Bukopin Optimistis Masuknya Kookmin Bakal Perluas Segmen Pasar

Dusep Malik
·Bacaan 2 menit

VIVA – Masuknya KB Kookmin Bank Co. Ltd sebagai pemegang saham pengendali akan mendorong terjadinya transformasi bisnis PT Bank Bukopin Tbk. Proses transformasi tersebut dinilai akan semakin memperkuat fundamental bisnis dan citra perusahaan.

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Ungkap Wujud Jihad dalam Perekonomian

Direktur Utama Bukopin, Rivan A. Purwantono, mengatakan, salah satu transformasi yang dilakukan adalah memperluas segmen pasar, khususnya perusahaan-perusahaan asal Korea Selatan yang banyak berinvestasi di Indonesia.

“Ini adalah momentum yang tepat bagi Bukopin melakukan transformasi mengingat tantangan bisnis perbankan saat pandemi COVID-19 sangat besar,” kata Rivan, dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis 22 Oktober 2020.

Selama ini, kata Rivan, nasabah Bukopin sangat beragam mulai dari pensiunan, koperasi, perusahaan swasta, BUMN, hingga pemerintah. Keberadaan Kookmin diyakini akan turut menambah keberagaman segmen pasar baik dari perorangan maupun badan usaha asing.

Di sisi teknologi, transformasi juga dilakukan melalui digitalisasi layanan Bukopin. Di Korea, Kookmin telah dikenal sebagai perbankan yang mampu menciptakan one stop mobile sangat canggih sesuai kebiasaan baru dan kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi ini akan membuat Bukopin bertransformasi menjadi bank yang menjunjung tinggi kearifan lokal dengan profesionalisme bankir berskala internasional,” tutur Rivan.

Selain perluasan pasar, kolaborasi Kookmin-Bukopin juga akan semakin memperkuat fundamental yang telah dimiliki yaitu segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta koperasi. Kookmin yang adalah bank terbesar di Korea Selatan dapat mendorong pengembangan UMKM, ritel, perumahan, hingga keuangan mikro.

Rivan mengungkapkan, proses transformasi yang sedang berjalan semakin meningkatkan kepercayaan publik terhadap Bukopin yang ditandai dengan pembaharuan peringkat nasional jangka panjang milik Bank Bukopin sebanyak empat peringkat menjadi idAAA.

Kenaikan peringkat tersebut, lanjut Rivan, menjadi momentum positif yang menunjukkan dukungan kuat Kookmin untuk memperkuat fundamental bisnis Bukopin. Selain itu, peringkat nasional jangka panjang idAAA menunjukkan peringkat tertinggi yang diberikan oleh perusahaan pemeringkat dalam skala peringkat nasional untuk negara tersebut.

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Pieter Abdullah mengatakan, kolaborasi dengan Kookmin akan mampu mengoptimalkan sektor UMKM yang selama ini menjadi andalan Bukopin.

“Kookmin memasukkan dana segar dan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Bukopin. Bukopin akan mampu meningkatkan daya saingnya dan menekuni UMKM yang selama ini menjadi kelebihannya,” kata Pieter.

Ia juga sepakat Bukopin dapat memanfaatkan semua sumber dan jaringan milik Kookmin. Apalagi, perkembangan industri dan ekonomi Korea Selatan cukup signifikan ditambah banyaknya perusahaan asal negara itu yang beroperasi di Indonesia.

Kookmin juga merupakan bagian KB Financial Group yang sampai Desember 2019 telah memiliki 31,5 juta nasabah dan tercatat sebagai bank dengan basis pelanggan terbesar di industri perbankan Korea Selatan.

“Bukopin punya peluang besar memasuki pangsa pasar tersebut. Yang sangat jelas akan masuk adalah industri atau perusahaan Korea yang sudah terhubung dengan Kookmin sebagai bank dengan teknologi dan manajemen sangat baik. Keunggulan ini dapat diadopsi Bukopin untuk meningkatkan daya saing dan kapabilitasnya,” ujar Pieter. (art)