Bulan Memiliki Kadar Air Lebih Banyak dari Dugaan Sebelumnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Studi baru yang dipublikasi Akademi Sains China mengungkapkan bulan memiliki kadar air yang lebih banyak dari pada yang diduga sebelumnya.

Temuan itu didapati oleh penjelajah bulan Chang’e 5 yang pada 2020 lalu membawa 1,73 kilogram batu bulan kembali ke bumi.

"Konsentrasi air di lokasi pengambilan sampel setidaknya 170 bagian per juta (ppm), atau 170 gram per ton tanah bulan," jelas studi yang dipublikasi pada Communications Jurnal, seperti dilansir South China Morning Post, Selasa (13/9).

"Air yang terutama ada dalam bentuk hidroksil (OH) – kerabat dekat air (H2O) – terbentuk sebagai ion hidrogen dalam angin matahari yang membombardir permukaan bulan dan berinteraksi dengan atom oksigen di dalam tanah," jelas Li Xiongyao, rekan penulis studi dari Institut Geokimia China.

Adanya air di batu bulan dikarenakan proses yang dinamakan solar wind implantation atau pelekatan angin matahari. Bukan hanya itu, air di bulan juga berasal dari berbagai sumber lain.

"Sumber-sumber air lain juga berasal dari interior bulan ketika bulan masih ditutupi lautan lava panas, atau meteor atau komet yang menabrak permukaan bulan," ujar Li.

Studi yang dipublikasi pada Juni lalu di jurnal yang sama menyatakan jika kadar air di bulan diperkirakan di bawah 30 ppm. Ini karena penelitian itu berfokus pada interior bulan dan bukan kepada matahari.

Namun studi terbaru menunjukkan bulan memiliki kadar air yang lebih tinggi. Bahkan, analisis dari partikel batu bulan menunjukkan kadar air lebih dari 6,600 ppm.

Bukan hanya kadar air saja, tapi tim ilmuwan juga menemukan permukaan bulan kaya akan hidrogen dan sangat kurang akan isotop hidrogen.

Temuan ini sejalan dengan studi terbaru yang menyatakan matahari turut menyumbang tingginya kadar air di bulan sebab matahari menggunakan semua hidrogennya dalam reaksi nuklir di awal terbentuknya.

Temuan ini juga menunjukkan kemajuan misi manusia di bulan sebab hampir setengah abad, manusia akhirnya mengirim kembali robot penjelajah ke bulan yang sebelumnya dikirim Uni Soviet pada 1976.

Meski temuan ini menunjukkan bulan memiliki kadar air yang lebih banyak, namun ilmuwan tetap yakin bulan jauh memiliki kadar air yang lebih banyak. Sebab Chang’e 5 mendarat di lokasi yang kering sehingga "mengekstraksi dan menggunakan air itu akan menjadi tugas yang menantang", jelas Li.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]