Bukit Asam transformasi jadi perusahaan energi

PT Bukit Asam bertransformasi menjadi perusahaan energi untuk menciptakan bisnis berkelanjutan dan mendukung target pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail dalam keterangan pers, Senin, mengatakan, PT Bukit Asam mempercepat proses transisi energi berkelanjutan untuk meningkatkan kontribusi perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional.

PTBA melakukan berbagai strategi transformasi bisnis untuk mencapai target tersebut, seperti peningkatan portofolio pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan dan pengembangan hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME).

Dari sisi operasional pertambangan terdapat dua program utama yang dijalankan yakni Eco Mechanized Mining dan E-Mining Reporting System.

Pada program Eco Mechanized Mining, perusahaan mengganti peralatan pertambangan yang menggunakan bahan bakar berbasis fosil menjadi elektrik.

Sementara pada program E-Mining Reporting System, Bukit Asam memanfaatkan platform pelaporan produksi secara real time dan online sehingga mampu meminimalisasi monitoring konvensional dengan kendaraan dan mengurangi penggunaan bahan bakar.

Tidak hanya itu, Bukit Asam juga gencar menerapkan program manajemen karbon, sebuah program integrasi untuk mengurangi emisi karbon dalam operasional pertambangan perusahaan.

Beberapa usaha manajemen karbon yang dilakukan yakni reklamasi, dekarbonisasi operasional tambang, dan studi CCUS.

Terkait dengan kajian CCUS ini, Bukit Asam juga sedang menggelar kompetisi teknologi dekarbonisasi yang menitikberatkan inovasi di bidang carbon reduction dan CCUS dengan tajuk Bukit Asam Innovation Award 2022 Greenovator Indonesia.

Kompetisi tersebut dijalankan untuk melahirkan inovasi-inovasi terkait teknologi dekarbonisasi di bidang pertambangan, khususnya batu bara, untuk menciptakan energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan.

Selain itu, PTBA bekerja sama dengan Kementerian ESDM RI dan Mining Industry Indonesia (MIND ID) menyelenggarakan Workshop The 3rd Energy Transition Working Group Meeting – Parallel Event G20 Presidency of Indonesia yang mengangkat tema “The Role of Coal Industry Towards Energy Transition and Circular Economy” di Bali, Senin (29/8).

Transisi energi menjadi salah satu isu prioritas pada Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 dengan fokus utama terhadap akses, teknologi, dan pendanaan.

Pemanfaatan lahan pasca tambang diharapkan tak hanya ramah lingkungan, tapi juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Baca juga: Laba Bukit Asam naik 246 persen pada semester I-2022

Baca juga: PTBA beralih ke kendaraan listrik untuk operasional tambang