Buku Merawat Pertiwi, Sisi Megawati dan Kecintaannya pada Lingkungan

Agus Rahmat, Eduward Ambarita
·Bacaan 3 menit

VIVA – DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meluncurkan buku berjudul 'Merawat Pertiwi, Jalan Megawati Soekarnoputri Melestarikan Alam’. Buku ini mengulas perjalanan Presiden RI ke-5 itu, tentang kecintaannya terhadap lingkungan dan kegemarannya pada tanam-tanaman.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengutarakan memang Megawati sejak lama mengajarkan kepada kadernya untuk merawat dan melestarikan alam. Hasto juga menilai, putri Proklamator Bung Karno itu selalu mendorong politik kebangsaan, yang selalu menekankan dan mengedepankan politik lingkungan.

"Kami di partai oleh Bu Megawati agak terharu, karena beliau selalu mengajarkan kami berpolitik itu merawat kehidupan, berpolitik itu membangun peradaban. Maka kebiasaan beliau menanam bagi kami itu jadi sesuatu tradisi kontemplasi yang di mana bagi seluruh kader PDIP sangat penting," kata Hasto saat acara peluncuran secara daring dari kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu 24 Maret 2021.

Baca juga: Blokir Rekening FPI, Ini Kata PPATK

Lebih lanjut Hasto mengatakan, dengan mencintai lingkungan, maka mengajarkan suatu nilai luhur tentang kebudayaan memayu hanuning bawana. Maknanya, kata Hasto, sungguh sangat dalam, agar seluruh manusia harus menyatu dengan alam raya. Apalagi Indonesia merupakan negara yang dikaruniai keindahan yang luar biasa serta keanekaragaman flora dan fauna.

"Kami harus kembangkan sebagai suatu bentuk semangat untuk berdikari. Kalau kami melihat dari apa yang disampaikan Bu Mega, rasanya kami harus terus membangun semangat juang itu agar Indonesia yang gemah ripah loh jinawi ini, mampu berdaulat di bidang pangan sehingga kita tidak perlu lagi impor. Karena tinggal kemauan dari kita," tutur Hasto.

Di kesempatan yang sama, dua penulis buku Merawat Pertiwi, yaitu Kristin Samah dan Maria Karsia menyampaikan latar belakang dan isi buku tersebut.

Menurut Kristin, buku ini menjabarkan bagaimana Megawati menampilkan politik dari sisi yang lain. Kristin sudah tiga kali menuliskan tentang Megawati, tapi untuk yang satu ini dia ingin menampilkan banyak foto dan kutipan-kutipan agar enak dibaca.

"Bukan karena pendek-pendek naskahnya, bobotnya kurang. Justru bobotnya sangat substansial. Karena berbicara soal politik pangan, politik, cara berpolitik yang beradab dan seterusnya. Banyak sekali nilai-nilainya," urai Kristin.

Sementara itu, Maria Karsia, mengatakan bahwa riset buku 'Merawat Pertiwi' cukup dalam. Bahkan ia, sempat harus mencari foto kunang-kunang dari berbagai daerah yang sangat sulit ditemui. Dia mengaku mencari kunang-kunang di Jakarta dan Jawa Barat, tetapi tak kunjung didapat. Akhirnya, kata Maria, kunang-kunang berhasil ditemui di Tabanan, Bali.

"Oleh Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti, itu ada rupanya di Tabanan. Karena masih persawahan tidak adanya pestisida, jadi kunang-kunang nyaman di situ. Kunang-kunangnya hidup di situ. Itu adalah indikator kehidupan. Itu baru saya sadari dan itu adalah ajaran Ibu Mega yang disampaikan kepada kadernya. Jagalah lingkungan lalu berikanlah keseimbangan pada ekosistem," tutur Maria.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Pangan, Pertanian, Kehutanan, dan Lingkungan Hidup, I Made Urip, menilai buku ini membuktikan bahwa kehidupan Megawati layak menjadi teladan rakyat, khususnya bagi kader partai.

Dia mendorong semua kader PDIP untuk membaca buku ini. Perhatian Megawati yang juga Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia itu, bisa dibaca secara lengkap lewat buku tersebut.

"Kami juga atas perintah Bu Megawati mencanangkan gerakan menanam yang dilakukan secara insentif. Mudah-mudahan lingkungan kita lestari," kata Made Urip yang juga anggota Komisi IV DPR itu.

Di acara, turut hadir juga Menteri Sosial Tri Rismaharini, mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih, serta mantan Menteri Lingkungan Hidup Sonny Keraf.