Bukber Online, Ibas Serap Aspirasi Pengurus NU Ngawi dan Muhammadiyah Pacitan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menggelar buka puasa bersama dengan para anggota dan pengurus NU, Muhammadiyah, dan Yayasan Balam Pacitan. Meski dilakukan online, Ibas berharap kehadirannya melalui sambungan video tetap dapat terwakilkan di hati masyarakat.

Acara yang diselenggarakan di dua lokasi, yakni di Gedung Dakwah Muhamadiyah Pacitan dan Kantor NU Ngawi ini dihadiri oleh 100 orang peserta.

"Bersyukur, kita masih diberikan kesempatan bersilaturahmi, bahkan saya masih bisa menyapa di dua kabupaten secara bersamaan. Bersyukur kita masih bisa menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan semangat ,"terangnya.

Ibas pun mengingatkan masyarakat bila pandemi di Indonesia belum juga usai. Oleh karena itu, tidak heran bila Ramadan tahun ini masih terasa sama dengan tahun sebelumnya. Perihal salat tarawih, berkumpul bersama keluarga besar, hingga mudik ke kota asal lagi-lagi perlu ditunda.

"Tentu pengorbanan menahan rindu keluarga ini tidak akan sia-sia. Insya Allah, keluarga kita lebih terlindungi dan berharap pandemi Covid-19 segera berlalu," ujar Ibas.

Sebagai saran, Ibas pun memberikan contoh solusi yang dapat dilakukan dengan kondisi seperti ini, misalnya saja dengan memanfaatkan teknologi.

"Dalam keterbatasan ini, Monggo kita bisa bersilaturahmi dengan memanfaatkan teknologi video call maupun media interaktif lain saat ini untuk bertegur sapa dengan keluarga yang terpisah jarak dan waktu," ujarnya.

Terbuka untuk Masukan

Di akhir sambutannya, Ibas menyampaikan harapannya agar program-program yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan dengan baik. Selain itu, Ibas juga mengungkapkan bahwa dirinya sangat terbuka untuk menerima segala aspirasi, baik dari warga ataupun para pemimpin daerah.

"Kitameminta seluruh masyarakat Ngawi dan Pacitan, pun daerah Dapil VII lainnya, untuk terus menerapkan gaya hidup sehat dan terus mengaplikasikan protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah.

Saksikan video pilihan di bawah ini: