Bukan Hanya Kecam Israel, Pemerintah RI Diminta Bisa Lobi PBB

·Bacaan 2 menit

VIVA – Aksi kekerasan Israel terhadap rakyat Palestina jadi sorotan dunia internasional. Pemerintah RI diminta terus melanjutkan peran aktifnya untuk menyerukan penindasan Israel terhadap rakyat Palestina disetop.

Jaringan Mubalig Muda Indonesia (JAMMI) menyampaikan demikian karena sejarah penting hubungan RI dengan Palestina. Koordinator Nasional JAMMI, Irfaan Sanoesi menyoroti kebrutalan aparat Israel yang menyerang muslim Palestina saat salat Tarawaih di Masjid Al Aqsa.

Menurutnya, jangan hanya mengecam tapi pemerintah RI juga sebaiknya bisa melakukan upaya lobi ke PBB demi membantu rakyat Palestina.

"Namun, pemerintah pusat tak cukup mengecam, tapi harus mendesak dunia internasional dan PBB untuk meredakan ketegangan dan membantu warga Palestina yang menjadi korban di wilayah pendudukan Palestina," ujar Irfaan, dalam keterangannya, Senin, 17 Mei 2021.

Terkait langkah Presiden Jokowi yang mengajak sejumlah kepala negara protes terhadap Israel yang gencar memborbardir jalur Gaza diapresiasinya. Ia bilang seruan kebrulatan Israel dihentikan mesti didukung.

Untuk diketahui, Jokowi sudah berkomunikasi dengan pimpinan sejumlah negara seperti Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Raja Malaysia Yang Dipertuan Agong Sultan Abdullah, Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani terkait persoalan Palestina yang dibombardir Israel.

“Kami berharap langkah Presiden Jokowi ini didukung oleh para pemimpin dunia dan dapat menghentikan tindak kekerasan Isreal kepada rakyat Palestina," tuturnya.

Pun, ia bilang DPR saat ini kompak dalam menyampaikan kritik terhadap Israel. Ia menyebut DPR secara lembaga negara melalui pucuk pimpinan tertinggi yakni Puan Maharani sudah mengecam keras serangan Israel.

Irfan berharap sikap DPR juga bisa mendorong pemerintah RI tetap konsisten membela kepentingan rakyat Palestina.

Sebelumnya, Puan menyerukan hentikan serangan Israel terhadap Palestina. Apalagi serangan Israel dilakukan di bulan suci Ramadhan dan suasana Idul Fitri. Belum lagi kondisi saat ini masih pandemi COVID-19.

Bagi Puan, sikap parlemen Indonesia diharapkan jadi angin segar untuk memulai kembali proses perdamaian yang komprehensif dan inklusif antara Israel dengan Palestina. Namun, perdamaian itu mesti merujuk hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Dunia harus menghentikan kekerasan yang dilakukan oleh Israel kepada warga sipil dengan menegakkan hukum internasional, resolusi PBB, dan konsensus internasional," ujar Puan.

Dikutip dari Aljazeera, sekitar 170 warga Palestina di antaranya 47 anak-anak tewas di Jalur Gaza dalam tujuh hari serangan seporadis Israel. Sementara, dari Israel disebut ada 10 orang warganya yang tewas, termasuk dua anak.

Aksi bombardir ala Israel ke Gaza direspons balik oleh pejuang Hamas. Mereka menyerang balik dengan menembaki ribuan rudal ke beberapa daerah Israel seperti Tel Aviv.