Bulan Madu Eksotis di Panambungan

TEMPO.CO , Jakarta: Pemandangan hijau dan hamparan luas pasir putih bersih menyambut saat perahu motor yang kami tumpangi mendekati dermaga Pulau Panambungan, salah satu gugusan Kepulauan Spermonde di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu lalu.

Eksotisme langsung terasa ketika pengunjung harus berjalan menyusuri jembatan kayu untuk tiba di pulau. Memasuki pulau, rimbun pepohonan dan kicau burung menyambut seperti masuk hutan di atas pegunungan. Di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan setapak, berdiri pohon-pohon cemara dan pinus.

Saat berada di Panambungan, kita akan merasakan dua sensasi menakjubkan sekaligus, yaitu pemandangan pantai yang indah dan asrinya nuansa hutan. Pulau mini ini luasnya hanya 4 hektare. Hanya dibutuhkan 5 menit berjalan kaki untuk mengelilingi pulau ini. Dari salah satu sisi pulau, kita dapat menyaksikan sisi bagian lainnya, dari balik celah dedaunan yang menjuntai ke permukaan pasir.

Pulau ini memiliki banyak keunikan. Salah satunya, Pulau Panambungan merupakan satu-satunya pulau yang ditumbuhi pinus, pohon yang biasanya tumbuh di pegunungan dengan hawa dingin.

Di beberapa titik di sekitar pulau ini terdapat tempat yang sangat asyik untuk snorkeling dan diving. Dari atas permukaan airnya yang jernih, bisa disaksikan biota laut, terumbu karang, dan berbagai jenis ikan hias. Airnya yang cukup jernih membuat hewan air yang berenang bisa dilihat dengan gampang. Di sepanjang pesisir pantai juga bisa disaksikan bintang laut.

Untuk berenang, biasanya pengunjung memilih bagian di sisi dermaga. Di bagian ini, air laut yang berwarna biru jernih memang cukup menggoda. Airnya juga tidak terlalu dalam, dengan arus yang tenang, sehingga yang tidak bisa berenang pun tidak perlu khawatir. Hanya, kita harus ekstra hati-hati karena bulu babi berkembang biak dengan subur di tempat ini. Durinya yang runcing dan panjang menyakitkan jika menusuk kulit kita.

Dalam empat tahun terakhir, Panambungan dikelola oleh Hotel Aryaduta Makassar. Direktur Utama PT Makassar Hotel Network, Syahruddin Hamun, mengungkapkan bahwa keunikan pulau inilah yang membuatnya tertarik mengelola.

Ada beberapa unit cottage milik hotel yang disewakan. Perlengkapan di setiap kamar sepertinya sengaja dirancang untuk pasangan yang sedang berbulan madu. Bahkan pengelola sangat mementingkan kenyamanan dan privasi pengunjung. »Kami membatasi jumlah pengunjung,” ujar Syahruddin.

Aryaduta berencana melakukan investasi besar-besaran di pulau ini. »Saya memimpikan Panambungan berubah wujud menjadi layaknya Pulau Maldives ala Indonesia,” kata Syahruddin.

Menurut dia, dalam dua tahun ke depan, pulau mini eksotis ini benar-benar akan dipoles. Luas pulau akan ditambah menjadi 6 hektare melalui proses penimbunan. Permukaan pulau akan ditutupi dengan tanah dan ditanami rerumputan sehingga membentuk sebuah taman. Cottage baru akan dibangun di atas permukaan air. Dan, pada malam hari, seluruh permukaan pulau dipenuhi cahaya obor. »Pemandangan seperti ini akan terlihat sangat romantis,” katanya.

ANISWATI SYAHRIR

Terpopuler:

Jaringan Telpon Kabel di Kawasan Bromo Lumpuh

Berkisah Tentang Flores Lewat Foto 

Jus Pare, Jajanan Jalanan Taipei

Tenun Ikat Asal NTT Segera Dipatenkan

Tabuh Genting di Ceramic Music Festival 2012  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.