Bukan Tak Beruntung, Inilah 5 Alasan Perempuan Lebih Tertarik pada Bad Boy

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Banyak anggapan bahwa perempuan lebih memilih pria yang tidak baik untuk dijadikan pasangan daripada pria yang baik. Atau ini juga bisa menjadi pertanyaan bagi perempuan sendiri, mengapa mereka selalu terjebak dalam hubungan dengan seseorang yang jahat?

Sebab, secara logika, pasti tidak ada yang ingin memiliki pasangan yang jahat. Sehingga banyak pertanyaan yang muncul, seperti apakah pria yang baik itu membosankan? Atau memang terjadi pergeseran terhadap selera perempuan?

Agar tidak menebak-nebak, berikut ini adalah beberapa ulasan mengapa perempuan lebih tertarik pada pria yang kurang baik. Langsung saja, simak ulasan berikut ini.

Perempuan Merasa Bisa Berbuat Lebih Baik

Mungkin banyak yang bertanya, mengapa perempuan suka mencintai pria yang jahat? Padahal, hal seperti ini tidak sepenuhnya benar. Semua orang tentunya menginginkan pasangan yang baik, dan sebagian perempuan mungkin tidak beruntung dan terjebak dalam hubungan bersama pria yang jahat.

Kemudian, beberapa dari mereka yang memilih tetap bertahan dalam hubungan tersebut merasa bahwa mereka bisa melakukan hal yang lebih baik. Sehingga, ia juga merasa dapat merubah perilaku pasangannya yang buruk.

Pria yang Terlalu Baik Terkadang Membosankan

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Gumpanat
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Gumpanat

Banyak yang percaya bahwa dengan kebaikan yang ia lakukan pada pasangan, seperti selalu perhatian atau bersikap romantis akan membawa hubungan menjadi selalu stabil dan terkendali. Walaupun kebanyakan seperti itu, namun hal itu tidak berlaku bagi semua perempuan.

Banyak perempuan di luar sana walaupun mandiri, namun membutuhkan sosok pria yang fleksibel, mereka bisa tegas atau memimpin (bukan mendominasi). Atau mereka yang memiliki kebebasan dan jiwa petualang menjadi sangat menarik di mata perempuan, karena predikabilitas terkadang bisa menjadi sedikit membosankan dalam hubungan.

Kamu Tidak Sebaik yang Kamu Pikirkan

Banyak pria percaya bahwa mereka baik, tetapi mereka justru sebaliknya. Pria mana pun yang mengklaim bahwa mereka pria yang baik biasnaya mereka oportunistik. Jika diibaratkan, mereka meninggalkan remah roti dengan harapan bisa menangkap ikan.

Sebab, ada aturan praktis bagi perempuan atau mungkin bagi sebagian orang, bahwa orang mana pun yang menyebut dirinya baik bukanlah orang yang baik. Karena seharusnya mereka tidak perlu pengakuan dari orang lain atas hal-hal yang mereka lakukan. Kebaikan itu bukan perkataan, tetapi tindakan.

Cenderung Manipulatif

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Dragon Images
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Dragon Images

Orang baik cenderung menjadi orang yang menyenangkan karena semua yang mereka lakukan berorientasi pada tujuan. Karenanya, kasih sayang apa pun yang ditampilkan tampaknya tidak asli atau dibuat-buat. Banyak yang memiliki agenda untuk memberi dengan harapan menerima, yang membuat segalanya terasa palsu.

Bagi perempuan, saat seseorang yang melakukan kebaikan kepadanya secara berlebihan lebih cenderung terlihat sebagai hal yang dibuat-buat atau palsu. Sehingga, bagi beberapa perempuan ia akan lebih tertarik pada pria yang apa adanya, menunjukkan dirinya tanpa kepalsuan.

Ketertarikan itu Kompleks

Saat membahas "sindrom pria baik", Psikolog Dr Jesse Marczyk mengatakan kepada The Independent: Pria yang cenderung terjebak dalam zona pertemanan mungkin tidak cukup menarik untuk dirinya sendiri (secara fisik, sosial, atau lainnya), jadi cobalah untuk mengkompensasi kekurangan dengan lebih banyak berinvestasi pada perempuan.

Dengan kata lain, mereka mungkin menggunakan kebaikan untuk mencoba dan mengganti kekurangan mereka di tempat lain. Padahal, bukan kebaikan saja yang membuat seorang perempuan akan tertarik pada pria, namun banyak aspek lagi aspek lainnya.

Beberapa ulasan di atas memang masih bersifat relatif dan tidak selalu mutlak untuk dijadikan acuan bagi perempuan dalam memilih pasangan. Dan tidak selalu bahwa pria yang baik itu membosankan atau manipulatif, sebab itu kembali lagi pada kepribadian dan pola pikir seseorang. Demikianlah ulasan mengenai alasan perempuan lebih tertarik pada pria yang kurang baik. Semoga bermanfaat.

#ElevateWomen