Bukannya Jadi Pelindung, Seorang Ayah di Depok Tega Cabuli Anak Kandungnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut 18 tahun terhadap seorang Ayah di Depok yang tega mencabuli anak kandungnya. Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alfa Dera dan Adhi Prasetya Handono di ruang sidang 3 secara tertutup.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Andi Rio Rahmat Rahmatu mengatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindakan tersebut.

"Terdakwa A terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan," katanya, Rabu (22/6).

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 81 Ayat (1), Ayat (3), Ayat (5) Jo Pasal 76 D Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana dirubah terakhir dengan Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP. Akibat perbuatan tersebut, korban mengalami penderitaan dan trauma.

"Yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa ini mengakibatkan anaknya mengalami penderitaan yang mendalam dan berkepanjangan," ungkapnya.

Tuntutan terhadap A menjadi berat karena seharusnya dia adalah pelindung anaknya sendiri.

"Jaksa melihat bahwa A ini adalah bapak kandung dari korban yang seharusnya memberikan contoh dan menjadi pelindung bagi anaknya," tegasnya.

Sedangkan faktor yang meringankan adalah karena A belum pernah melakukan perbuatan tersebut sebelumnya. A juga mengaku menyesali perbuatan tersebut. "Yang meringankan karena terdakwa belum pernah dihukum."

"Terdakwa juga telah mengakui dan menyesali perbuatannya," ujarnya.

Selain menuntut kurungan badan, jaksa juga menuntut A membayar denda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Serta pidana tambahan berupa restitusi sebesar Rp76,6 juta subsider 6 bulan kurungan. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel