Bukan Suntik Botoks, Wanita Inggris Pilih Perawatan Gigi untuk Tampil Awet Muda

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Berbicara tentang tampilan awet muda, perhatian sebagian orang semata tertuju pada kulit wajah. Namun, alternatif lain justru ditempuh presenter TV Inggris Saira Khan. Alih-alih suntik botoks, ia malah memilih perawatan gigi.

Melansir The Sun, Sabtu, 6 November 2021, ketika perempuan 51 tahun itu bergabung dengan Loose Women ITV enam tahun lalu, rekan panelisnya Andrea McLean memakai kawat gigi, jadi ia memutuskan mengikutinya. Memakai aligner tak terlihat selama 18 bulan, Khan mengaku tampak lebih muda daripada tampilannya pada 2016.

Ia bahkan mengatakan bahwa perawatan giginya memberi perasaan lebih baik daripada membeli tas atau sepatu desainer mana pun. Di Inggris, makeover mulut menjadi populer tahun lalu, bahkan dijuluki "prosedur payudara baru" oleh industri kecantikan.

Dalam survei terhadap wanita berusia di atas 50-an, baru-baru ini, setengah dari mereka mengatakan bahwa nasihat utama pada kaum muda adalah untuk merawat gigi. Khan berharap dirinya lebih sering pergi ke dokter gigi saat tumbuh dewasa.

Tahun-tahun itu, Khan bercerita, dia malah menghabiskan waktu mencoba menyembunyikan giginya yang bengkok. Pengalaman ini membuatnya bertekad menjaga kesehatan gigi anak-anaknya.

Ia mengatakan telah membujuk putranya Zachariah untuk membeli pelurus gigi. Pemakaian aligner disesuaikan selama 22 jam sehari dan hanya dilepas untuk makan atau menyikat gigi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tidak Meninggalkan Perawatan Kulit

Ilustrasi perawatan gigi  (sumber: Pixabay)
Ilustrasi perawatan gigi (sumber: Pixabay)

Khan mengatakan, "Gigi saya selalu baik-baik saja, tapi saya tidak pernah menyukainya. Dua gigi di bagian depan tumpang tindih, mereka miring, dan saya mengalami overbite."

"Suatu hari Andrea datang ke kantor Loose Women dengan kawat gigi logam, mengeluh bahwa itu sulit dan ia mungkin mendapatkan aligner sebagai gantinya. Itu menggelitik minat saya dan saya memutuskan untuk mencari tahu lebih banyak," imbuhnya.

"Semakin tua, Anda lebih memikirkan kesehatan dan penampilan karena Anda tidak tahu apa yang akan terjadi," tutur Khan. "Kolagen saya mulai berkurang, jadi saya juga meningkatkan rutinitas perawatan kulit."

"Kita sering khawatir tentang kerutan dan fokus untuk menyamarkannya, tapi kita enggan mengeluarkan uang untuk gigi kita. Padahal, memastikan mereka bagus dan sehat lebih penting karena memiliki gigi dan gusi yang buruk dapat memengaruhi kesehatan usus Anda," paparnya.

Perawatan Gigi Meningkat di Inggris

Ilustrasi kawat gigi (Foto: Giovani Dio Prasasti/Liputan6.com)
Ilustrasi kawat gigi (Foto: Giovani Dio Prasasti/Liputan6.com)

Sebuah studi oleh Bupa menemukan bahwa 67 persen orang mengatakan senyum yang baik adalah aset penting di tempat kerja, dan Khan mengatakan ini sangat penting dalam industri hiburan. "Anda tidak melihat orang-orang dengan gigi buruk di TV dan ada alasan untuk itu," katanya.

"Melihat seseorang dengan giginya yang serba hitam membuat saya berpikir mereka tidak mencintai dan tidak peduli dengan diri mereka sendiri," imbuh Khan.

Peningkatan panggilan video selama pandemi telah membuat orang lebih sadar tentang penampilan dan akibatnya, perawatan gigi dan mulut berkembang pesat. Orang Inggris telah menghabiskan 980 juta pound sterling (Rp18,9 triliun) untuk perawatan gigi mereka sejak 2020.

Penjualan aligner telah mencapai rekor tahun ini. Prosedur lain yang semakin populer termasuk pengangkatan gusi, ikatan komposit, veneer porselen, dan implan. Aligner sendiri memerlukan waktu perawatan rata-rata 12 hingga 18 bulan.

Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan

Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel