Bukittinggi menuju Kota Cerdas, Kominfo RI berikan pendampingan

·Bacaan 2 menit

Kota Bukittinggi menjadi satu dari 50 kabupaten kota se-Indonesia yang menandatangani kesepakatan menuju kota cerdas, Kominfo RI memberikan pendampingan yang diawali dengan perjanjian kerja sama secara virtual di Bukittinggi Command Center, Kamis.

Menkominfo Johnny G. Plate, mengatakan tidak semua daerah bisa dikatakan smart city atau Kota Cerdas, karena penilaiannya bukan hanya tentang banyaknya platform digital atau platform aplikasi yang digunakan atau tentang ketersediaan infrastruktur teknologi informasi.

"Untuk tahun 2022 akan dilakukan pendampingan penyusunan master plan smart city bagi 50 kabupaten dan kota terpilih, dengan penambahan ini maka total sebanyak 191 kabupaten kota gerakan menuju smart city Indonesia,” kata Johnny.

Menkominfo mengatakan, gerakan menuju smart city berupaya menumbuhkan lebih banyak lagi kota-kota cerdas di Indonesia.

Melalui program ini dilakukan pendampingan intensif smart city yang dimulai sebanyak 25 kabupaten dan kota di tahun 2017, 50 daerah pada 2018, 25 lainnya di 2019 dan 48 kabupaten dan kota di tahun 2021.

"Semua kota bisa dikategorikan smart city apabila kota tersebut dapat dan mampu mendayagunakan data serta teknologi digital untuk membuat kebijakan dengan lebih baik dan memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat," kata Menkominfo.

Ia mengatakan manfaat dari pendayagunaan data dan teknologi digital dalam implementasi smart city juga meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam birokrasi pemerintahan.

Kadiskomifo Kota Bukittinggi, Erwin Umar mengucapkan terima kasih pada Kemenkominfo yang telah mempercayakan Bukittinggi sebagai satu dari 50 kabupaten kota se Indonesia, untuk mendapat pendampingan penyusunan master plan smart city.

Menururnya, program ini hadir untuk memberi pendampingan dan asistensi, sehingga kepala daerah bisa mendapatkan input formulasi kebijakan dalam rencana induk smart city yang tepat dan yang akurat.

“Pemko Bukittinggi akan mendapat pendampingan dari Kemenkominfo terhadap pengembangan enam pilar utama smart city, yaitu Smart government, smart people, smart mobility, smart living, smart economy dan smart environment hingga Kota Bukittinggi dapat menerapkan gerakan menuju smart city secara terpadu dalam rangka meningkatkan kemudahan pelayanan publik,” ujarnya.
Baca juga: Menkominfo ajak masyarakat Papua ikuti program literasi digital
Baca juga: Kominfo latih 3000 Kartini Masa Kini lewat program wirausaha digital

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel