Bukti Nyata Cristiano Ronaldo Biang Kemunduran Juventus

Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVAJuventus dipastikan kehilangan takhta Serie A pada musim ini. Dominasi yang sudah dipertahankan selama sembilan musim akhirnya dihentikan Inter Milan.

Bianconeri memulai lagi langkah besarnya di Italia pada 2011 silam. Bersama Antonio Conte, Si Nyonya Tua mampu menancapkan kukunya di kompetisi domestik sebelum dilanjutkan Massimiliano Allegri.

Selama tujuh musim Si Nyonya Tua tak tersentuh di Serie A. Tak ada satu tim pun yang bisa menyamai Juventus dalam kurun waktu tersebut.

Namun, semua berubah ketika Bianconeri memutuskan untuk merekrut Cristiano Ronaldo pada 2018 silam. Sejak saat itu, semua yang sudah disusun oleh Juventus seakan tak berjalan sesuai rencana.

Memang, bersama pemain asal Portugal, Juventus masih mampu mempertahankan Scudetto selama dua musim berikutnya. Tapi, bukan itu tujuan Juventus sebenarnya seperti dikutip Marca.

Mereka mendatangkan eks pilar Real Madrid demi meraih kejayaan di Eropa. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Juventus malah gagal total di Liga Champions sejak Ronaldo bergabung ke Turin.

Performa mereka mengalami penurunan. Sempat merasakan partai final pada 2015 dan 2017, Bianconeri justru malah kesulitan mencapai semifinal bersama pemain 36 tahun.

Di musim pertama Ronaldo, Juventus disingkirkan Ajax Amsterdam pada babak perempat final. Dan di dua musim selanjutnya, langkah Si Nyonya Tua selalu terhenti di babak 16 besar oleh Olympique Lyon dan Porto.

Yang paling parah tentu pada kampanye terkini. Selain tersingkir dari kompetisi Eropa, Juventus juga terpaksa kehilangan takhta di Italia.

Kegagalan ini jelas memberikan dampak yang sangat signifikan bagi prestasi Juventus. Gaji selangit yang dibayarkan untuk Ronaldo terasa sia-sia.

Hasil negatif ini bisa jadi pemicu Juventus untuk mengambil jalan terpisah dengan Ronaldo yang kontraknya habis setahun lagi. Setidaknya, uang hasil penjualan sang pemain bisa digunakan untuk berinvestasi pada pemain baru dengan usia yang jauh lebih muda.

Secara keseluruhan, raihan minor ini tak sepenuhnya kesalahan Ronaldo. Namun, tak bisa dipungkiri prestasi Juventus memang mundur sejak kedatangan pengoleksi lima trofi Ballon d'Or tersebut.