Buku Paus Benekditus terkait selibat imam tuai kritik

Vatican City (Reuters) - Para cendekiawan Katolik Roma menegur mantan Paus Benediktus pada Senin atas komentarnya dalam sebuah buku baru tentang masalah selibat imam yang pelik, dengan mengatakan bahwa pernyataannya dapat menggoyahkan Paus Fransiskus yang memerintah.

Ini bukan pertama kalinya Benediktus berbicara mengenai masalah-masalah Gereja meskipun ia bersumpah untuk patuh pada penggantinya di depan umum pada tahun 2013, ketika ia menjadi paus pertama dalam 700 tahun yang mengundurkan diri.

Situasi ini juga menggarisbawahi polarisasi antara kaum konservatif dan progresif di Gereja dengan 1,3 miliar umat di seluruh dunia itu.

"Satu paus sudah cukup rumit. Ini berantakan," kata John Gehring, Direktur Program Katolik di Faith in Public Life, sebuah kelompok AS, dalam sebuah cuitan.

"Dengan rasa hormat yang besar kepada Benediktus XVI, sudah saatnya bagi dia untuk memenuhi janjinya untuk menyepi dari dunia."

Dalam buku tersebut, "Dari Kedalaman Hati Kami" yang ditulis bersama Kardinal Robert Sarah, 74, Benediktus, 92 yang berada dalam kesehatan yang buruk, membela selibat imam dalam apa yang tampaknya merupakan seruan yang disampaikan bertepatan dengan rencana Fransiskus untuk mengubah aturan.

Buku itu, buku pertama Benediktus sejak pengunduran dirinya, muncul ketika Fransiskus harus memutuskan apakah akan mengizinkan pria yang sudah menikah dengan kualitas kepemimpinan yang terbukti di Amazon untuk ditahbiskan sebagai imam dalam kasus-kasus luar biasa sebagai tanggapan atas kekurangan imam di wilayah yang luas itu.

Usulan itu dibuat selama pertemuan para uskup di Vatikan pada Oktober dan Fransiskus akan menanggapinya bersama sejumlah saran lainnya, termasuk peran perempuan di wilayah itu, dalam sebuah dokumen yang diharapkan akan segera diterbitkan.

Meskipun Fransiskus tidak mengesampingkan perubahan terbatas di wilayah tertentu, ia juga sangat mendukung selibat imam pada umumnya.

Kutipan dari buku itu diterbitkan pada Minggu oleh surat kabar Prancis Le Figaro. Pada Senin, Vatikan mengeluarkan pernyataan yang mengingatkan wartawan bahwa Fransiskus mendukung selibat sebagai "hadiah untuk Gereja".

Waktu penerbitannya memberikan persepsi bahwa seorang mantan paus mungkin mencoba mempengaruhi keputusan seorang paus yang memerintah dan diperdebatkan oleh para komentator Gereja.