Bukan Juragan 99, Melainkan Iwan Budianto Sebagai Pemilik Mayoritas Saham di Arema FC

Bola.com, Jakarta - Terdapat fakta baru seputar klub Arema FC. Yakni mengenai siapa sebenarnya pemilik mayoritas saham klub berjulukan tim Singo Edan itu.

Jika sebelumnya nama Gilang Widya Pramana atau yang akrab dengan nama Juragan 99 punya label sebagai penguasanya Arema FC, ternyata bukanlah dia yang sebenarnya.

Melainkan Iwan Budianto sebagai bos Arema FC yang sesungguhnya, bila meihat komposisi kepemilikan saham di klub itu. Iwan Budianto memang dikenal cukup lama berada di lingkungan Arema, meski saat ini bertugas sebagai wakil ketua umum PSSI.

Dalam akta perusahaan PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia per 10 Mei 2022 yang tercatat di Ditjen AHU Kemenkumham disebutkan Iwan Budianto menjabat sebagai direktur utama dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 3.750 lembar saham atau senilai Rp 3.750.000.000.

Raffi Ahmad Juga Punya Saham di Arema

<p>Chairman Rans Nusantara FC, Raffi Ahmad memberikan pernyataan saat Grand Launching Jersey Rans Nusantara FC bersama Ronaldinho di Menara Mandiri Level 9, Sudirman, Jakarta, Jumat (24/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)</p>

Chairman Rans Nusantara FC, Raffi Ahmad memberikan pernyataan saat Grand Launching Jersey Rans Nusantara FC bersama Ronaldinho di Menara Mandiri Level 9, Sudirman, Jakarta, Jumat (24/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Selain lwan, saham PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia juga dimiliki oleh PT Rans Entertainment Indonesia. Perusahaan milik Raffi Ahmad itu menguasai 500 lembar saham senilai Rp 500.000.000.

Pemilik saham selanjutnya PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia adalah PT Juragan Sembilan Sembilan Corp. Perusahaan milik Gilang Widya Pramana yang di arema berposisi sebagai presiden klub menguasai 750 lembar saham atau senilai Rp750.000.000.

Dari komposisi tersebut bisa disimpulkan jika Iwan Budianto memiliki kekuatan besar di dalam manajemen Arema FC. Sebab seandainya saham milik Raffi Ahmad dan Gilang Widya digabungkan, ternyata masih belum bisa menyaingi persentase kepemilikan saham Iwan Budianto.

Jejak Iwan Budianto di Arema

Iwan Budianto saat mendampingi latihan Arema di Stadion Kanjuruhan, Selasa (24/4/2018). (Bola.com/Iwan Setiawan)
Iwan Budianto saat mendampingi latihan Arema di Stadion Kanjuruhan, Selasa (24/4/2018). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Jejak seorang Iwan Budianto dimulai sebagai Aremania yang selalu rajin menyaksikan laga Singo Edan ketika main di kandang maupun luar kandang. Darah Aremania ini yang mengantar pria dua anak ini akhirnya menapak karier di sepak bola nasional.

Setelah jadi Aremania sejati, Iwan Budianto yang memang ramah dan suka bergaul dengan siapa saja ini mulai kenal dan akrab dengan Lucky Acub Zaenal (pendiri dan pemilik PS Arema).

Kecintaan terhadap klub dan keakraban dengan Lucky Acub Zaenal ini membuka pintu Iwan Budianto duduk sebagai Manajer Tim PS Arema pada Ligina V 1998-1999. Saat itu usianya masih 21 tahun.

Kemudian setelah lama memimpin Arema sebagai CEO klub berlogo singa itu, Iwan Budianto lantas mengundurkan diri pada tahun 2019. Ia fokus menjadi wakil ketua umum PSSI mendampingi Mochamad Iriawan hingga tahun 2023 mendatang.

Penanganan Tragedi Kanjuruhan

Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana membuka doa bersama ini dengan perasaan sedih. Sejak tragedi, Gilang aktif mengunjungi rumah korban sehingga dia merasakan betul duka yang dialami keluarga suporter. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana membuka doa bersama ini dengan perasaan sedih. Sejak tragedi, Gilang aktif mengunjungi rumah korban sehingga dia merasakan betul duka yang dialami keluarga suporter. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Di sisi lain, saat ini manajemen Arema FC terus memberikan perhatian terhadap hal-hal yang ditimbulkan dari tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022, termasuk dalam meringankan beban keluarga korban meninggal.

Penanganan korban luka hingga memberikan akses konseling psikolog terhadap siapapun yang terdampak insiden tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung.

Bantuan Kemanusiaan

Syal Arema FC dan Persebaya Surabaya diletakkan di atas tumpukan bunga duka cita di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (7/7/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Syal Arema FC dan Persebaya Surabaya diletakkan di atas tumpukan bunga duka cita di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (7/7/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Demi memberikan respon cepat terhadap korban yang membutuhkan, Arema FC tetap membuka crisis center yang bertempat di Kandang Singa, Kantor Arema FC Jalan Mayjend Pandjaitan no 42 Kota Malang. Hal ini dilakukan untuk menjangkau Aremania korban tragedy Kanjuruhan yang membutuhkan akses bantuan.

“Kami tidak tinggal diam, setelah menyelesaikan bantuan bagi seluruh korban baik yang meninggal, luka berat dan luka ringan, bahkan juga memberikan beasiswa bagi korban yatim piatu. Crisis center masih kami buka di kandang Singa untuk Aremania yang menbutuhkan bantuan,” terang Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana.

Yuk Intip Posisi Arema di Papan Klasemen Liga 1