Bukti Asal Usul Covid-19 Mengarah ke Pasar Wuhan di China

Merdeka.com - Merdeka.com - Para ilmuwan menyampaikan ada "bukti menarik" bahwa pasar sarilaut (seafood) dan hewan liar Huanan di Wuhan China merupakan pusat wabah Covid-19. Dua penelitian yang telah melalui tahap peninjauan diterbitkan pada Selasa, menguji kembali informasi terkait awal wabah Covid-19 di Wuhan.

Satu penelitian menunjukkan kasus paling awal yang diketahui berasal dari sekitar pasar tersebut. Penelitian lainnya menggunakan informasi genetik untuk melacak waktu kemunculan wabah.

Disebutkan bahwa ada dua varian yang menular pada manusia pada November dan awal Desember 2019.

Dikutip dari BBC, Rabu (27/7), para peneliti kompak mengatakan bukti ini memberikan gambaran bahwa Sars-Cov-2 atau virus penyebab Covid-19 ada di hewan hidup yang dijual di pasar Huanan pada akhir 2019. Mereka mengatakan virus itu menular ke manusia yang bekerja atau berbelanja di pasar tersebut dalam dua penularan terpisah, di mana seorang manusia terkena virus tersebut dari seekor hewan.

Salah satu peneliti yang terlibat yaitu ahli virologi dari Universitas Glasgow, Profesor David Robertson mengatakan kepada BBC, dia berharap penelitian ini akan memperbaiki asumsi keliru bahwa virus corona berasal dari laboratorium.

Dua tahun penelitian ilmiah untuk memahami virus penyebab Covid-19 ini memberikan para peneliti perspektif yang lebih syarat informasi.

Ini memungkinkan mereka memecahkan teka-teki utama dalam data pasien paling awal: Bahwa dari ratusan orang yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 di Wuhan, hanya sekitar 50 yang memiliki hubungan langsung dan dapat dilacak ke pasar tersebut.

Penelitian pemetaan kasus Covid-19 ini menemukan bahwa sebagian besar pasien awal - yang tidak memiliki kaitan dengan pasar, yang berarti mereka tidak bekerja atau berbelanja di sana - ternyata tinggal di dekatnya.

Ini mendukung gagasan bahwa pasar tersebut merupakan episentrum epidemi, kata Profesor Michael Worobey, pemimpin penelitian dan ahli biologi dari Universitas Arizona. Dia mengatakan para penjual terinfeksi pertama kali dan membentuk rantai penularan di antara komunitas di daerah sekitarnya.

Para peneliti juga membuat peta sampel - cairan dari saluran air dan di kios-kios pasar - yang dinyatakan positif terkena virus.

"Sebagian besar sampel positif terkumpul di sekitar sisi selatan-barat pasar," jelas Profesor Robertson.

"Dan itulah lokasi di mana kami melaporkan spesies seperti anjing rakun dijual," lanjutnya.

"Jadi kami memiliki konfirmasi hewan yang sekarang kita tahu rentan (terhadap Sars-Cov-2) dijual di sana pada akhir 2019." [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel