Bulan Makin Jauh dari Bumi, Ini Alasannya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bulan ternyata perlahan-lahan menjauh dari Bumi. Fenomena ini disebut "Lunar Retreat."

Posisi Bulan menjauh sekitar empat cm per tahunnya dari Bumi. Hal itu berdasarkan observasi misi antariksa Apollo, demikian penjelasan Science Daily, dikutip Kamis (28/10/2021).

Alasan Bulan menjauh dipercaya karena interaksi gravitasi atau pasang antara Bumi dan Bulan. Proses itu juga membuat rotasi Bumi menjadi lambat dan menambah durasi hari.

Menurut teori para ilmuwan, kekuatan pasang dan rotasional itu terbentuk di Bulan setelah terpisah dari Bumi.

Sebagai informasi, ada teori yang menyebut bahwa dulunya Bulan adalah bagian dari Bumi. Teori ini disebut Big Splash atau Theia Impact.

Theia merupakan nama dewi dalam mitologi Yunani yang merupakan ibu dari Selene, dewi bulan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787

Theia Impact

ilustrasi bulan. (iStockphoto)
ilustrasi bulan. (iStockphoto)

Pada 2019, situs Astronomy.com menjelaskan terkait teori Bulan yang berasal dari Bumi. Teori ini muncul pada tahun 1970-an ketika peneliti mengajukan Hipotesis Great Impact bahwa saat Bumi menambrak benda langit yang juga berukuran sebesar Bumi.

Akibatnya, bagian-bagian Bumi terhempas di udara yang kemudian membentuk jadi bulan

Benda langit yang menabrak Bumi itu lantas dinamakan Theia.

Teori ini masih menjadi diskusi di kalangan ilmuan, namun posisi teori ini cukup kuat. Pasalnya, data dari Apollo menyebut bahwa Bumi dan Bumi sangatlah serupa secara kimiawi.

Agar mendapatkan jawaban yang lebih pasti, para ilmuwan tengah berusaha agar ada misi robotik di Bulan agar memahami secara mendalam komposisi Bulan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel