Bukan Hanya Tempat Relaksasi, Taman Jadi Sarana Pemulihan Ekosistem

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 3 menit

VIVA –Berada di taman sambil bersantai atau bahkan bermain, bisa membantu kita menghilangkan penat. Tak perlu ke tempat yang mahal, sejumlah taman mampu membuat tubuh relaks. Untuk itu, ketika sedang bosan, tak ada salahnya, mainlah berkunjung ke taman.

Baru-baru ini, tepatnya Selasa, 16 Maret 2021, Danone Indonesia berkolaborasi dengan IPB University menghadirkan Taman Kehati Telaga Inspirasi IPB-Nutricia yang berlokasi di kampus IPB Darmaga, Bogor.

Kolaborasi ini bertujuan untuk melestarikan flora dan fauna endemik lokal yang terancam punah sekaligus membawa misi pemenuhan kebutuhan pangan sehat dan akses air bersih bagi sivitas akademik IPB University, serta sebagai pusat edukasi, inspirasi dan inovasi bagi banyak pihak.

Indonesia, sebagai salah satu negara yang mendapat julukan dan dikenal mempunyai "mega biodiversity" jenis hayati dan merupakan "mega center" keanekaragaman hayati dunia, setidaknya sebanyak 10 persen atau lebih dari 25.000 jenis flora yang ada di dunia terdapat di Indonesia.

Sedangkan jenis fauna di Indonesia mencapai lebih dari 200.000 jenis, meliputi mamalia, burung, reptil, hingga serangga. Namun, pertambahan populasi penduduk, meningkatnya aktivitas manusia, dan upaya pemenuhan kebutuhan hidup yang semakin besar mengakibatkan terjadinya peningkatan permintaan akan ruang yang dapat mengancam keseimbangan lingkungan. Ketika kualitas lingkungan menurun, ekosistem akan terdegradasi dan sumber daya alam hayati dapat terancam kelestariannya.

Biodiversitas atau Kehati merupakan salah satu elemen penting terkait dengan daya dukung lingkungan. Sifatnya yang renewable menjadi keunggulan keanekaragaman hayati untuk dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai sumber daya yang penting bagi pembangunan nasional.

“Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) merupakan salah satu alternatif efektif untuk memulihkan ekosistem, meningkatkan keanekaragaman hayati lokal, dan mendukung konservasi flora dan fauna di luar kawasan hutan.” ucap Asep Sugiharta, Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam webinar Peresmian Taman Keanekaragaman Hayati Telaga Inspirasi IPB-Nutricia.

Taman Kehati Telaga Inspirasi IPB-Nutricia memiliki luas total 14 ha. Di dalamnya terdapat aneka hewan langka seperti kucing kuwuk, garangan, tupai kekes, burung cekakak, dan bajing kelapa. Sementara itu, untuk flora, beberapa yang ada di sana adalah pohon afrika, pohon kenari, pohon karet, pohon karet kebo, aneka jenis bambu, dan pohon mahoni.

Aneka jenis ikan juga dibudidayakan di danau yang ada di sana. Dengan kandungan air tawar, danau bisa menjadi sumber mata air guna kebutuhan sehari-hari makhluk hidup di sekitarnya, seperti untuk minum, mandi, dan keperluan lainnya. Saat ini, danau tersebut telah mencukupi kebutuhan air bersih bagi 30.000 sivitas akademik IPB. Lahan yang tertata rapi dan akses jalan besar didesain untuk memancing warga sekitar nyaman untuk terlibat aktif dalam memelihara ekosistem.

“Taman kehati adalah bagian dari Sembilan Tujuan Jangka Panjang kami yaitu melestarikan dan memperbarui sumber daya planet melalui kehidupan di bawah air dan kehidupan di darat yang merupakan kontribusi kami untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2030. Hal ini sejalan dengan visi “One Planet, One Health” untuk membawa kesehatan ke sebanyak mungkin masyarakat melalui nutrisi dan hidrasi sehat maupun program berkelanjutan,” ujar Connie Ang, CEO of Danone Specialized Nutrition Indonesia.

Peresmian dilakukan oleh Wiratno selaku Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) secara virtual.

Dalam sambutannya, Arif Satria, Rektor IPB University menyampaikan bahwa Telaga Inspirasi merupakan bentuk perhatian dan kepeduliannya terhadap kelestrian alam dan lingkungan hingga kesehatan masyarakat.

“Kami berharap Telaga Inspirasi dapat menjadi sarana edukasi, sarana rekreasi masyarakat umum dan kolega-kolega dari IPB, meningkatkan kepedulian masyarakat, hingga berdampak positif bagi kesehatan masyarakat maupun kelestarian lingkungan. Program ini merupakan kelanjutan kerja sama antara IPB dan Danone yang telah terjalin. Sebelumnya, kami telah berkolaborasi dalam pembentukan Panduan Isi Piringku untuk anak usia 4-6 tahun, hingga panduan GESID terkait gizi dan kesehatan reproduksi bagi remaja”.

Laporan: Prima Nadia Rahayu