Bukan soal Hacker Hebat atau Tidak, Tapi Buntut Eksploitasi Data

Merdeka.com - Merdeka.com - Pakar Keamanan Siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengatakan alangkah baiknya pemerintah fokus pada penanganan kebocoran data. Pasalnya, yang menjadi berbahaya jika data-data yang dianggap umum itu mampu dieksploitasi oleh peretas. Ia menyontohkan Cak Imin yang data pribadinya diketahui kemudian menonaktifkan nomor WhatsApp.

"Tanyakan ke Cak Imin, apakah ini serius atau tidak. Bagaimana pun, ini jelas mengganggu aktivitas. Apalagi kalau sampai harus mengganti nomor telepon yang selama ini digunakan karena dibocorkan ke publik," kata Alfons kepada Merdeka.com, Kamis (15/9).

Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan bijak dalam memberikan pernyataan terkait hacker Bjorka dianggap tak punya kemampuan hacking mumpuni. Menurut dia, masih banyak peretas yang hebat dan lebih berbahaya.

"Bukan bicara hacker ngadu jago. Karena di atas langit pasti ada langit," ungkap dia.

Lebih lanjut, Alfons menyebutkan jika bicara adu kecanggihan kemampuan, hal tersebut tidaklah relevan dalam penanganan dugaan kebocoran data.

"Kalau mau adu canggih itu tidak relevan," tutur dia.

Sementara, Pratama Persadha Kepala Lembaga Riset CISSReC mengungkapkan bahwa kejadian ini bisa di ambil hikmahnya. Negara harus mulai serius terhadap pengamanan siber dengan melakukan evaluasi.

"Apakah dana besar yang dikeluarkan selama ini untuk infrastruktur siber sudah efektif atau tidak. Evaluasi serius harus dilakukan terhadap pejabat dan program yang telah dilaksanakan, ini bentuk tanggungjawab pada masyarakat juga," kata dia.

Sebelumnya, Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan hacker Bjorka bukan seorang peretas profesional. Bahkan data-data yang disebar sangat umum yang memang bisa ditemukan publik.

"Menurut persepsi baik kami, dia ini hanya ingin memberitahukan kepada kita bahwa harus hati-hati sistem bisa dibobol, tapi sampai sekarang tidak," ungkap dia.

Ia pun memastikan bahwa pemerintah serius dalam menangani masalah kebocoran data yang dilakukan oleh hacker Bjorka. Maka itu, Mahfud meminta agar masyarakat tetap tenang.

"Kita akan serius menangani dan sudah mulai menangani masalah ini. Tetapi juga, publik atau masyarakat harus tetap tenang. Data-data yang sifatnya rahasia sampai sekarang aman. Namun, kita akan menjadikan ini sebagai peluang kita, sebagai pengingat kepada kita semua untuk saling sama-sama berhati-hati," ujar Mahfud.

Reporter: Dinda Khansa Berlian [faz]