Bukan Mengobati, Labu Kuning Bantu Pemulihan Pasien COVID-19

·Bacaan 1 menit

VIVA – Beberapa waktu belakangan viral bahwa konsumsi labu kuning dapat mengobati COVID-19. Akibatnya, banyak orang yang berbondong-bondong mengonsumsi buah yang identik dengan perayaan Halloween itu.

Bahkan, mereka mengonsumsi labu kuning tak kenal waktu, mulai dari pagi, siang, malam, hingga dijadikan sebagai camilan. Ya, labu kuning memang tinggi akan vitamin A dan dapat membantu meningkatkan imunitas, namun labu kuning tidak dapat mengobati COVID-19.

Spesialis gizi klinik, dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK, mengatakan, konsumsi labu kuning memang dapat membantu pemulihan pasien COVID-19, namun tidak bisa digunakan untuk mengobati virus corona.

"Karena kemarin kan banyak beredar info katanya labu ini bisa menyembuhkan COVID-19. Lalu direbusin, dimakanin, digadoin pagi, siang, malam. Sebenarnya gak seperti ini. Kalau begitu pernyataannya itu hoax. Karena labu ini tidak bisa menyembuhkan pasien COVID-19," tegas dia dalam tayangan Hidup Sehat tvOne, Senin 26 Juli 2021.

Namun karena memiliki kandungan vitamin A yang tinggi, Christopher menjelaskan bahwa labu kuning ini bisa dimanfaatkan sebagai salah satu makanan peningkat asupan vitamin A kita.

"Vitamin A merupakan salah satu bahan yang memodulasi imunitas kita juga. Jadi, labu kuning ini bisa dipilih sebagai salah satu makanan yang dapat meningkatkan asupan vitamin A kita. Selain dari wortel, tomat, dan dari hati ayam," ungkapnya.

Menurut Christopher, selama kita tidak mengonsumsi labu kuning dalam jumlah yang berlebihan, buah tersebut dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan memenuhi asupan vitamin A kita.

"Karena kan kalau kita kena COVID-19, sel-sel di tubuh kita rusak, saluran pernapasan sel-sel epitelnya juga rusak, saluran cernanya pun pasti ada yang rusak. Nah, vitamin A itu adalah salah satu perannya menggantikan sel-sel yang rusak tadi," jelas dr. Christopher Andrian.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel