Bulan Ramadan Jadi Momen Balap Liar, Polisi Amankan Puluhan Sepeda Motor

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Gorontalo - Bulan Ramadan harusnya menjadi momen bagi anak muda untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal ibadah. Namun, lain halnya di Kabupaten Gorontalo, puluhan pemuda ini malah menjadikan bulan suci ini waktu yang tepat untuk ajang balapan liar.

Setiap hari setelah salat subuh, ratusan pemuda ini berkumpul di jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR). Saat di tengah, pemuda-pemuda ini menjadikan jalan ini bak sirkuit balapan yang sesungguhnya.

Tidak hanya balapan biasa, mereka pun sampai ada yang taruhan dan menjagokan motor mereka masing-masing. Aktivitas mereka pun kerap meresahkan warga sekitar.

Akhirnya, aksi sejumlah pemuda ini sampai ke telinga pihak kepolisian. Dengan berbekal informasi dari masyarakat sekitar, mereka pun melakukan penyergapan secara tiba-tiba.

Saat dilakukan penyergapan, puluhan pemuda ini tidak bisa berkutik. Kepolisian Resor (Polres) Gorontalo berhasil mengamankan sebanyak 35 orang pemuda yang terindikasi terlibat dalam aksi balap liar tersebut.

Pemanggilan Orangtua

Anggota Polres Gorontalo saat mengamankan puluhan ranmor balapan liar (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Anggota Polres Gorontalo saat mengamankan puluhan ranmor balapan liar (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Tidak hanya mengamankan puluhan pemuda, petugas juga menyita 61 kendaraan roda dua yang kerap digunakan untuk balapan. Puluhan pemuda beserta sepeda motor langsung digelandang ke Mapolres Gorontalo.

Kapolres Gorontalo, AKBP Ade Permana, mengatakan penertiban balap liar berdasarkan adanya laporan masyarakat yang merasa resah. Selain dinilai meresahkan, aksi mereka bisa membahayakan pengendara lain.

"Nah, dengan ini kami antisipasi jangan sampai akan berdampak fatal. Selain itu, kami juga memberikan rasa aman kepada kaum muslim dalam menjalankan ibadah puasa," kata Kapolres AKBP Permana.

Menurutnya, hampir seluruh dari mereka tidak dilengkapi surat kendaraan dan semuanya tidak mengenakan helm.

"Tidak menggunakan helm dan mereka pun tidak bisa menunjukan surat kelengkapan berkendara," ungkapnya.

"Selanjutnya mereka kami akan lakukan pembinaan dan mengundang orangtua yang bersangkutan," ia menandaskan.

Simak juga video pilihan berikut: