Buku Braille Masuk MURI

Ghiboo.com - Membaca membuka jendela dunia. Tapi sayangnya masih sedikit buku berformat huruf Braille di Indonesia.


Padahal menurut data Dinas Sosial pada tahun 2012 kebanyakan penyandang tuna netra memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata.


Melihat hal itu, Mal Ciputra Jakarta bersama dengan Fency (Fellowship of Netra Community) dan Yayasan Mitra Netra, pada Sabtu (28/1) kemarin menggelar kegiatan "Pengetikan Ulang Buku untuk Tuna Netra yang akan Dicetak dalam Format Huruf Braille, dengan Peserta Terbanyak."


Acara yang berlangsung di Center Court Area Mal Ciputra Jakarta ini, melibatkan 500 peserta.


"Kerja sama kami bersama Fency merupakan wujud tanggung jawab sosial dari Mal Ciputra Jakarta," papar Ferry Irianto, General Manager Mal Ciputra Jakarta. "Memiliki wawasan pengetahuan yang luas juga menjadi hak para tuna netra. Kami berharap kegiatan pengetikan ulang buku-buku ini dapat menambah koleksi buku dalam format Braille dan meningkatkan kualitas para tuna netra di Indonesia."


Para peserta pengetikan ulang yang berjumlah 500 orang terdiri dari berbagai profesi mulai dari mahasiswa, karyawan, tenant, relasi, dan pengunjung yang secara sukarela mendaftarkan diri untuk terlibat dalam kegiatan ini.


Acara ini juga masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) Indonesia untuk Pemecahan Rekor Pengetikan Ulang Buku untuk Tuna Netra dengan Peserta Terbanyak, 500 Peserta.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.