Bukan Hanya Perubahan Cuaca, COVID-19 Menyebar di Semua Musim

Rochimawati, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Di awal-awal pandemi virus corona atau COVID-19, santer terdengar bahwa musim panas atau musim kemarau, akan membuat virus tersebut mati. Tak sedikit juga yang menjelaskan bahwa virus corona akan lebih mudah menyebar di musim dingin.

Namun, menurut spesialis penyakit dalam, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, hal itu hanya mitos belaka. Dia mengatakan, virus corona tidak hanya menyebar pada saat terjadi perubahan cuaca saja, melainkan di semua musim.

"Dulu ingat enggak waktu di awal-awal, kita ini tropis enggak usah takut, virus enggak sampai sini. Tapi kenyataannya, kita sudah ratusan ribu orang di Indonesia yang positif, sehari 4 ribu," ujarnya dalam tayangan Hidup Sehat di tvOne, baru-baru ini.

Baca juga: Rekor 17 Detik, Bisakah Kamu Temukan Tisu Toilet dalam Gambar?

Lebih jauh, menurut Profesor Ari, virus corona bisa menyerang kapan saja, tidak bergantung pada musim tertentu. Dia turut memperingatkan, di musim pancaroba seperti sekarang ini, bisa membuat daya tahan tubuh seseorang menurun sehingga rentan tertular.

"Karena kita kan bicara virus ini daya tahan tubuh kita. Nah, daya tahan tubuh tidur lho. Ada dokter yang kena padahal usianya masih muda. Tapi kebetulan dia kecapekan. Begitu banyak nanganin pasien, tidurnya kurang, padahal gak ada komorbid. Akhirnya dia terinfeksi juga," tutur dia.

Dalam kesempatan ini, Ari turut memberikan beberapa tips agar tetap sehat di cuaca yang tidak menentu ini. Apa saja?

"Pertama, makan, minum yang bergizi, buah-buahan dan sayuran. Buah itu sudah komplet, ada vitamin C, serat, mineral, ada unsur airnya juga. Kemudian yang kedua adalah tidur yang mesti juga kita perhatikan. Paling enggak 6 jam kita tidur," ujar dia.

Kemudian, faktor yang tak kalah penting adalah mengendalikan stres. Karena tidak bisa dipungkiri, situasi pandemi ini membuat tingkat stres orang-orang bertambah tinggi. Lalu, ada hal lain yang juga sangat penting selain yang sudah disebutkan. Apa itu?

"Jaga jarak. Jangan sampai kita gak tahu ternyata di depan kita viral loadnya tinggi, nanti ketularan. Nah, ketika kita berada di luar, kita sudah siap jaket. Ketika ada hujan, pakai jaket saja. Karena prinsipinya, jangan sampai tubuh kita, tiba-tiba terjadi perubahan udara yang drastis di tubuh yang memengaruhi daya tahan tubuh kita," tutur Ari Fahrial Syam.

Seperti diketahui, jumlah kasus COVID-19 saat ini masih tinggi. Untuk itu, cara yang paling efektif dilakukan untuk mencegah penularan yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan jauhi kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun.

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak