Bukan Karena Usia, Ini 6 Tanda yang Menunjukkan Kamu Siap Menikah

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela mungkin sering melihat teman-temanmu telah berpasangan, dan dirimu merasa sudah waktunya untuk menikah namun masih enggan untuk melakukannya. Ada begitu banyak alasan yang mungkin membuatmu menunda atau ingin menyegerakan pernikahan. Tetapi apakah dirimu sudah yakin dan siap untuk menikah? Kadang dirimu mungkin mencari tahu ciri orang yang siap menikah terlepas dari usia. Nah, berikut ini adalah beberapa tanda yang bisa membantumu untuk mengetahui apakah kamu sudah siap menikah bersapa pria pilihanmu.

Kamu Mengetahui Alasan Mengapa Ingin Menikah

Apakah kamu hanya ingin dapat mengatakan bahwa dirimu sudah menikah, atau apakah dirimu benar-benar ingin menghabiskan hidupmu bersama pasangan? Pikirkan mengapa kamu ingin menikah. Manfaat apa yang akan kamu dapatkan dari menikahi pasangan, dibandingkan dengan melanjutkan hubungan apa adanya? Tanyakan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan sulit dan pastikan kamu siap untuk menikah.

Kamu Telah Menjalani Hidup Sendirian

Studi menunjukkan yang terbaik adalah menunggu sampai kamu berusia 25 tahun atau lebih untuk menikah. Kamu lebih dewasa, dirimu telah menjalani lebih banyak hidup sehingga akan memiliki banyak pengalaman. Itu tidak berarti dirimu harus berkencan dengan orang yang berada di lingkupmu, tetapi kamu memiliki kesempatan untuk bertemu orang yang berbeda dan menyadari apa yang kamu inginkan dan apa yang tidak kamu inginkan dalam hidupmu. Ini akan membantumu memilih pasangan yang sempurna.

Mengenal dan Mempercayai Pasangan

Tidak peduli berapa lama kalian bersama, kamu harus mengenal pasanganmu sepenuhnya. Jangan menikah hanya karena kamu sudah berpacaran terlalu lama. Menikahlah karena kamu mengenal pasanganmu. Kamu tahu masa lalunya dan kamu tahu harapan dan impiannya. Kamu dapat membayangkan reaksinya terhadap hal-hal tertentu. Kamu tahu semua ini dan kamu masih mencintainya. Di luar itu, kamu memercayainya. Kepercayaan sangat penting untuk pernikahan, jadi pastikan kamu dapat mempercayai pasanganmu sepenuhnya.

Kamu Tidak Ingin Berganti Pasangan

Ilustrasi/copyright shutterstock.com
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Jangan menikahi pasangan dan berpikir dia akan berubah. Menikahlah dengan dirinya karena kamu mencintainya apa adanya. Membuat komitmen besar tidak akan mengubah siapa pun, meskipun itu mungkin membuatmu harus bekerja lebih keras untuk hubungan. Jangan berharap pernikahan juga mengubah hubunganmu. Pernikahan tidak akan menyembuhkan keretakan besar di antara kalian.

Menyelesaikan Konflik Bersama

Jangan hanya mengabaikan masalahmu dan berpikir melupakannya akan membuatnya lebih baik. Selesaikan setiap kekusutan dalam hubunganmu sehingga tidak akan terungkit nanti. Jangan menikah karena kamu pikir itu akan menyelesaikan masalah. Jika kamu tidak dapat mengatasi masalah apa pun, maka kamu dan pasangan tidak akan dapat berkomunikasi secara efektif. Menyelesaikan konflik dan kompromi dalam suatu hubungan akan membuat fondasi yang kuat untuk pernikahan yang sehat.

Keluarga Telah Merestuimu

Ketika baru jatuh cinta, kamu mungkin merasa tidak ada hal lain yang penting. Setelah kamu berkomitmen, kamu menyadari bahwa semuanya penting. Awalnya, kamu mungkin tidak peduli bahwa ayahmu tidak menyetujui pasanganmu. Namun seiring waktu, keretakan kecil ini akan memengaruhi kehidupan dan hubunganmu. Jika keluarga dan temanmu tidak menyukai pasanganmu, di mana sistem pendukungmu? Apakah kamu akan terasing dari teman dan tidak diundang ke acara keluarga? Juga ingat bahwa keluarga dan teman-temanmu yang paling mengenalmu, dan jika mereka berpikir ada masalah dengan hubungan, mungkin kamu harus mendengarkan.

Nah, apakah Sahabat Fimela sudah siap untuk menikah? Tetap mantapkan hatimu, dan mintalah restu kedua orangtuamu. Ini akan menjadi perjalanan baru dalam hidupmu bersama pasanganmu.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel