Bukan Karena Keterpaksaan, Ini 7 Tanda Nyata Kamu Siap Menikah

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Teman-temanmu mungkin telah berpasangan dan dirimu merasa sudah waktunya untuk memiliki pasangan jangka panjang. Terkadang kita merasa usia kita sudah cukup untuk menginjak ke pelaminan, namun terkadang hati dan mental kita masih belum siap untuk itu. Cobalah lihat tanda-tanda di bawah ini, apakah dirimu sudah siap untuk menikah atukah belum.

1. Dirimu Memiliki Alasan Mengapa Ingin Menikah

Apakah pernikahan itu yang dirimu inginkan? Apakah dirimu hanya ingin dapat mengatakan bahwa dirimu memiliki status menikah, atau apakah dirimu benar-benar ingin menghabiskan hidup bersama pasanganmu? Pikirkan apa yang dirimu inginkan dari pernikahan. Manfaat apa yang akan dirimu dapatkan dari menikah bersama pasangan, dibandingkan dengan melanjutkan hubungan? Tanyakan pada diri sendiri tentang pertanyaan-pertanyaan sulit dan pastikan dirimu siap untuk menikah.

2. Telah Menjalani Hidup Sendiri dan Mandiri

Studi menunjukkan yang terbaik adalah menunggu sampai berusia 25 tahun atau lebih untuk menikah. Dirimu lebih dewasa, dirimu telah menjalani lebih banyak hidup. Dari pengalaman hidup itulah yang dapat membantumu memiliki pernikahan yang bertahan lama.

3. Memiliki Hubungan yang Dalam

Pada awalnya hubunganmu biasa saja, namun ketika dirimu akan menikah, dirimu harus memiliki hubungan yang dalam. Lebih dalam dari sekedar bersenang-senang sepanjang waktu, pergi keluar setiap malam, dan sering menghabiskan waktu bersama. Dirimu juga harus mampu mengatasi masalah sulit bersama-sama.

4. Mengenal dan Mempercayai Pasangan

Ilustrasi/copyrightshutterstock/TimeImage Production
Ilustrasi/copyrightshutterstock/TimeImage Production

Tidak peduli berapa lama kalian bersama, dirimu harus mengenal pasanganmu sepenuhnya. Jangan menikah hanya karena dirimu sudah berpacaran terlalu lama. Menikahlah karena dirimu mengenal pasanganmu. Dirimu tahu masa lalunya dan tahu harapan dan impiannya. Dirimu dapat membayangkan reaksi dia terhadap hal-hal tertentu. Dirimu tahu semua ini dan masih mencintanya . Di luar itu, dirimu memercayainya. Kepercayaan sangat penting untuk pernikahan, jadi pastikan dirimu dapat mempercayai pasanganmu sepenuhnya.

5. Tidak Ingin Berganti Pasangan

Jangan menikahi pasangan dan berpikir dia akan berubah. Menikahlah dengan mereka karena dirimu mencintainya apa adanya. Membuat komitmen besar tidak akan mengubah siapa pun, meskipun itu mungkin membuatmu harus bekerja lebih keras untuk hubunganmu. Jangan berharap pernikahan juga mengubah hubunganmu. Pernikahan tidak akan menyembuhkan keretakan besar di antara kalian.

6. Penyelesaikan Konflik Bersama

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Blue Planet Studio
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Blue Planet Studio

Jangan hanya mengabaikan masalah dan berpikir melupakannya akan membuatnya lebih baik. Selesaikan setiap kekusutan dalam hubungan sehingga tidak akan meledak dikemudian hari. Jangan menikah karena kamu pikir itu akan menyelesaikan masalah. Selesaikan dulu masalahnya. Jika tidak dapat mengatasi masalah apa pun, maka dirimu dan pasangan tidak akan dapat berkomunikasi secara efektif. Menyelesaikan konflik dan kompromi dalam suatu hubungan akan membuat fondasi yang kuat untuk pernikahan yang sehat.

7. Membuat Rencana Jangka Panjang

Setelah dirimu serius dan memutuskan untuk berkomitmen satu sama lain, dirimu perlu membuat rencana bersama. Bagaimana jika pasanganmu ingin bekerja jauh? Apakah dirimu baik-baik saja dengan tinggal di rumah sendirian, atau akankah dirimu pergi dengan pasanganmu? Ketahui apa yang kalian masing-masing inginkan, dan pastikan dirimu setuju dengan mengerjakan tujuan dan rencana ini bersama-sama.

Menikah bukan karena status, menikah bukan hanya untuk hubungan sehari atau dua hari saja. Ini adalah hubungan jangka panjang yang harus diperhatahankan selamanya.

Cek Video di Bawah Ini

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel