Buktikan ke AS, China Mulai Produksi Massal Chip 14-nm

Merdeka.com - Merdeka.com - Pihak berwenang di Shanghai, pusat industri semikonduktor China, pada hari Rabu (14/9) mengatakan saat ini chip 14-nm sedang diproduksi secara massal di kota itu.

Shanghai disebut-sebut sebagai tulang punggung industri semikonduktor negara, dengan ukuran pasar mencapai USD35,91 miliar pada tahun 2021, terhitung 25 persen dari total negara. Selain itu, lebih dari 1.000 perusahaan terkemuka telah menetap di Shanghai.

Dilaporkan Global Times, Rabu (14/9), para ahli mengatakan pencapaian tersebut merupakan tonggak sejarah bagi Shanghai dalam membangun pusat teknologi modern. Terlebih, peristiwa besar bagi sektor pembuatan chip China untuk memecahkan blokade pemerintah AS di tengah persaingan teknologi China-AS yang semakin intensif.

Wu Jincheng, direktur Komisi Ekonomi dan Digitalisasi Kota Shanghai, mengatakan perusahaan yang berbasis di Shanghai telah mencapai produksi massal semikonduktor dengan proses 14-nm dan membuat terobosan dalam mesin litografi 90 nm, mesin etsa 5 nm, wafer silikon besar 12 inci, serta unit pemrosesan pusat dan chip 5G.

Xiang Ligang seorang analis teknologi independen mengatakan hal ini menandai pengakuan resmi pertama atas kemampuan perusahaan China untuk memproduksi massal chip 14-nm.

"Semakin luas blokade AS, semakin cepat China akan meneliti dan mengembangkan teknologinya sendiri," kata Xiang.

Sebelumnya, dilaporkan Reuters, Senin (12/9), pemerintahan Biden berencana untuk memperluas pembatasan pengiriman semikonduktor AS ke China yang digunakan untuk kecerdasan buatan dan alat pembuat chip.

Departemen Perdagangan AS telah mengirim surat kepada perusahaan-perusahaan termasuk KLA Corp, Lam Research Corp, dan Applied Materials Inc untuk melarang mereka mengekspor peralatan pembuatan chip ke pabrik-pabrik China, kecuali perusahaan memperoleh lisensi dari Departemen Perdagangan.

Peneliti independen tentang strategi Chen Jia mengatakan bahwa produksi chip 14-nm skala besar di Shanghai akan sangat membantu pengembangan sektor-sektor seperti mobil berenergi baru, kota pintar, manufaktur cerdas, dan Internet of Things, yang akan membantu China mengkonsolidasikan keunggulannya sebagai pabrik manufaktur top dunia.

"Dengan selesainya klaster industri Shanghai untuk chip 14-nm, proyek yang lebih maju dalam proses 7 dan 5 nm akan dipercepat," kata Chen.

Pada awal tahun ini, pemerintah kota Shanghai mengumumkan serangkaian kebijakan baru untuk meningkatkan kapasitas pembuatan chip China yang canggih.

Reporter: Dinda Khansa Berlian [faz]