Kami kemudian akan melakukan pendekatan secara bertahap kepada pengguna untuk meninjau kebijakan sebelum opsi bisnis baru tersedia pada 15 Mei mendatang," kata perusahaan.

Mahkamah Agung India telah meminta penundaan sementara atas pengoperasian kebijakan privasi yang baru, di mana aplikasi aplikasi perpesanan tersebut memiliki lebih dari 400 juta pengguna di negara itu, menurut situs ET Telecom, dikutip Selasa 2 Februari 2021.

Saat pemerintah India meminta WhatsApp untuk menarik kebijakan tersebut, sebuah studi baru mengungkapkan bahwa 79 persen pengguna yang disurvei mempertimbangkan kembali penggunaan platform WhatsApp.

Survei juga menunjukkan 28 persen dari mereka bahkan berencana untuk meninggalkan WhatsApp setelah penerapan kebijakan barunya pada Mei 2021, menurut penelitian CyberMedia Research ( CMR ), merupakan firma riset pasar yang berbasis di Gurugram.

WhatsApp baru-baru ini juga telah menggunakan fitur Status untuk menghilangkan ketakutan pengguna, menyebarkan pesan 'komitmen terhadap privasi Anda'.

"Satu hal yang tidak baru adalah komitmen kami terhadap privasi Anda. WhatsApp tidak dapat membaca atau mendengarkan percakapan pribadi Anda karena dienkripsi secara end-to-end," bunyi Status WhatsApp

Seorang juru bicara perusahaan mengatakan, WhatsApp akan memberikan pembaruan kepada penggunanya di tab Status sehingga orang-orang mendengar dari WhatsApp secara langsung atas kebijakan terbaru yang mereka buat.