Bukan Varian Baru, Ini Penyebab Kasus Covid-19 di Bali Tinggi

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus positif Covid-19 di Pulau Bali kian tinggi dan tembus di angka 222 orang yang terpapar virus Covid-19. Hal itu, diketahui dari catatan Satgas Covid-19 Provinsi Bali, pada Kamis (28/7) kemarin, ada 222 yang positif Covid-19 dan 100 orang yang sembuh dan 4 orang yang meninggal dunia.

Sementara, Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace mengklaim bahwa tingginya kasus tersebut bukan karena adanya varian baru subvarian Centaurus alias BA.2.75, yang awalnya ditemukan di India dan kini sudah ada di Jakarta dan Bali.

"Kan di Bali ada satu (kasus) dan tidak berkembang. Tapi, memang varian terakhir ini penyeberangan cepat sekali tapi faktor resikonya rendah," kata Wagub Cok Ace, saat ditemui di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (29/7).

Menurutnya, kasus Covid-19 di Bali mulai tinggi karena adanya wisatawan yang masuk ke Pulau Bali dan baru diketahui positif Covid-19 sampai di Bali, tapi rata-rata yang positif Covid-19 itu, Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Itu, tidak saja yang lokal itu wisatawan juga ada. Itu mereka umumnya sampai ke sini ketahuan, karena mereka sudah ada hotel dan mereka OTG semua. Jadi, kebanyakan mereka mengisolasikan sendiri dirinya di hotel," ujarnya. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel