Buku 'Untukmu Uje' Dibikin Dalam waktu Tiga Hari

Jakarta, C&R Digital - Belum genap 40 hari pasca meninggalnya Ustad Jefry Al Buchori (Uje) pada 26 April lalu. Namun, sebuah buku bertajuk "Untukmu Uje" telah lahir dari seseorang yang begitu mencintainya. Dia adalah Hj. Tatu Mulyana (Umi), yang tidak lain adalah ibunda dari almarhum Uje.

Menurut Umi, buku ini dibuat hanya dalam waktu tiga hari dan ia mengakui masih banyak kekurangan pada buku ini. Meski begitu, Umi bersikeras ingin mencurahkan isi hatinya dan menceritakan kisah hidup Uje melalui buku terbitan Edu Penguin ini.

"Umi tuh tergerak hati untuk bikin buku ini agar jamaah itu lebih jauh lagi mengenal siapa itu Uje. Buku ini belum begitu sempurna, insya Allah nanti akan diterbitkan lagi buku-buku Uje yang berikutnya dengan sejarah-sejarah yang lebih banyak lagi," ungkap Umi saat ditemui di kediamannya, Pangeran Jayakarta, Jakarta Utara, Jumat (10/5).

Buku ini bukan Umi yang menulis, namun isinya berdasarkan curahan hati Umi kepada sang penulis yaitu, Eni Martini dan Morena Cindo. Dari sekian banyak cerita pada buku ini, ada satu cerita yang membuat Umi terkesan yaitu ketika Uje meminta air matanya.

"Jadi ceritanya begini, waktu Umi duduk mau pulang, waktu itu malam Kamis, beliau (Uje) mendekap saya dengan lembut, cium pipi kanan dan kiri saya. Dia kan suka manja. Dia nanya, 'Umi, air matanya masih banyak?' lalu Umi jawab 'Banyak, emang kenapa?'" cerita Umi.

"Uje bilang, 'Iya Jefri air matanya udah abis, ntar minta air mata Umi yah'. Setelah beliau meninggal, baru Umi bisa ngebaca apa yang beliau katakan.

Rencananya, buku Untukmu Uje akan dibagikan kepada para jamaah saat peringatan 40 hari Uje meninggal. Ia berharap buku ini bisa menjadi oleh-oleh serta kenang-kenangan untuk para jamaah agar bisa mengenal Uje lebih dalam.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.